You are on page 1of 56

1

BAHAN AJAR





GRAFIKA KOMPUTER

MMS 2604 / 3 sks



















Disusun Oleh :

DRS. JANOE HENDARTO MKOM.






Program Studi Il mu Komputer
Jurusan Matematika
Fakul tas Matemati ka dan Il mu Pengetahuan Al am
Uni versi tas Gadjah Mada
2006
www.digizoneku.com
BAB I
PENDAHULUAN




I.1 LATAR BELAKANG

Perkembangan grafika komputer menuntut para pengembang sistem aplikasi
grafika komputer untuk dapat mengembangkan suatu informasi yang dilengkapi dengan
visualisasi dan animasi, agar dapat lebih mudah dipahami oleh pihak yang menggunakan
sistem tersebut. Grafika komputer telah menunjukkan kemajuan yang pesat dalam
pengembangan berbagai aplikasi untuk menghasilkan gambar
Grafika komputer digunakan untuk menunjang berbagai bidang dengan teknologi
grafika berbasis komputer. Penggunaan grafika komputer telah lama digunakan dalam
beberapa macam aplikasi, diantaranya pendidikan, kedokteran, fisika, matematika,
multimedia, dan lain-lain. Pada saat ini grafika komputer sudah digunakan pada bidang
sains, engineering, kedokteran, bisnis, industri, pemerintahan, seni, hiburan, iklan,
pendidikan, dan lain-lain.
Oleh karena itu, sudah semakin banyak pula bahasa pemrograman yang
dilengkapi dengan tools/library pembuatan grafik Salah satu tools/library pembuatan
aplikasi grafik adalah OpenGL (Open Graphics Library). OpenGL(Open Graphics Library)
adalah suatu spefikasi grafik yang low-level yang menyediakan fungsi untuk pembuatan
grafik primitif termasuk titik, garis, dan lingkaran. OpenGL digunakan untuk
mendefinisikan suatu objek, baik objek 2 dimensi maupun objek 3 dimensi.
OpenGL juga merupakan suatu antarmuka pemrograman aplikasi (application
programming interface (API) yang tidak tergantung pada piranti dan platform yang
digunakan, sehingga OpenGL dapat berjalan pada sistem operasi Windows, UNIX dan
sistem operasi lainnya. OpenGL pada awalnya didesain untuk digunakan pada bahasa
pemrograman C/C++, namun dalam perkembangannya OpenGL dapat juga digunakan
dalam bahasa pemrograman yang lain seperti Java, Tcl, Ada, Visual Basic, Delphi,
maupun Fortran. Namun OpenGL di-package secara berbeda-beda sesuai dengan
bahasa pemrograman yang digunakan. Oleh karena itu, package OpenGL tersebut dapat
di-download pada situs http://www.opengl.org sesuai dengan bahasa pemrograman yang
akan digunakan.

1.2 GRAFIKA KOMPUTER

Menurut Suyoto (2003), grafika komputer (Computer Graphics) dapat diartikan
sebagai perangkat alat yang terdiri dari hardware dan software untuk membuat gambar,
grafik atau citra realistik untuk seni, game komputer, foto dan film animasi. Sistem
grafika komputer dapat dijalankan dengan komputer pribadi (Personal Computer) atau
pada workstation. Grafika komputer semakin lama semakin pesat perkembangannya,
sehingga definisi dari Grafika komputer dapat diartikan sebagai suatu studi tentang
bagaimana menggambar (membuat grafik) dengan menggunakan komputer dan
manipulasinya (merubah sedikit/transformasi/animasi).

Pengertian Grafik berbeda dengan image/citra, image adalah gambar yang
diperoleh dengan alat pengambil gambar, seperti kamera, scanner, dll. Sedangkan Grafik
adalah gambar yang dibuat dengan cara tertentu, yaitu cara yang ada di grafika
komputer. Grafik dan image keduanya termasuk picture/gambar.



www.digizoneku.com 4
1.3 PERANAN DAN PENGGUNAAN GRAFIKA KOMPUTER

Grafika komputer digunakan diberbagai bidang seni, sains, bisnis, pendidikan dan
hiburan. Sebagai contoh :
o Antarmuka pengguna. Setiap aplikasi pada komputer menggunakan Graphical
User Interface (GUI), semua GUI ini menggunakan grafika komputer.
o Perpetaan (Cartography). Setiap peta dapat disimpan, dimanipulasi dan dilihat pada
komputer.
o Kesehatan. Grafika komputer telah digunakan dengan baik dalam perencanaan
maupun pelaksanaan pembedahan.
o Computer Aided Design (CAD). Pengguna dapat merancang banyak objek (seperti
bagian mekanik) menggunakan grafika komputer.
o Sistem Multimedia. Grafika komputer memegang peranan yang sangat penting
dalam sistem multimedia.
o Presentasi grafika untuk produksi slide. Salah satu bidang penting dalam
grafika komputer dikenal sebagai presentasi grafik atau grafik untuk bisnis.
Bidang ini berfokus pada bagaimana menghasilkan gambar secara profesional, sering
dalam bentuk slide untuk menunjukkan kelompok pelanggan dan manajemen.
Sebagaimana slide sering berisi diagram batang atau diagram pie yang menunjukkan
informasi kompleks dalam bentuk yang mudah dipahami dan dimengerti.
o Sistem Paint. Jenis aplikasi editor grafis yang lain. Sistem ini memungkinkan
pengguna beraksi layaknya seperti pelukis yang melukis objek dengan bantuan
komputer.
o Presentasi data saintifik. Data saintifik biasanya kompleks dan berhubungan
antara data yang satu dengan yang lain. Data saintifik ini, biasanya susah untuk
divisualisasikan jika hanya dengan menggunakan piranti biasa.
o Simulasi/pelatihan. Sistem ini memungkinkan pengguna menjalankan
simulasi/pelatihan tertentu.
o Aplikasi lain. Misalnya : desain jaringan logika interaktif, desain arsitektur interaktif,
desain struktur mekanik, kontrol proses, pemrosesan citra, dan lain sebagainya.


Graphics Applications
Computer Aided Design (CAD)
www.digizoneku.com 5
1.4 SISTEM GRAFIK



Display Technologies
Cathode Ray Tubes (CRTs)
Most common display device today
Evacuated glass bottle
Extremely high voltage
Heating element (filament)
Electrons pulled towards
anode focusing cylinder
Vertical and horizontal deflection plates
Beam strikes phosphor coating on front of tube


Electron Gun
Contains a filament that, when heated, emits a
stream of electrons
Electrons are focused with an electromagnet into
a sharp beam and directed to a specific point of
the face of the picture tube
The front surface of the picture tube is coated with
small phospher dots
When the beam hits a phospher dot it glows with a
brightness proportional to the strength of the
beam and how often it is excited by the beam






www.digizoneku.com 6
Display Technologies: CRTs
Vector Displays
Early computer displays: basically an oscilloscope
Control X,Y with vertical/horizontal plate voltage
Often used intensity as Z
Name two disadvantages
Just does wireframe
Complex scenes visible flicker

Display Technologies: CRTs
Raster Displays
Raster: A rectangular array of points or dots
Pixel: One dot or picture element of the raster
Scan line: A row of pixels



www.digizoneku.com 7
Display Technologies: CRTs
Raster Displays
Black and white television: an oscilloscope
with a fixed scan pattern: left to right, top to
bottom
To paint the screen, computer needs to
synchronize with the scanning pattern of raster
Solution: special memory to buffer image with scan-
out synchronous to the raster. We call this the
framebuffer.


Display Technologies: CRTs
Phosphers
Flourescence: Light emitted while the
phospher is being struck by electrons
Phospherescence: Light emitted once the
electron beam is removed
Persistence: The time from the removal of the
excitation to the moment when
phospherescence has decayed to 10% of the
initial light output


www.digizoneku.com 8
Display Technologies: CRTs
Raster Displays
Frame must be refreshed to draw new images
As new pixels are struck by electron beam, others are
decaying
Electron beam must hit all pixels frequently to
eliminate flicker
Critical fusion frequency
Typically 60 times/sec
Varies with intensity, individuals, phospher
persistence, lighting...





