Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HARI GURU

HARI GURU

Ratings: (0)|Views: 8|Likes:
Published by Rahmatsyah Putra

More info:

Published by: Rahmatsyah Putra on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

 
Refleksi Hari Guru ke-66Oleh Yulhasni
Akankah guru di Indonesia ini terus mendapat tempat di hati rakyat? Atau akankah guruhanya tetap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa sepanjang hayatnya. Usia guru Indonesia telah 66tahun. Seperti diketahui, sebagai penghormatan kepada guru dan juga PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November,yang juga hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melaluiUndang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama. Lantas apa yang hendak direnungi untuk satu profesi yang dulunya sering dipandang sebelahmata itu?Langkah-langkah untuk perbaikan nasib guru sebenarnya telah berlangsung sejak dunia pendidikan mendapatkan ‘penghargaan’ dengan alokasi 20% dari APBN. Guru profesional puntelah dicanangkan lewat proses sertifikasi guru. Bahkan untuk perbaikan pelaksanaan sertifikasiguru untuk tahun 2012 pemerintah akan mengimplementasikan dalam empat hal yaitu penetapan peserta melalui sistem
online,
uji kompetensi, perankingan dimulai dari usia, masa kerja, golongan,dan penjadwalan.Di sisi lain, masyarakat telah memasang patokan tinggi terhadap profesionalisme guru. Gurudituntut untuk terus mengembangkan diri, mengasah wawasan dan terus mencari metode pengajaranterbaik guna membekali anak didiknya dengan visi yang tajam dan ilmu yang menjanjikan sehinggamasa depan muridnya cemerlang. Standarisasi tersebut terkadang memberatkan sekaligus cambuk yang selalu membuat guru harus mengerti keinginan masyarakat. Tidak jarang, ketika tawuranantarpelajar marak, prilaku seks bebas yang kian mengkuatirkan, masyarakat langsung menuduh penyebabnya karena ketidakprofesional guru sebagai tenaga pendidik. Tapi problemnya bagaimanaguru dapat memenuhi standar profesionalisme seperti yang diharapkan masyarakat sementara nasibguru sendiri tak menentu? Bukan rahasia umum lagi yaitu gaji guru yang rendah.Meningkatkan standarisasi guru tentu saja tidak dengan memberinya sebuah pengharapanhidup yang lebih terjamin. Kasus guru jual buku, guru yang ‘nyambi’ jadi penarik becak, sopir angkot, misalnya, tentu saja itu terkait dengan ketidaksanggupan mereka mengemban beban besar dengan pendapat yang kecil. Namun profesionalisme guru juga harus dilihat dari filosofikemanusiaan yang mereka emban. Sebagai pemberi ilmu, guru tentu saja memiliki karakteristik yang khas dari profesi lain di tanah air. Karena karakter yang khas tersebut makanya guru dianggapsebagai manusia setengah dewa. Guru adalah profesi yang telah eksis sejak sejarah peradabanmanusia ada. Guru diyakini sebagai salah satu penjamin keberlangsungan peradaban itu sendiri.Guru adalah fasilitator ilmu dan ketauladanan. Guru itu tidak sekedar digugu dan ditiru.Sebagai tenaga pendidik tentunya guru dituntut untuk memahami betul filosofi pengajaran.Filosofi pengajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting di dalam portofolioseorang guru. Guru yang memiliki filosofi pengajaran, jelas memiliki rambu-rambu yang jelas didalam menjalankan tugasnya. Filosofi pengajaran dapat dianalogikan sebagai “Dasar Negara”,karena di dalam filosofi tersebut tercantum segala aspek yang ideal dari seorang guru dan usaha-usaha yang direncanakan oleh guru tersebut untuk mencapainya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.Di tengah tuntutan profesionalisme tersebut, kita masih membutuhkan penambahan tenaga-tenaga guru dalam usaha memajukan peradaban bangsa ke depan. Kekurangan tenaga guru setiaptahun selalu muncul sebagai problem lain dari dunia pendidikan kita. Rasio tenaga guru dengan jumlah murid masih sangat jauh memadai. UNESCO bahkan pernah melansir berita saat ini duniamembutuhkan 8,2 juta guru agar ‘’universal primary education’’ yaitu kondisi seorang gurumengajar 40 orang siswa dalam satu kelas, dapat tercapai. Di Indonesia sebagaimana data yangdilansir Kementerian Pendidikan Nasional membutuhkan sedikitnya 70 ribu guru yang profesionalsetiap tahun yang harus dipenuhi terutama sejak 2011 hingga 2014. Saat ini tercatat total guru di
1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->