Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
47Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab III _0_ Aspek-Aspek Biomekanik

Bab III _0_ Aspek-Aspek Biomekanik

Ratings:

4.82

(11)
|Views: 15,325|Likes:
Makalah-makalah dalam dokumen ini merupakan pilihan dari makalah yang dibuat selama menempuh program doktor Peminatan Ergonomi di Universitas Udayana Denpasar Bali
Makalah-makalah dalam dokumen ini merupakan pilihan dari makalah yang dibuat selama menempuh program doktor Peminatan Ergonomi di Universitas Udayana Denpasar Bali

More info:

Published by: DR.Rolles Nixon Palilingan,MS on Oct 22, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
BAB II
I
ASPEK
-
ASPEK BIOMEKANIK
DALAM KONTEKSAKTIVITAS PR
A
KTIKUM LAPANGAN
 
Pada
bab ini dibahas
mengenai
tiga pokok yang dipandang relefan dalam konteksaktivitas praktikum lapangan yaitu mengenai: somatotipe, penentuan titik berat
dan
manfaatnya, dan tuas dan aplikasinya. Setelah membahas ketiga bagian tersebut, di akhirsetiap bagian dibahas juga mengenai
kemungkinan aplikasi
lebih jauh mengenai
konsepyang
d
ibahas melalui penelitian
.
1.
 
SOMATOTIPE
 
1.1
 
Prinsip Dasar Somatotipe
Menurut Carter (2002) teknik penentuan somatotipe digunakan untuk menilaibentuk dan komposisi tubuh subyek. Somatotipe didefinisikan sebagai kuantifikasi
bentuk dan kompo
sisi tubuh manusia pada suatu saat. Somatotipe dinyatakan dalam tiga angka
penilaian
yang
merepresentasikan komponen
e
ndomorfi, mesomorfi dan ektomorfi.
 
Tentang komponen
-komponen somatotipe, di dalam
Anonim
(2007
a)
dikemukakan
bahwa dengan menggunakan metode-metode antropometrik Sheldon mempelajari tubuh
4000 orang yang difoto
,
pandangan depan
,
samping
,
dan belakang. Sheldon menyimpulkan
bahwa fisik manusia dapat dibagi berdasarkan kontribusi tiga elemen dasar yaitusomatotipe. Sheldon menamakan somatotipe-nya menurut tiga lapisan benih manusia(
germ
) dalam perkembangan embrio:
endoderm
, yang berkembang menjadi bagian-
bagian
untuk pencernaan (
digestive tract 
);
 mesoderm
, yang akan menjadi otot, jantung dan
pembulu
h
darah; dan
ectoderm
, yang akan membentuk sistem saraf.
 Somatotipe Sheldon dan ciri-
cirinya
yang terkait dapat diringkaskan dalam uraian
berikut in
i
(Anonim,
2007a)
.
1.1.1
 
Ektomorfi
 
Tipe tubuh ektomorfi dicirikan oleh lengan dan tungkai yang panjang dan tubuhbagian atas yang pendek dan pada umumnya memiliki sistem saraf level yang lebih tinggi
.
Tipe ini juga memiliki otot-otot yang panjang dan tipis. Orang dengan tipe tubuh
 
 
 ASPEK BIOMEKANIKA AKTIVITAS PRAKTIKUM LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN  FISIKA FMIPA UNIMA. DR.Rolles Nixon Palilingan, MS. Staf Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNIMA
 
10/21/2008
 .
E
-
 Mail: rollespalilingan@yahoo.co
 m .
13
 
ektomorfi biasanya memiliki simpanan lemak yang sangat rendah, karena itu orang dengan
tipe ini biasanya kurus.
 
1.1.2
 
Mesomorfi
 
Tipe tubuh
mesomorfi
dicirikan oleh perkembangan otot dengan laju
yang
baik dansuatu jaringan otot level lebih tinggi
. Orang
dengan tipe mesomorfi memiliki tulang-
tulang
yang besar, batang tubuh (
torso
) yang padat disertai level lemak yang rendah. Tipe ini
 juga dikenal memiliki
bahu (
shoul
der 
) lebar dan pinggang (
waist 
)
sempit.
1.1.3
 
Endomorfi
 
Tipe tubuh ekdomorfi dicirikan oleh peningkatan simpanan lemak, akibat memilikisejumlah besar sel-sel lemak dibanding dengan kebanyakan orang, juga memiliki jaringanpencernaan level lebih tinggi. Orang dengan tipe ini memiliki pinggang yang lebar
dan
struktur tulang yang besar.
 