Display Technologies: CRTs
Raster Displays
Interlaced Scanning
Assume can only scan 30 times / second
To reduce flicker, divide frame into two fields
of odd and even lines
1/30 Sec 1/30 Sec
1/60 Sec 1/60 Sec 1/60 Sec 1/60 Sec
Field 1
Field 1 Field 2 Field 2
Frame
Frame







www.digizoneku.com 9
Display Technologies: CRTs
Raster Displays
Scanning (left to right, top to bottom)
Vertical Sync Pulse: Signals the start of the next field
Vertical Retrace: Time needed to get from the bottom of the
current field to the top of the next field
Horizontal Sync Pulse: Signals the start of the new scan line
Horizontal Retrace: The time needed to get from the end of
the current scan line to the start of the next scan line

Display Technology: Color CRTs
Color CRTs are much more complicated
Requires manufacturing very precise geometry
Uses a pattern of color phosphors on the screen:
Why red, green, and blue phosphors?
Delta electron gun arrangement In-line electron gun arrangement





www.digizoneku.com 10
Display Technology: Color CRTs
Color CRTs have
Three electron guns
A metal shadow mask to differentiate the
beams




Display Technology: Raster
Raster CRT pros:
Allows solids, not just wireframes
Leverages low-cost CRT technology (i.e., TVs)
Bright! Display emits light
Cons:
Requires screen-size memory array
Discreet sampling (pixels)
Practical limit on size (call it 40 inches)
Bulky
Finicky (convergence, warp, etc)









www.digizoneku.com 11
BAB II PRIMITIF GRAFIK


2.1 ELEMEN GAMBAR UNTUK MENCIPTAKAN GAMBAR DALAM KOMPUTER

Penghasilan citra pada grafika komputer menggunakan primitif grafik dasar.
Primitif ini memudahkan untuk merender (menggambar pada layar monitor)
sebagaimana penggunaan persamaan geometrik sederhana.
Contoh primitif grafik dasar (Gambar 2.1) adalah :
o Titik
o Garis, Segiempat
o Kurva, Lingkaran, ellipse, kurva bezier, kurva lainnya
o Fill area
o Text


















Gambar 2.1 Primitif Grafik.

Objek kompleks dapat dibuat dengan kombinasi dari primitif ini. Adapun contoh grafik
primitif yang lain adalah :
o Poligaris yaitu urutan garis lurus yang saling terhubung.
o Teks adalah bentuk bahasa tulisan dengan simbol-simbol tertentu. Teks merupakan
kumpulan lebih dari dua karakter.
o Citra raster adalah gambar yang dibuat dengan piksel yang membedakan bayangan
dan warna. Citra raster disimpan dalam komputer sebagai larik bernilai numerik.
Larik tersebut dikenal sebagai piksel map atau bitmap. Ada tiga cara untuk
menghasilkan citra grafik yaitu Citra didisain dengan tangan, Citra yang didapat dari
perhitungan dan Citra yang discan. Pemaparan citra raster dinyatakan oleh piksel
dengan video displays (Cathod-ray Tube CRT), flat panel dispalys (LCD), hardcopy
(printer laser, dot matrix printers, ink-jet printers). Contoh proses pemaparan
permukaan adalah citra yang ditangkap lalu disimpan di frame buffer, kemudian
digunakan untuk mewarnai sebuah titik pada permukaan pemapar. Selanjutnya
proses scan di CRT. Frame buffer adalah matriks 2 dimensi yang mewakili piksel pada
pemapar. Ukuran matriks harus cukup untuk menyimpan kedalam warna pemapar
untuk semua piksel. Sebagai contoh pemapar (monitor) berresolusi 1280 x 1024
mempunya kedalaman warna 24 bit (~16 juta warna) membutuhkan ruang simpan
sekitar 4 Mb.
www.digizoneku.com 12
o Piksel dan Bitmap. Jumlah bit yang digunakan untuk mewakili warna/bayangan
dari masin-masing piksel (picture element = pixel). 4 bit/piksel = 24 = 16 level abu-
abu

II.1 INPUT PRIMITIF GRAFIK DAN PIRANTINYA

Sebagaimana banyak piranti dan cara untuk pemaparan output grafika komputer,
demikian pula untuk piranti inputnya, yaitu :
o Keyboards
o Tombol
o Mouse
o Graphics tablets
o Joysticks dan trackballs
o Knobs
o Space balls dan data gloves

Masing-masing input ini mempunyai cara masing-masing untuk mengirimkan input ke
komputer. Input ini diinterpretasikan oleh aplikasi grafika komputer dan dipresentasikan
ke pengguna melalui layar monitor. Data yang diinputkan disebut primitif input.

Beberapa primitif input diantaranya sebagai berikut :
o Titik
o Strings (keyboards, suara)
o Pilihan (tombol, layar sentuh)
o Valuators (analogue dial)
o Locator (mouse)
o Ambil (pemilihan sebagian citra, mouse, lightpen)

II.2 PEMROGRAMAN GRAFIKA KOMPUTER

Ada tiga komponen untuk kerangka kerja aplikasi grafika komputer, yaitu :
o Model aplikasi
o Program aplikasi
o Sistem grafik

Sekarang telah banyak beredar di pasaran aplikasi pengembang cepat (Rapid
Development Applications / RAD) seperti Delphi, Borland C++, Visual C++ dan Visual
Basic. RAD ini memudahkan dalam pembuatan antarmuka, form, tombol, dan lain-lain
sehingga dapat membantu percepatan dalam pembuatan program aplikasi grafik karena
kode yang kompleks untuk pembuatan antarmuka, form, tombol, dan lain-lain sudah
tidak perlu dibuat lagi. RAD juga langsung memudahkan pemrograman Windows

II.3 TRANSFORMASI

Menurut Suyoto (2003), transformasi adalah memindahkan objek tanpa merusak
bentuk. Contoh transforamsi adalah transisi, penskalaan, putaran/rotasi, balikan,
shearing dan gabungan.

Tujuan transformasi adalah
o Merubah atau menyesuaikan komposisi pemandangan
o Memudahkan membuat objek yang simetris
o Melihat objek dari sudut pandang yang berbeda
o Memindahkan satu atau beberapa objek dari satu tempat ke tempat laein. Ini biasa
dipakai untuk animasi computer

www.digizoneku.com 13
Untuk dapat menggunakan transformasi dengan baik maka diperlukan
pengetahuan operasi matrisk dan vector

Operasi matriks:
o Penambahan dan pengurangan
o Perkalian
o Determianan
o Transpos
o Kebalikan (inverse)

Operasi vektor
o Penambahan dan pengurangan
o Perkalian titik (dot product)
o Perkalian silang (cross product)

II.4 OpenGL

OpenGL adalah suatu spefikasi grafik yang low-level yang menyediakan fungsi
untuk pembuatan grafik primitif termasuk titik, garis, dan lingkaran. OpenGL digunakan
untuk mendefinisikan suatu objek, baik objek 2 dimensi maupun objek 3 dimensi.
OpenGL juga merupakan suatu antarmuka pemrograman aplikasi (application
programming interface (API) yang tidak tergantung pada piranti dan platform yang
digunakan, sehingga OpenGL dapat berjalan pada sistem operasi Windows, UNIX dan
sistem operasi lainnya. OpenGL pada awalnya didesain untuk digunakan pada bahasa
pemrograman C/C++, namun dalam perkembangannya OpenGL dapat juga digunakan
dalam bahasa pemrograman yang lain seperti Java, Tcl, Ada, Visual Basic, Delphi,
maupun Fortran. Namun OpenGL di-package secara berbeda-beda sesuai dengan
bahasa pemrograman yang digunakan. Oleh karena itu, package OpenGL tersebut dapat
di-download pada situs http://www.opengl.org sesuai dengan bahasa pemrograman yang
akan digunakan.
Selain OpenGL ada juga tools/library grafik yang dapat dipergunakan yaitu
DirectX. Namun tools ini hanya dapat dipergunakan pada Microsoft Windows. Tabel 2.1
menunjukkan perbandingan antara OpenGL dengan DirectX. Perbandingan ini didasarkan
pada buku OpenGL Game Programming, namun ada beberapa feature yang mungkin
sudah ditambahkan pada DirectX versi terbaru.


Tabel 2.1 Perbandingan OpenGL dengan DirectX

Feature OpenGL DirectX
Vertex Blending N/A Yes
Multiple Operating Systems Yes No
Extension Mechanism Yes Yes
Development Multiple member Board Microsoft
Thorough Specification Yes No
Two-sided lighting Yes No
Volume Textures Yes No
Hardware independent Z-buffers Yes No
Accumulation buffers Yes No
Full-screen Antialiasing Yes Yes
Motion Blur Yes Yes
Depth of field Yes Yes
www.digizoneku.com 14
Stereo Rendering Yes No
Point-size/line-width attributes Yes No
Picking Yes No
Parametric curves and surfaces Yes No
Cache geometry Display Lists Vertex Buffers
System emulation Hardware not present Let app determine
Interface Procedure calls COM
Updates Yearly Yearly
Source Code Sample SDK Implementation


Masing-masing perintah atau fungsi dalam OpenGL mempunyai struktur dan
format yang sama. Tabel 2.2 menunjukkan beberapa contoh perintah yang biasa
digunakan pada OpenGL.










