membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturanatau norma yang berlaku dimasyarakat. Terkesan halus dan menghimbau.Aspek kognitif (pengetahuan) dan afektif (sikap) sangat ditekankan. Contoh:1.Para tokoh masyarakat membina warganya dengan memberi nasehatkepada warga yang bertikai agar selalu hidup rukun, menghargai sesama,mentaati peraturan, menjaga etika pergaulan, dan sebagainya.2. Seorang ibu dengan penuh kasih sayang menasehati anaknya yangketahuan mencuri. Ibu itu berusaha memberi pengertian pada anaknyabahwa mencuri itu perbuatan yang tercela dosa dan sangat merugikanorang lain. Mencuri itu akan berakibat buruk pada kehidupannya kelak. Iaakan menjadi orang terkucil dan tersingkir dari masyarakat.3. Seorang guru membimbing dan membina muridnya yang ketahuanmerokok di sekolah. Guru tersebut dengan penuh kewibawaan dankesabaran menanamkan pengertian bahwa merokok itu merusakkesehatan dan juga merugikan orang lain, selain itu juga merupakanpemborosan.
B. Cara Koersif
Cara koersif lebih menekankan pada tindakan atau ancaman yangmenggunakan kekerasan fisik. Tujuan tindakan ini agar si pelaku jera dantidak melakukan perbuatan buruknya lagi. Jadi terkesan kasar dan keras.Cara ini hendaknya merupakan upaya terakhir sesudah melakukan carapersuasif, contoh:1.Agar para perampas sepeda motor jera akan perbuatannya, maka ketikatertangkap masyarakat langsung mengeroyoknya. Tindakan tersebutsebenarnya dilarang secara hukum, karena telah main hakim sendiri.Namun cara tersebut dilakukan masyarakat dengan maksud agar paraperampas sepeda motor lainnya takut untuk berbuat serupa.2. Peraturan hukum dari negara tertentu yang memberlakukan hukumancambuk, rajam, bahkan hukuman mati bagi pelaku kejahatan, agar parapelaku kejahatan atau orang yang akan berniat jahat jera dan takutmelakukan tindak kejahatan.
C. Cara Pengendalian Sosial Melalui Sosialisasi
Cara pengendalian sosial melalui sosialisasi dikemukakan oleh Froman padatahun 1944 sebagai berikut:“Jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien, maka mereka harusmelakukan perannya sebagai anggota masyarakat”.Melalui sosialisasi mereka dapat menjalankan peran sesuai dengan yangdiharapkan masyarakat. Misalnya, sejak kecil seseorang dididik melakukan