1.2
 
Pengukuran da
n
Penentuan
 
Somatotipe
 
Menurut Carter (2002) ada tiga cara yang dapat digunakan untuk men
entukan
somatotipe seseorang, yaitu:
 
1)
 
Metode antropometrik, dimana antropometri digunakan untuk mengestimasi
kriteria somatotipe.
 
2)
 
Metode fotoskopik, dimana kriteria som
atotipe ditentukan dari hasil fotograf.
 
3)
 
Metode kombinasi, yang memadukan metode antropometrik dan fotoskopik.
 Menurut Carter (2002) sampai sekarang ini metode yang paling banyak digunakan adalah
metode antropometrik.
 Penentuan kriteria somatotipe dimulai d
engan
cara mengukur variabel-
variabel
somatotipe
(Fox, Bowers, and Foss, 1988; Carter, 2002
),
yaitu variabel-variabel yangdibutuhkan dalam pen
entuan
somatotipe
yang terdiri dari: trisep (mm), subskapula (mm),suprailiaka (mm), betis (mm), tinggi badan (cm), lebar humerus (cm), lebar femur (cm),
lingkar bisep (cm), lingkar betis (cm), dan berat badan (kg).
 
 
 
 ASPEK BIOMEKANIKA AKTIVITAS PRAKTIKUM LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN  FISIKA FMIPA UNIMA. DR.Rolles Nixon Palilingan, MS. Staf Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNIMA
 
10/21/2008
 .
E
-
 Mail: rollespalilingan@yahoo.co
 m .
14
 
Berat badan diukur dengan timbangan, sedangkan variabel-variabel lainnya diukurdengan menggunakan antropometer, jangka sorong dan Skin Fold Caliper.
Un
tuk kebutuhan aplikasi perhitungan somatotipe, pada Tabel 3
.1
diberikan contoh
data
dua orang subyek. Data subyek (a) adalah data seorang mahasiswa yang diperolehdengan menggunakan peralatan yang ada di laboratorium bagian Faal Fakultas Kedokteran
Univers
itas Udayana, dan data subyek (b) adalah data yang diberikan oleh (
Anonim,2007b).
Data yang dimaksud adalah sebagaimana dalam Tabel
3.
1.
 
Tabel 3.1. Contoh Data Variabel Somatotipe
. (a) Hasil pengukuran seorangmahasiswa, (b) Data dari Anonim (2007b).
Hasil
Pengukuran
 N
o.
 
Variabel Somatotipe
 
(a)
 
(b)
1.
 
Trisep (mm)
 
23,0
 
18,8
 
2.
 
Subskapula (mm)
 
17,2
 
13,4
 
3.
 
Suprailiaka (mm)
 
22,0
 
13,8
 
4.
 
Betis (mm)
 
27,0
 
10,8
 
5.
 
Tinggi Badan (cm)
 
152,0
 
162,0
 
6.
 
Lebar Humerus (cm)
 
5,8
 
5,5
 
7.
 
Lebar Femur (cm)
 
9,2
 
8,
7
 
8.
 
Lingkar Bisep (cm)
 
26,0
 
25,1
 
9.
 
Lingkar Betis (cm)
 
39,2
 
34,0
 
10.
 
Berat badan (kg)
 
57,0
 
49,0
 
Berdasarkan data dalam Tabel 3.1, dilakukan perhitungan somatotipe
dengan
menggunakan Formulir Penilaian Somatotipe Heath-
Carter.
Perhitungan dilakukan
secara
manual dengan
membuat p
rogram perhitungan sederhana
dengan
menggunakan
Microsoft
Excel 2003
.Prosedur perhitungan secara manual, tahap-tahapnya telah diberikan oleh
Nala
(2007) dan juga oleh Carter (2002). Dengan menggunakan prosedur perhitungan terseb
ut,
menggunakan data pada Tabel
2.1,
prosedur dan hasil perhitungan diberikan dalam
Lampiran 1.
 
Selain dengan cara manual sebagaimana yang telah diberikan oleh Nala (2007) dan
 juga oleh Carter (2002), somatotipe dapat juga ditentukan dengan membuat progra
m

Activity (47)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Danut Lipan liked this
Mat Bhotak liked this
Amalia Febiana liked this
Aan Romadhoni liked this
Nadya Rishelin liked this
Fikri Taland liked this
Yesi Melisa liked this
Samsul Anam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->