Tabel 2.2 Contoh Perintah-perintah dalam OpenGL

Perintah Arti Keterangan
glVertex2i(x,y); Lokasi titik berada di (x,y) Tipe argumennya adalah
integer dan 2 dimensi yaitu x
dan y
glVertex2f(x,y); Lokasi titik berada di (x,y) Tipe argumennya adalah
float dan 2 dimensi yaitu x
dan y
glVertex3i(x,y,z); Lokasi titik berada di (x,y,z) Tipe argumennya adalah
integer dan 2 dimensi yaitu
x, y dan z
glVertex3f(x,y,z); Lokasi titik berada di (x,y,z) Tipe argumennya adalah
float dan 2 dimensi yaitu x, y
dan z
glClearColour(R, G, B, o); Warna latar belakang Empat komponen warna
yaitu Red, Green, Blue dan
alpha
glColor3f(R, G, B); Warna latar muka (pena) Tiga komponen warna yaitu
Red, Green dan Blue
glColor4f(R, G, B); Warna latar muka (pena) Empat komponen warna
yaitu Red, Green, Blue dan
alpha
glPointSize(k); Ukuran titik k piksel Besar kecilnya ukuran titik
tergantung pada k (integer)
glBegin(GL_POINTS); Titik Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_LINES); Garis Objek primitive (lihat gambar
2.2)
www.digizoneku.com 15
glBegin(GL_LINE_STRIP); Poligaris Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_LINE_LOOP); Poligaris tertutup (polygon) Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_TRIANGLES); Segitiga Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_TRIANGLE_STRIP); Segitiga Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_TRIANGLE_FAN); Segitiga Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_QUADS); Segiempat Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_QUAD_STRIP); Segiempat Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_POLYGON); Poligon Objek primitive (lihat gambar
2.2)
glBegin(GL_LINE_STIPPLE); Garis putus-putus Objek primitive
glBegin(GL_POLY_STIPPLE); Poligon dengan pola
tertentu
Objek primitive
glRect(GLint x1, GLint y1,
GLint x2, GLint y2);
Segiempat siku-siku Objek primitive dan ukuran
segiempat ditentukan oleh
dua titik yaitu (x1,y1) dan
(x2,y2)
glEnd( ); Akhir perintah OpenGL -



















Gambar 2.2 Contoh-contoh Objek Primitif


Perintah tranformasi pada OpenGL adalah
o Translasi glTranslated
o Skala glScaled
o Putar atau rotasi glRotated


Tabel 2.3 Format Fungsi OpenGL

Suffix Tipe data C atau C++ OpenGL
www.digizoneku.com 16
B Integer 8-bit signed char GLbyte
S Integer 16-bit short GLshort
I Integer 32-bit int atau long GLint, GLsizei
F Floating 32-bit float GLfloat, GLclampf
D Floating 64-bit double GLdouble, GLclampd
Ub unsigned 8-bit unsigned char GLubyte, GLboolean
Us unsigned 16-
bit
unsigned short GLushort
Ui unsigned 32-
bit
unsigned int atau unsigned
long
GLuint, GLenum, GLbitfield


II.5 The OpenGL Utility Toolkit (GLUT)

GLUT dapat menyederhanakan implementasi program dengan menggunakan
OpenGL. GLUT didesain secara serdehana untuk merender sebuah program yang dibuat
dengan OpenGL. Versi GLUT yang ada pada saat ini adalah 3.7.6. GLUT juga mendukung
fungsi-fungsi, antara lain:
o Mutiplewindows dalam render window OpenGL.
o Memproses kejadian Callback.
o Dapat menerima reaksi dari input (antara lain mouse dan keyboard).
o Mempermudah cascading fasilitas menu pop-up.
o Mendukung bitmap dan stroke fonts.
o Manajemen windows.




BAB III GRAFIKA 2D


3.1 Transformasi window to viewport

Objek yang akan digambar pada layar biasanya memiliki ukuran yang jauh
lebih besar dibanding ukuran layar, sehingga perlu dilakukan
pemetaan/transformasi yang memungkinkan objek tersebut bisa digambar pada
layar. Meskipun demikian, objek seringkali terlalu rumit untuk ditampilkan pada
layar dengan koordinat yang sangat terbatas. Sehingga biasanya kita memilih
bagian tertentu dari objek untuk ditampilkan pada layar. Didalam memilih objek
yang akan ditampilkan biasanya dibatasi oleh sebuah kotak yang disebut dengan
jendela (window).
Dalam praktek kita bisa menggunakan seluruh atau sebagian lebar layar untuk
menmpilkan objek yang berada pada sebuah jendela. Daerah layar yang dipilih
untuk menampilkan objek yang dimaksud disebut viewport. Dalam keadaan
normal, viewport akan meliputi seluruh layar lebar. Meskipun demikian, kita bisa
memilih bagian tertentu dari layar untuk dijadikan sebuah viewport.

3.2 Manipulasi Gambar/Transformasi
Sejumlah objek seringkali mempunyai sifat simetri. Sehingga untuk
menggambar seluruh objek, cukup dilaksanakan dengan melakukan manipulasi
www.digizoneku.com 17
terhadap objek yang sudah ada, misalnya dengan pencerminan, pergeseran, atau
pemutaran objek yang sudah digambar terlebih dahulu.
Kita akan mempelajari cara mentransformasikan objek grafis khususnya objek
grafis 2D sebagai salah satu cara untuk memanipulasi objek grafis dan sistem
koordinat yang dipakai dengan cara yang lebih terorganisir dan efisien. Salah satu
contoh penting untuk diketahui adalah pemakaian transformasi jendela ke
viewport.
Ada dua cara untuk melakukan transformasi, yaitu transformasi objek dan
transformasi kordinat. Pada transformasi objek semua titik pada sembarang objek
akan dirubah sesuai dengan aturan tertentu sementara kordinatnya tetap. Pada
transformasi sistem koordinat, objek tetap tetapi karena sistem koordinatnya
diganti maka kedudukan objek harus disesuaikan dengan kedudukan sistem
kordinat yangbaru.
Jenis-jenis transformasi
1. Translasi
Sembarang titik pada bidang xy bisa digeser ke sembarang tempat dengan
menambahkan besaran pada absis x dan ordinat y. Translasi adalah
transformasi dengan bentuk tetap memindahkan objek apa adanya. Dengan
menggunakan persamaan Q = PM + tr, maka hasil pergeseran bisa dinyatakan
sbb:
(Q
x
, Q
y
) = (P
x
+tr
x
, P
y
+tr
y
)
dimana tr
x
adalah vektor translasi menurut sumbu x sedang tr
y
adalah vektor
translasi menurut sumbu y, dan matrik M bisa dikatakan sebagai matrix
identitas.
Sembarang objek bisa digeser ke posisinya yang baru dengan mengoperasikan
persamaan diatas pada setiap titik dari objek tersebut. Hal ini karena setiap
garis dari objek tersebut terdiri dari titik-titik yang jumlahnya tak terbatas,
maka proses penggeseran bisa berlangsung sangat lama. Tetapi pada
kenyataannya kita cukup menggeser dua titik ujungnya saja dan kemudian
menggandeng dua titik tersebut untuk membentuk garis hasil pergeseran.
Contoh translasi:
Untuk menggambarkan translasi objek yang berupa garis dengan koordinat
A(10,10), B(30,10) dengan vektor translasi (10,20)

Titik A Qx=Px +trx =10 + 10 =20
Qy=Py + try =10+20=30
Hasil translasi A = (20, 30)
Titik B Qx=Px + trx = 30+10 = 40
Qy=Py + try = 10+20 =30
Hasil translasi B = (40, 30)

2. Rotasi
Kita bisa memutar objek searah dengan arah perputaran jarum jam(dinyatakan
dengan sudut negatif) atau berlawanan arah dengan arah jarum jam(dinyatakan
sebagai sudut positif).
www.digizoneku.com 18
Dengan menganggap bahwa besarnya sudut putar adalah sama dengan O,
maka posisi sebuah titik yang baru adalah:
Q
x
= P
x
cos( O) - P
y
sin( O)
Q
y
= P
x
sin( O) + P
y
cos( O)
Dengan menggunakan notasi matrix, maka besaran M bisa dikatakan sbb:
M = cos(0) sin(0)
-sin(0) cos(0)

3. Skala
Penskalaan adalah proses untuk memperbesar atau memperkecil suatu
gambar. Dengan faktor absolut yang lebih besar dari 1, akan diperoleh gambar
yang lebih besar dan semakin menjauh dari titik(0,0). Sebaliknya dengan
faktor skala yang mempunyai nilai absolut lebih kecill dari 1, akan diperoleh
gambar yang lebih kecil dan mendekat ke titik (0,0).
Dengan menggunakan persamaan Q=PM+tr, maka hasil penggeseran bisa
dinyatakan sebagai:
(Qx, Qy)=(SxPx, SyPy)
Dengan Sx adalah faktor skala ke arah mendatar dan Sy adalah faktor skala
arah tegak dan ofset vektor tr bernilainol. Dengan menggunakan notasi matrix,
maka matrixM bisa dinyatakan sbb:
M= (sx 0)
(0 sy)



PROGRAM TRANSFORMASI

Dengan memakai delphi, Buatlah program dengan tampilan seperti dibawah ini.
Bila program dijalankan, ada dua pilihan:
Jenis transformasi Memutar
Jika memilih transformasi memutar kita disuruh menginputkan besar sudut
yang diminta dan kemudian inputkan x1, y1, x2, y2 lalu klik gambar maka
akan tampil gambar pada kotak paintbox dan klik transformasi maka gambar
akan memutar sesuai sudut yang diisi. Dan gambar asli tetap nampak.
Jenis transformasi Perbesar/perkecil
Jika memilih transformasi perbesar/perkecil kita disuruh menginputkan besar
skalanya dan kemudian inputkan x1, y1, x2, y2 lalu klik gambar maka akan
tampil gambar pada kotak paintbox dan klik transformasi maka gambar akan
tampil sesuai skala yang diisi.

www.digizoneku.com 19




programnya adalah sbb:
rogram transformasi gambar
procedure TForm1.GambarClick(Sender: TObject);
begin
if ((IsiX1.Text='')or (IsiX2.text='') or (IsiY1.text='' )or (IsiY2.text='')or
(IsiX1.Text=' ')or (IsiX2.text=' ') or (IsiY1.text=' ' )or (IsiY2.text=' ')) then
MessageDlg('X1, Y1, X2 dan Y2 harus anda isi',mtWarning, [mbOk],0)
else
with ttk do
begin
x1 := strtoint(IsiX1.Text);
y1 := strtoint(IsiY1.Text);
x3 := strtoint(IsiX2.Text);
y3 := strtoint(IsiY2.Text);
x2 := x3;
y2 := y1;
x4 := x1;
y4 := y3;
xn := (x3 + x1) div 2;
yn := (y3 + y1) div 2;
PaintBox1.Canvas.Brush.Color := claqua;
Paintbox1.Canvas.Polygon([Point(x1, y1), Point(x2, y2), point(x3, y3),
Point(x4, y4)]);
end;
end;
www.digizoneku.com 20
procedure TForm1.RadioTransformasiClick(Sender: TObject);
begin
if RadioTransformasi.ItemIndex =0 then
begin
Label1.Caption := 'Besar Sudut';
pil.caption:='Derajat';
end
else
begin
Label1.Caption := 'Besar Skala';
pil.caption:='Kali';
end;
end;


{ procedure transformasi }

procedure TForm1.TransformasiClick(Sender: TObject);
var
temp : Titik;
tet : integer;
s, kali : real;
lebar, tinggi : integer;
begin
{transformasi untuk memutar }
if ((IsiX1.Text='')or (IsiX2.text='') or (IsiY1.text='' )or (IsiY2.text='')or
(IsiX1.Text=' ')or (IsiX2.text=' ') or (IsiY1.text=' ' )or (IsiY2.text=' ')
or (IsiPil.text='')or (IsiPil.text=' ') or (RadioTransformasi.ItemIndex=-1)) then
MessageDlg('PENGISIAN DATA BELUM LENGKAP',mtWarning,
[mbOk],0)
else
if RadioTransformasi.itemindex = 0 then
begin
with ttk do
begin
tet:=strtoint(IsiPil.text);
s := tet * pi / 180;
temp.x1 := xn + round((x1 - xn)*(cos(s))-(y1 - yn)*(sin(s)));
temp.x2 := xn + round((x2 - xn)*(cos(s))-(y2 - yn)*(sin(s)));
temp.x3 := xn + round((x3 - xn)*(cos(s))-(y3 - yn)*(sin(s)));
temp.x4 := xn + round((x4 - xn)*(cos(s))-(y4 - yn)*(sin(s)));
temp.y1 := yn + round((x1 - xn)*(sin(s))+(y1 - yn)*(cos(s)));
temp.y2 := yn + round((x2 - xn)*(sin(s))+(y2 - yn)*(cos(s)));
temp.y3 := yn + round((x3 - xn)*(sin(s))+(y3 - yn)*(cos(s)));
temp.y4 := yn + round((x4 - xn)*(sin(s))+(y4 - yn)*(cos(s)));
end;
ttk.x1 := temp.x1;
ttk.x2 := temp.x2;
www.digizoneku.com 21
ttk.x3 := temp.x3;
ttk.x4 := temp.x4;
ttk.y1 := temp.y1;
ttk.y2 := temp.y2;
ttk.y3 := temp.y3;
ttk.y4 := temp.y4;
PaintBox1.Canvas.Brush.Color :=clred;
with ttk do
Paintbox1.canvas.Polygon([Point(x1, y1), Point(x2, y2), Point(x3, y3),
Point(x4, y4)]);
end

{transformasi untuk memperbesar/memperkecil }
else
begin
kali :=strtofloat(IsiPil.text);
with ttk do
begin
lebar := x3 - x1;
tinggi := y3 - y1;
x1 := xn - round(lebar / 2 * kali );
x3 := xn + round(lebar / 2 * kali );
y1 := yn - round(tinggi / 2 * kali );
y3 := yn + round(tinggi / 2 * kali );
x2 := x3;
y2 := y1;
x4 := x1;
y4 := y3;
end;
PaintBox1.Canvas.Brush.Color := clblue;
with ttk do
Paintbox1.canvas.Polygon([Point(x1, y1), Point(x2, y2), Point(x3, y3),
Point(x4, y4)]);
end;
end;

procedure TForm1.KeluarClick(Sender: TObject);
begin
Close;
end;

procedure TForm1.HapusClick(Sender: TObject);
begin
Paintbox1.Refresh;
Label1.caption := 'Pilihan ';
IsiPil.text := ' ';
IsiX1.text := ' ';
IsiX2.text := ' ';
www.digizoneku.com 22
IsiY1.text := ' ';
IsiY2.text := ' ';
RadioTransformasi.itemindex := -1 ;
end;

www.digizoneku.com
BAB IV
GRAFIKA 3D

4.1 Konsep 3 Dimensi
4.1.1 Sistem Koordinat 3 Dimensi
Secara umum, sistem koordinat tiga dimensi dibedakan menjadi dua, yaitu
sistem koordinat tangan kiri dan sistem koordinat tangan kanan. Sistem koordinat
tangan kanan dapat digambarkan dengan tiga buah jari pada tangan kanan yang
menghadap pengamat yaitu jari tengah sebagai sumbu z positif, jari telunjuk sebagai
sumbu y dan ibu jari sebagai sumbu x. . Sedangkan sistem koordinat tangan kiri
dapat digambarkan dengan tiga buah jari pada tangan kiri dengan punggung tangan
menghadap pengamat dengan jari tengah sebagai sumbu z negaaif, jari telunjuk
sebagai sumbu y dan ibu jari sebagai sumbu x.
Sistem koordinat tangan kanan banyak digunakan pada penggambaran
geometri. Sebaliknya sistem koordinat tangan kiri banyak digunakan pada
peggambaran pada grafika komputer. Hal itu dilakukan agar objek tiga dimensi
memiliki nilai z positif.
Setiap titik dalam sistem koordinat tiga dimensi dapat dijelaskan posisinya
dengan memberitahu seberapa jauh, tingggi dan lebar dari objek aslinya yang
dtuliskan dalam koordinat-koordinat pada sumbu x, y, dan z.


Gambar 4.1 Koordinat Tiga Dimensi

4.1.2 Objek 3 Dimensi
www.digizoneku.com 10
Objek tiga dimensi jelas memiliki banyak perbedaan dengan objek dua
dimensi. Dengan koordinat x, y, z yang diperlukan, membuat pengerjaan objek tiga
dimensi menjadi lebih rumit. Dalam pembuatannya, diperlukan koordinat untuk
menentukan sudut pandang pengamat, kedalaman yang diperlukan, dan transformasi
objek untuk mempermudah pengerjaan.

4.1.3 Transformasi Objek 3 Dimensi
Metode transformasi objek tiga dimensi sangat berbeda dengan objek dua
dimensi karena terdapat sumbu z untuk ditambahkan sebagai salah satu acuan untuk
memperoleh posisi .koordinat baru.
4.1.3.1 Translasi (Perpindahan)
Dalam tranformasi objek tiga dimensi, translasi adalah pemindahan suatu titik
dari titik P=(x,y,z) ke posisi P=(x,y,z) (Hearn, 1994) dengan menggunakan operasi
matriks :

.. Operasi 4.1

Parameter t
x
, t
y
, dan t
z
menjelaskan perpindahan jarak untuk koordinat x, y, dan z.

Gambar 4.2 Memindahkan titik dengan translasi vektor T=(t
x
, t
y
, t
z
)
Sebuah bangun tiga dimensi yang ditranslasikan dengan vektor tertentu, dilakukan
dengan memindahkan titik-titik sesuai dengan vektor tersebut.
|
|
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
|
|
|
.
|

\
|
1 1 0 0 0
1 0 0
0 1 0
0 0 1
1
'
'
'
z
y
x
t
t
t
z
y
x
z
y
x
www.digizoneku.com 11
|
|
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
|
|
|
.
|

\
|
1 1 0 0 0
0 1 0 0
0 0 cos sin
0 0 sin cos
1
'
'
'
z
y
x
z
y
x








Gambar 4.3 Memindahkan balok dengan translasi vektor T=(t
x
, t
y
, t
z
)

4.1.3.2 Rotasi
Menurut Donald Hearn (1994), untuk merotasikan sebuat objek diperlukan
sumbu rotasi (poros untuk merotasikan objek) dan jumlah rotasi angular. Tidak seperti
rotasi pada objek dua dimensi, yang titik putarnya hanya pada sumbu x dan y, untuk
mentransformasikan objek tiga dimensi, titik dapat diletakkan di koodinat x, y, dan z.

a) Rotasi dengan z b) Rotasi dengan x c) Rotasi dengan y
sebagai sumbu putar sebagai sumbu putar sebagai sumbu putar
Gambar 4.4 Rotasi dengan sumbu x, y, z
sebagai sumbu putar
Rotasi dengan sumbu z sebagai sumbu putar memiliki persamaan matrik :

Operasi 4.2

www.digizoneku.com 12
|
|
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
|
|
|
.
|

\
|
1 1 0 0 0
0 cos sin 0
0 sin cos 0
0 0 0 1
1
'
'
'
z
y
x
z
y
x


|
|
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
|
|
|
.
|

\
|
1 1 0 0 0
0 cos 0 sin
0 0 1 0
0 sin 0 cos
1
'
'
'
z
y
x
z
y
x


rotasi tersebut digambarkan seperti berikut :




Rotasi dengan sumbu x sebagai sumbu putar memiliki persamaan matrik :

Operasi 4.3

rotasi tersebut digambarkan seperti berikut :

Gambar 4.6 Rotasi dengan x sebagai sumbu putar
Rotasi dengan sumbu y sebagai sumbu putar memiliki persamaan matrik :

Operasi 4.4

Gambar 4.5 Rotasi dengan z sebagai sumbu putar
www.digizoneku.com 13
|
|
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
|
|
|
.
|

\
|
1 1 0 0 0
0 0 0
0 0 0
0 0 0
1
'
'
'
z
y
x
s
s
s
z
y
x
z
y
x
rotasi tersebut digambarkan seperti berikut :

Gambar 4.7 Rotasi dengan y sebagai sumbu putar
4.1.3.3 Penskalaan
Transformasi skala adalah perubahan ukuran suatu objek (Sutopo, dua00dua).
Koordinat baru dapat diperoleh dengan melakukan perkalian nilai koordinat , yang
dijabarkan dalam matrik :


Operasi 4.5



Bangun yang telah dilakukan penskalaan seperti pada gambar berikut :

Gambar 4.8 Penskalaan bangun tiga dimensi

4.1.4 Proyeksi
Ada dua macam metode proyeksi yaitu proyeksi paralel dan proyeksi perspektif.
www.digizoneku.com 14





4.1.5 Proyeksi Paralel
Proyeksi paralel adalah pemindahan letak awal koordinat menuju bidang
pandang di sepanjang garis paralel (Hearn, 1994), seperti digambarkan pada gambar
4.9

Gambar 4.9 Proyeksi paralel dari suatu objek

4.1.6 Proyeksi Perspektif
Proyeksi perspektif adalah pemindahan posisi objek menuju bidang pandang
melalui garis yang berkumpul menjadi suatu titik yang disebut dengan projection
refrence point (pusat proyeksi). (Hearn, 1994). Hal ini digambarkan seperti pada
gambar 4.10
www.digizoneku.com 15

Gambar 4.10 Proyeksi perspektif dari suatu objek
:Proyeksi perspektif mempunyai jarak relatif yaitu antara mata dan bidang pandang.
Contoh sederhana proyeksi perspektif dari sebuah titik pada bidang pandang dan mata
digambarkan pada gambar 4.11

Gambar 4.11 Proyeksi perspektif dari sebuah titik
pada bidang pandang dan mata


4.1.7 Viewport
Viewport adalah daerah layar yang dipilih untuk menampilkan objek yang
dimaksud (Santosa, 1994). Sebelum daerah layar dipilih, gambar dari objek asli
biasanya akan memenuhi ukuran layar. Sehingga diperlukan viewport (daerah layar)
untuk memetakan gambar tersebut agar dapat tampak sesuai dengan unkuran yang
dikehendaki pada layar, seperti ditunjukkan pada gambar 4.12

Gambar 4.12 Viewport pada layar
www.digizoneku.com 16
4.2 OpenGL
OpenGL adalah perangkat lunak yang langsung berinteraksi dengan perangkat
keras grafik. Perangkat ini terdiri lebih dari 150 perintah yang berbeda yang
digunakan untuk menggambarkan suatu objek dan operasi yang dibutuhkan untuk
membuat aplikasi tiga dimensi yang interkatif.
4.2.1 Pembuatan Objek
OpenGL dirancang sebagai perangkat yang instan dan tidak tergantung pada
sistem operasi dan bahasa pemrograman apapun. Perintah yang terdapat pada
OpenGL tetap sama pada semua sistem operasi karena OpenGL tidak
mengimplementasikan window khusus untuk merancang suatu objek seperti program
visual lainnya. Sebagai gantinya, diharuskan untuk membuat window sendiri menurut
sistem operasi yang digunakan dan bahasa pemrograman yang dipakai.
Secara sederhana, OpenGL bukanlah bahasa pemrograman tingkat tinggi,
namun untuk membuat sebuah objek yang rumit, diperlukan beberapa perintah
sederhana untuk membangun perlahan-lahan objek tersebut.
4.2.2 Perintah (Command)
Perintah pada OpenGL biasanya menggunakan kata depan gl dan huruf kapital
untuk kata selanjutnya yang merupakan perintah untuk membuat objek. Misalkan
glClearColor. OpenGL juga menggunakan huruf kapital untuk semua huruf dan
dibatasi oleh garis bawah (underscore). Misalkan GL_COLOR_BUFFER_BIT.

Perintah dalam OpenGL mempunyai bagian-bagian seperti berikut ini:
Keterangan :
(a) Kata depan yang biasa mengawali perintah dalam OpenGL
(b) Perintah dalam OpenGL, biasanya diawali dengan huruf kapital
(c) Merupakan akhiran yang berarti perintah ini memiliki tiga parameter
(d) Merupakan akhiran yang berarti perintah ini memiliki tipe data floating point
www.digizoneku.com 17
(e) Tempat untuk menuliskan parameter yang diperlukan sesuai dengan yang telah
ditulis lebih awal
OpenGL memiliki tipe data berikut:
Kode Jumlah Bit Tipe Data
Tipe Data Pada
OpenGL
b 8 byte GLByte
s 16 short GLShort
I 32 integer GLint atau GLsizei
f 32 floating point GLfloat atau GLclampf
d 64 double
GLdouble atau
GLclampz
ub 8
char Glubyte atau
GLboolean
us 16 unsigned integer GLushort
ui 32
GLuint atau GLenum
atau GLbitfield




4.2.3 Pembuatan Objek
www.digizoneku.com 18
Sebelum membuat objek, terlebih dahulu kita lihat contoh kode program OpenGL
sederhana berikut :

Untuk membuat objek pada OpenGL, diperlukan file-file yang mempunyai
library yang berisi prosedur-prosedur yang telah menginisialisasikan kode dalam
OpenGL. Selanjutnya, perlu diinisialisasikan window untuk menampilkan objek yang
dibuat dengan menggunakan OpenGL. Penginisialisasian window ini tidak
menggunakan OpenGL, melainkan memakai bahasa pemrograman pascal
dikombinasikan dengan win32api. Namun pada tugas akhir ini, dalam
penginisialisasian window akan digunakan GLUT (OpenGL Utility Library).
Penjelasan lebih lanjut mengenai GLUT akan dijelaskan setelah pembahasan
OpenGL.
Setelah penginisialisaian window dilakukan, langkah selanjutnya adalah
memeri warna ppada window dengan mengetikkan kode glClearColor (0, 0, 0,
0). Parameter pada glclearcolor ini adalah (red, green, blue, alpha),
Program ContohKodeOpenGL;
use <fileYangDiperlukan.pas>

procedure main();
begin
InisialisasikanWindow();
glClearColor (0, 0, 0, 0);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glColor3f (1, 1, 1);
glBegin(GL_QUADS);
glVertex3f (0.25, 0.25, 0);
glVertex3f (0.75, 0.25, 0);
glVertex3f (0.75, 0.75, 0);
glVertex3f (0.25, 0.75, 0);
glEnd();
glFlush();
PerbaharuiWindowDanCekEvent();
end;

www.digizoneku.com 19
sehingga nantinya berapapun nilai yang kita berikan untuk mengkombinasi nilai
RGBA pada parameter glclearcolor akan menjadi background pada window.
Setelah pemberian background selesai, langkah selanjutnya adalah dengan
mengetikkan perintah glclear(GL_COLOR_BUFFER_BIT), perintah ini dilakukan
untuk menghilangkan warna yang ada sebelumnya sehingga objek dengan warna baru
dapat ditampilkan. Tanpa mengetikkan perintah ini, maka objek yang telah dibuat
tidak dapat ditampilkan.
Setelah penginisialiasian tersebut dilakukan, maka mulailah membuat objek 2
atau 3 dimensi. Langkah-langkah untuk membuat objek 2 atau 3 dimensi akan
dijelaskan pada subbab setelah ini.
Ketika pengkodean untuk membuat objek selesai, maka ditulis perintah
glFlush() yang berfungsi untuk menjalankan program OpenGL tanpa harus
menunggu perintah berikutnya.
Ketika seluruh pembuatan objek selesai dilakukan, harus dilakukan
perbaharuan terhadap window dan melakukan event-event lain yang dianggap perlu.




4.2.3.1 Titik
Titik pada koordinat 3 dimensi terletak pada posisi x, y, dan z, dapat pula
terletak pada posisinya di koordinat 2 dimensi. Secara default, titik digambar dengan
ketebalan 1 piksel. Namun hal itu dapat diubah dengan perintah berikut:
www.digizoneku.com 20
Perintah diatas berfungsi untuk memberi nilai pada lebar piksel yang ukurannya
harus berada lebih besar dari 0 dan nilai defaultnya adalah 1. Ukuran titik sama
dengan1 berarti ukuran pikel adalah 1x1, begitu juga bila ukuran titik adalah 3, maka
ukuran titik tersebut adalah 3x3 piksel, seperti digambarkan pada gambar 4.13

Gambar 4.13 Titik dengan ukuran 10 piksel dan 30 piksel
Kode program dalam OpenGL dari contoh diatas adalah
glBegin(GL_POINTS);
glVertex3f(-1,0,0);
glend();
glPointSize(10);
glBegin(GL_POINTS);
glVertex3f(1,1,0);
glEnd();
glPointSize(30);
glFlush();
4.2.3.2 Garis
Membuat garis pada OpenGL dapat dibuat dengan menentukan letak titik awal
dan akhir pada koordinat 3 dimensi (x, y dan z), dapat pula dibuat dengan menentukan
posisi titik awal dan akhir pada koordinat 2 dimensi. Garis dapat dibuat dengan
glPointSize (size: GLfloat);
www.digizoneku.com 21
ketebalan dan style yang berbeda, seperti titik-titik, garis-garis, dan gabungan antara
keduanya.
4.2.3.2.1 Ketebalan Garis
Ketebalan garis secara default adalah berukuran 1 piksel. Jika ukuran lebar garis
adalah 2, maka titik-titik penyusun garis itu berukuran 2x2 piksel. Ukuran ketebalan
pada garis tidak ditentukan selama ukuran tersebut bertype glfloat atau integer.
Sintaks untuk menambah ukuran ketebalan garis pada OpenGL adalah
Perbandingan antara garis berukuran 1 piksel dengan 2 piksel digambarkan
sebagai pada gambar 4.14








glLineWidth (width: GLfloat)

www.digizoneku.com 22

Gambar 4.14 Perbandingan Antara 2 Garis dengan Ketebalan
Yang Berbeda
Kode dalam OpenGL untuk contoh di atas adalah
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(-1,0,0);
glVertex3f(2,0,0);
glend();
glLineWidth(2);
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(-1,1,0);
glVertex3f(2,1,0);
glEnd();
glLineWidth(6);
glFlush();
4.2.3.2.2 Style Garis
Untuk membuat style pada garis, seperti garis putus-putus (dashed), titik-titik
(dotted), maupun gabungan dari keduanya, digunakan perintah berikut:

Perintah di atas mengandung dua parameter, yaitu factor yang bertipe GLint
dan pattern yang bertipe Glushort. Argumen pattern akan bernilai 16 bit jika factor
bernilai 0 dan 1. Begitu seterusnya, argumen pattern akan bernilai 32 bit jika factor
bernilai 2. Style pada garis dapat diproses jika sebelumnya ditulis GL_LINE_STIPPLE
pada glEnable(). Contoh garis dengan style tertentu digambarkan pada gambar 4.15


glLineStipple (factor: GLint; pattern: GLushort)
www.digizoneku.com 23












Gambar 4.15 Garis Dengan Menggunakan Style

Kode dalam OpenGL untuk contoh di atas adalah
glEnable(GL_LINE_STIPPLE);
glLineStipple(3, 5423);
glBegin(GL_LINES);
glVertex2f(-1,0);
glVertex2f(2,0);
glEnd();
glDisable(GL_LINE_STIPPLE);
glFlush();
Pada kode di atas diketahui bahwa pembuatan garis dengan style tertentu perlu
diawali dengan glEnable(GL_LINE_STIPPLE) dan diakhiri dengan
glDisable(GL_LINE_STIPPLE). Perintah glLineStipple(3,5423) mengandung
pengertian bahwa parameter factor bernilai 3 dan parameter pattern bernilai 5423.
Untuk mengetahui pattern yang dihasilkan, diperoleh dengan mengubah nilai
parameter pattern menjadi bilangan biner. Dari contoh diatas diketahui nilai biner dari
5423 adalah 0000101011010000. Jika parameter factor bernilai 1, maka pattern yang
www.digizoneku.com 24
dimiliki adalah 5 piksel kosong, 1 piksel terisi, 1 piksel kosong,, 2 piksel terisi, 1
piksel kosong, 1 piksel terisi, 1 piksel kosong, 1 piksel terisi, dan 4 piksel kosong.
Namun pada contoh diatas parameter factor bernilai 3, maka argumen pattern bernilai
64 bit, berarti nilai pattern yang baru adalah sebagai berikut, 15 piksel kosong, 3
piksel terisi, 3 piksel kosong, 6 piksel terisi, 3 piksel kosong, 3 piksel terisi, 3 piksel
kosong, 3 piksel terisi, dan 12 piksel kosong.
4.2.3.3 Segitiga
Segitiga dibentuk dengan minimal 3 buah titik. Sintaks untuk membuat
segitiga pada OpenGL adalah

Contoh segitiga digambarkan pada gambar 4.16

Gambar 4.16 Bangun Segitiga
Kode dalam OpenGL dari program diatas adalah
glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(0,1,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glEnd;
glFlush();





glBegin (GL_TRIANGLES);
glVertex3f(x1,y1,z1);
glVertex3f(x2,y2,z2);
glVertex3f(x3,y3,z3);
glEnd();
www.digizoneku.com 25


4.2.3.4 Segi Empat

Segi empat dibentuk minimal oleh 4 buah titik. Sintaks untuk membuat persegi empat
pada OpenGL adalah

Contoh kotak yang dibuat dengan menggunakan OpenGL ditunjukkan pada gambar
4.17

Gambar 4.17 Segiempat dalam OpenGL
Kode program dalam OpenGL dari gambar 2.16 adalah
glClearColor(0,0,0,1);
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,1,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glVertex3f(1,1,0);
glEnd;
glFlush();



glBegin (GL_QUADS);
glVertex3f(x1,y1,z1);
glVertex3f(x2,y2,z2);
glVertex3f(x3,y3,z3);
glVertex3f(x4,y4,z4);
glEnd();
www.digizoneku.com 26


4.2.3.5 Polygon
Polygon dapat dibentuk oleh lebih dari 4 buah titik. Sintaks untuk membuat poligon
pada OpenGL adalah

Contoh Polygon yang dibuat dengan menggunakan OpenGL ditunjukkan pada
gambar 2.18

Gambar 2.18 Polygon dalam OpenGL
Kode program dalam OpenGL dari gambar 2.18 adalah
glcolor3f(0.1686,0.796,0.451);
glbegin(gl_POLYGON);
glvertex3f(-5,2,0);
glvertex3f(1,4,0);
glvertex3f(5,-2,0);
glvertex3f(3,-5,0);
glBegin (GL_POLYGON);
glVertex3f(x1,y1,z1);
glVertex3f(x2,y2,z2);
glVertex3f(x3,y3,z3);
glVertex3f(x4,y4,z4);
glVertex3f(x5,y5,z5);
glEnd();
www.digizoneku.com 27
glvertex3f(6,2,0);
glend();
glFlush();



4.2.3.6 Kubus
Dalam OpenGL tidak ada perintah untuk membentuk kubus, sehingga untuk
membuatnya diperlukan titik-titik penyusun segi empat. Karena kubus terdiri dari 6
bangun segi empat, maka untuk mmbentuk kubus kita perlu meletakkan 24 titik
dimana masing-masing 4 titik akan membentuk bangun segi 4. Kubus yang dibuat
dengan OpenGL digambarkan pada gambar 2.19
Gambar 2.19 Kubus yang dibuat dengan OpenGL

Kode program dalam OpenGL dari program diatas adalah
glBegin(GL_QUADS);
glcolor3f{hijau}(0,0.686,0.192);
glVertex3f(-1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3f( 1.0, -1.0, 1.0);
glcolor3f{kuning}(0.929,0.988,0.008);
glVertex3f( 1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3f(-1.0, 1.0, 1.0);

glcolor3f{ungu}(0.2745,0.0039,0.2745);
glVertex3f(-1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3f(-1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, -1.0, -1.0);

glcolor3f{biru tua}(0.0157,0.047,0.6627);
glVertex3f(-1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3f(-1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3f( 1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3f( 1.0, 1.0, -1.0);

www.digizoneku.com 28
glVertex3f(-1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3f(-1.0, -1.0, 1.0);

glcolor3f{hijau}(0,0.686,0.192);
glVertex3f( 1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3f( 1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3f( 1.0, -1.0, 1.0);

glcolor3f{pink}(0.976,0.604,0.961);
glVertex3f(-1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3f(-1.0, -1.0, 1.0);
glcolor3f{kuning}(0.929,0.988,0.008);
glVertex3f(-1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3f(-1.0, 1.0, -1.0);
glEnd();
glFlush();


Dari kode program diatas dapat diketahui bahwa kubus disusun oleh 6 bangun
persegi yang digunakan untuk menyusun kubus bagian depan, belakang, kanan, kiri,
atas, dan bawah.
4.2.3.7 Tabung
Tabung dibuat dengan memanfaatkan library pada OpenGL yang bernama
OpenGL Utility Library (GLU). Dengan GLU, tabung yang apabila dibuat dengan
OpenGL tidak dapat langsung dibuat, melainkan harus ditentukan masing-masing
titiknya, maka dengan GLU tabung dapat langsung dibuat. Sintaks untuk membuat
tabung adalah

Untuk membuat objek tabung dengan menggunakan GLU, diperlukan variabel
bantu yang bertipe PGLUQuadricObj untuk dideklarasikan sebagai prosedur
GLUNewQuadric. Prosedur ini berfungsi untuk memberi tanda bahwa terdapat suatu
objek baru yang menggunakan GLU.
gluCylinder(qobj: PGLUquadric; jari-jari bawah, jari-jar atas
,tinggi: GLdouble; slices, stacks: GLint);
www.digizoneku.com 29
Contoh tabung ditunjukkan oleh gambar 2.20

Gambar 2.20 Tabung
Kode program dengan OpenGL dari program di atas adalah
procedure display; cdecl;
var quadratic: PGLUquadricObj;
begin
glClearColor(0,0,0,1);
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT );
quadratic := gluNewQuadric();
glrotatef(-90,1,0,0);
glcolor3f{baby blue}(0.549,0.698,0.996);
gluCylinder(quadratic,1,1,2,32,32);
glFlush();
end;

Pada kode diatas diketahui bahwa variabel quadratic mendeklarasikan
prosedure gluNewQuadric. Selanjutnya dilakukan transformasi rotasi sebesar -90
searah sumbu x agar posisi tabung sejajar dengan sumbu y. Objek yang dihasilkan
jika digunakan GLU akan searah dengan sumbu z. Dari kode diatas juga diketahui
bahwa jari-jari bawah tabung adalah 1, jari-jari atas tabung adalah 1, tinggi tabung
adalah 2, slice dan stacknya sebesar 32.

4.2.3.8 Bola
Pembuatan bola pada OpenGL juga dibuat dengan menggunakan GLU.
Sintaks untuk membuat bola adalah

gluSphere(qobj: PGLuquadric; jari-jari: GLdouble; slices, stacks:
GLint);
www.digizoneku.com 30
Contoh bola yang dibuat dengan menggunakan OpenGL ditunjukkan dengan gambar
2.21

Gambar 2.21 Bola
Kode program dari pembuatan objek bola adalah
procedure display; cdecl;
var quadratic: PGLUquadricObj;
begin
glClearColor(0,0,0,1);
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT );
quadratic := gluNewQuadric();
glrotatef(-90,1,0,0);
gluSphere(quadratic,1,32,32);
glFlush();
end;

Kode program di atas mirip dengan pembuatan tabung pada subbab
sebelumnya. Perbedaannya terletak pada perintah untuk membuat bola yaitu
gluSphere(quadratic,1,32,32) dimana parameter pertama menunjuk kepada prosedur
gluNewQuadric, parameter kedua adalah jari-jari lingkaran, parameter ketiga adalah
slice, dan parameter keempat adalah stack.
4.2.4 Pewarnaan
www.digizoneku.com 31
Pada layar komputer yang berwarna, hardware tertentu telah membuat setiap
piksel padal layar terbagi menjai 3 warna yaitu merah, hijau dan biru yang bersatu
dengan intensitas yang berbeda-beda (Neider, 1997). Inilah yang akhirnya disebut
dengan warna RGB (red green blue). Pada OpenGL, setiap piksel menyimpan warna
merah, hjau dan biru dengan intensitas yang berbeda. Nilai yang dikandung oleh
masing-masing warna tersebut minimal 0 dan maksimal 1. Sintaks untuk menentukan
warna pada suatu objek pad OpenGL adalah
Contoh pemberian warna pada objek segitiga ditunjukkan pada gambar 2.22
Gambar 2.22 Segitiga Berwarna Merah

Kode program pada pembuatan segitiga tersebut adalah

glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);
glVertex3f(-1,0,0);
glVertex3f(0,1,0);
glVertex3f(1,0,0);
glEnd;

glColor3f (merah, hijau, biru: GLfloat);
www.digizoneku.com 32
Pewarnaan objek pada OpenGL memungkinkan untuk dibuat berbeda pada setiap
titiknya, hasilnya akan diperoleh warna gradasi halus. Contoh pemakaian warna di
setiap titik pada bangun segitiga ditunjukkan pada gambar 2.23

Gambar 2.23 Segitiga Dengan Gradasi Warna
Kode program pada pembuatan segitiga dengan gradasi warna tersebut adalah
glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(0,1,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glEnd;

Dari kode diatas dapat dilihat warna yang berbeda pada tiap-tiap titik, namun seperti
yang terlihat pada gambar 2.23, gabungan warna ini telah memberi warna gradasi
baru yang lebih indah.
4.2.5 Transformasi
Menurut Neider(1997), transformasi pada OpenGL dibedakan menjadi 3, yaitu
translasi, rotasi, dan penskalaan.


4.2.5.1 Translasi
Translasi adalah pemindahan suatu titik dari titik P=(x,y,z) ke posisi
P=(x,y,z) (Hearn, 1994) Pada OpenGL, translasi biasanya digunakan untuk
gltranslatef(x,y,z: GLfloat);
www.digizoneku.com 33
memindah pusat koordinat ke posisi yang baru. Sintaks untuk mentranslasikan objek
pada OpenGL adalah

Contoh objek yang ditranslasikan pada OpenGL ditunjukkan dengan gambar 2.24

Gambar 2.24 Posisi Bola Sebelum dan Sesudah Ditranslasikan

Kode program dalam OpenGL dari program di atas adalah
glbegin(gl_quads);
glcolor3f(1,1,1);
glvertex3f(-2,0,-2);
glvertex3f(-2,0,2);
glvertex3f(2,0,2);
glvertex3f(2,0,-2);
glend();
quadratic:=glunewquadric();
glusphere(quadratic,0.5,32,32);
gltranslatef(1,0,1);
glusphere(quadratic,0.5,32,32);
glFlush();

Dari kode diatas diketahui bahwa posisi bola sebelum ditranslasikan berada
pada koorinat (0,0,0). Kemudian posisinya ditranslasikan sepanjang sumbu x sebesar
1 satuan dan sepanjang sumbu z sebesar 1 satuan. Dengan adanya proses
pentranslasian tersebut, maka pusat koordinat yang baru berada pada koordinat
(1,0,1).
4.2.5.2 Rotasi
Untuk merotasikan sebuah objek diperlukan sumbu rotasi (poros untuk merotasikan
objek) (Donald Hearn, 1994). Sintaks untuk merotasikan objek pada OpenGL adalah
Bola sebelum di-
translasi
Bola setelah di-
translasi
gltranslatef(x,y,z: GLfloat);
www.digizoneku.com 34

Parameter pertama adalah nilai perputaran sudut. Parameter kedua , ketiga, dan
keempat bernilai 1 apabila sumbunya dijadikan sumbu putar. Contoh perotasian objek
ditunjukkan pada gambar 2.25
Listing program dari aplikasi diatas adalah
quadratic:=glunewquadric();
glucylinder(quadratic,0.25,0.25,1,32,32);
gltranslatef(1,0,1);
glrotatef(-90,1,0,0);
glucylinder(quadratic,0.25,0.25,1,32,32);

Pada contoh diatas, diketahui bahwa posisi awal tabung sejajar dengan
sumbu z. Namun, setelah dirotasi sebesar -90 dengan sumbu putar x, posisi tabung
sejajar dengan sumbu y. Itu menunjukkan bahwa perotasian objek dengan sudut putar
positif akan berputar berlawanan dengan arah jarum jam, begitu pula sebaliknya, jika
sudut putar bernilai negatif, maka objek akan berputar searah dengan jarum jam.
4.2.5.3 Penskalaan
Transformasi skala adalah perubahan ukuran suatu objek (Sutopo, 2002).
Sintaks untuk untuk melakukan proses penskalaan dalam OpenGL adalah

Gambar 2.25 Tabung Sebelum dan Sesudah Dirotasi
Tabung sesudah dirota-
si sebesar -90 dengan
sumbu putar x
Tabung sebelum
dirotasi
glScalef(x,y,z:glFloat)
www.digizoneku.com 35
Parameter pertama, kedua, dan ketiga masing-masing menunjukkan nilai skala
dari ukuran objek. Apabila parameter tersebut bernilai 1, maka berarti ukuran objek
tersebut tetap. Contoh penskalaan ditunjukkan oleh gambar 2.26







Gambar 2.26 Segitiga sebelum dan sesudah proses penskalaan

Listing program dari aplikasi diatas adalah
gltranslatef(-1.5,0,0);
glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(0,1,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glEnd;
gltranslatef(2.5,0,0);
glscalef(1.5,0.5,1);
glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(0,1,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glEnd;
glFlush();

4.2.6 Proyeksi
Menurut Neide (1997), proyeksi pada OpenGL dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu proyeksi perspektif dan proyeksi orthogonal.
Segitiga setelah u-
kuran x-nya ditam-
bah dari ukuran
aslinya, titik y diku-
rangi dari ukuran
asli, sedangkan titik
z tetap
Ukuran Segitiga
yang sebenar-
nya
www.digizoneku.com 36
4.2.6.1 Proyeksi Perspektif
Proyeksi perspektif adalah pemindahan posisi objek menuju bidang pandang
melalui garis yang berkumpul menjadi suatu titik yang disebut dengan projection
refrence point (pusat proyeksi). (Hearn, 1994). Proyeksi perspektif dalam OpenGL
memanfaatkan fasilitas proyeksi perspektif pada GLU. Sintaks untuk melakukan
proyeksi perspektif adalah

Dalam penulisan perintah ini, perlu diperhatikan daerah pada objek yang akan
dijadikan daerah pandang (Neider, 1997). Misalnya jika jarak mata pada monitor
adalah 7,8 maka sudut pandang yang tepat adalah sebesar 90. Untuk lebih
memperjelas pemahaman tenang parameter pada gluPerspective, kita lihat gambar
2.27 (Neider, 1997)
Gambar 2.27 Gambar perspektif untuk melihat objek
Parameter fovy adalah sudut daerah pandang yang jangkauan nilainya adalah 0
sampai 180 derajat. Parameter aspect adalah perbandingan yang merupakan hasil bagi
lebar dan tinggi (width dan height). Parameter zNear dan zFar adalah jarak diatara
titik pandang (viewpoint) dan daerah pandang (clipping planes) yang berada di
sepanjang sumbu z, nilai dari 2 parameter ini selalu positif.
gluPerspective(fovy, aspect, zNear, zFar: GLdouble);
www.digizoneku.com 37
Contoh pada gambar 2.28 akan membandingkan objek kubus yang dilihat pada
perspektif dengan sudut 45 dan 90.






(a) Proyeksi Perspektif (b) Proyeksi Perspektif
Kubus Dengan Sudut Pandang 45Kubus Dengan Sudut Pandang 90
Gambar 2.28 Perbandingan 2Sudut Pandang Pada Proyeksi Perspektif
Listing program untuk proyeksi perspektif kubus dengan sudut pandang 45 adalah
procedure reshape(w,h:integer);cdecl;
var ratio:real;
begin
if h=0 then h:=1;
ratio:=1*(w/h);
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
glViewport(0,0,w,h);
gluPerspective(45,ratio,1,1000);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
gluLookAt(-2,2,6, 0,0,-1, 0,1,0);
end;

Listing program untuk proyeksi perspektif kubus dengan sudut pandang 90 adalah
procedure reshape(w,h:integer);cdecl;
var ratio:real;
begin
if h=0 then h:=1;
ratio:=1*(w/h);
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
glViewport(0,0,w,h);
gluPerspective(90,ratio,1,1000);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
gluLookAt(-2,2,6, 0,0,-1, 0,1,0);
end;

4.2.6.2 Proyeksi Orthogonal
www.digizoneku.com 38
Menurut Neider, dengan menggunakan proyeksi orthogonal, objek akan
tampak sama sepert ukuran objek aslinya. Proyeksi ini biasanya digunakan salah
satunya untuk desain arsitektur. Sintaks untuk melakukan proyeksi orthogonal adalah

Untuk lebih memperjelas pemahaman tenang parameter pada glOrtho, kita
lihat gambar 2.29 (Neider, 1997)

Gambar 2.29 Ilustrasi Proyeksi Orthogonal

Berdasarkan ilustrasi di atas, (left, bottom, -near) dan (right, top, -near) adalah
titik yang dekat dngan daerah cliping yang diposisikan di pojok kiri bawah dan pojok
atas kanan viewport. Sedangkan (left, bottom, -far) dan (right, top, -far) adalah titik
yang jauh dengan daerah clipping. Contoh pada gambar akan membandingkan objek
segitiga yang dilihat dengan proyeksi orthogonal.



glOrtho (left, right, bottom, top, zNear, zFar: GLdouble);
www.digizoneku.com 39




(a) Proyeksi Orthogonal pada nilai(b) Proyeksi Orthogonal dengan nilai
parameter left dan right sama dengan 1parameter left dan right sama dengan 3
gambar 2.30 Perbandingan Proyeksi Orthogonal dengan Nilai Parameter
Berbeda Pada Objek Segitiga dengan Ukuran Yang Sama
Listing program untuk proyeksi orthogonal dengan nilai parameter left dan right sama
dengan 1 adalah
procedure reshape(w,h:integer);cdecl;
var ratio:real;
begin
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
glViewport(0,0,w,h);
if (w <= h) then
glOrtho (-1, 1, -1*h/w,1*h/w, -20.0, 20.0)
else
glOrtho (-1*w/h,1*w/h, -1, 1, -20, 20);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
end;
Listing program untuk proyeksi orthogonal dengan nilai parameter left dan right sama
dengan 3 adalah
procedure reshape(w,h:integer);cdecl;
var ratio:real;
begin
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
glViewport(0,0,w,h);
if (w <= h) then
glOrtho (-3, 3, -3*h/w,3*h/w, -20.0, 20.0)
else
glOrtho (-3*w/h,3*w/h, -3, 3, -20, 20);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
end;

4.3 GLUT (OpenGL Utility Toolkit)
GLUT adalah singkatan dari OpenGL Utility Toolkit yang merupakan
perangkat untuk membantu mempermudah pengerjaan pembuatan objek pada
OpenGL. GLUT mengimplementasikan pembuatan window Api (Application
www.digizoneku.com 40
Programming Interface) juga sebagai sarana menginteraksikan objek tiga maupun dua
dimensi dengan input device pada komputer seperti keyboard.
4.3.1 Manajemen Window Dengan GLUT
Window untuk menampilkan objek yang dibuat dengan OpenGL dapat
diinisialisasikan dengan menggunakan GLUT. Berikut adalah sintaks yang digunakan
untuk menginisialisasikan window.

GlutInit berfungsi untuk menginisialisasikan GLUT dan memproses perintah
GLUT lainnya. Perintah ini harus dipanggil sebelum perintah GLUT lainnya.
Setelah menginisialisasikan GLUT, selanjutnya kita mendefinisikan window, mulai
dari letak window pada layar dan ukurannya. Sintaks yang digunakan adalah

Parameter x berfungsi untuk menentukan posisi window dari kiri layar,
sedangkan parameter y berfungsi untuk menentukan posisi window dari atas layar.
Selanjutnya, kita tentukan ukuran lebar dan tinggi window. Sintaks yang digunakan
adalah

Parameter width berfungsi untuk menentukan lebar window, sedangkan
parameter height berfungsi untuk menentukan tinggi window.
Setelah menentukan ukuran lebar dan tinggi window, perlu ditentukan model
display yang digunakan. Sintaks yang digunakan adalah
glutInit(Lib: TOpenGLLib);
glutInitWindowPosition(x,y: integer)
glutInitWindowSize(width,height: integer)
www.digizoneku.com 41

Fungsi di atas menjelaskan mode yang digunakan, baik warna maupun buffer
pada layar. Contoh model warna yang umum digunakan adalah model GLUT_RGB
atau GLUT_RGBA. Sedangkan buffer pada layar terdapat 2 pilihan, yaitu
GLUT_SINGLE dan GLUT_DOUBLE. GLUT_SINGLE digunakan ketika tidak
dibuat gambar bergerak (animasi) pada aplikasi OpenGL. Sedangkan
GLUT_DOUBLE digunakan ketika terdapat gambar bergerak (animasi) pada aplikasi
OpenGL.
Setelah model layar ditentukan, window dapat dibuat dengan sintaks berikut

Parameter tittle pada fungsi tersebut berfungsi unnuk memberi judul pada
window.
Setelah pembuatan window selesai, selanjutnya kita panggil prosedure yang
digunakan untuk membuat objek. Prosedure tersebuat akan dipanggil oleh fungsi
berikut

Ketika penginisialisasian window dan pemanggilan terhapad prosedur
pembuatan objek telah dikerjakan, langkah terakhir yang harus dikerjakan adalah
dengan memberitahu opengl bahwa aplikasi yang dibuat telah siap untuk diproses.
Sintaks yang digunakan adalah

glutInitDisplayMode (mode: DWORD);
glutCreateWindow (title: Pchar)
glutDisplayFunc (DisplayProc: TGLUTDisplayProc);
glutMainLoop();
www.digizoneku.com 42
Berikut adalalah contoh listing lengkap pembuatan program segitiga dengan
menggunakan OpenGL dan GLUT.
program bangun_sederhana;
uses
windows,
sysutils,
OpenGL,
glut,
glu;





procedure display; cdecl;
begin
glClearColor(0,0,0,1);
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(1,0,0);glVertex3f(-1,0,0);
glColor3f(0,1,0);glVertex3f(0,1,0);
glColor3f(0,0,1);glVertex3f(1,0,0);
glEnd;
glFlush();
end;

procedure reshape(w,h:integer);cdecl;
var ratio:real;
begin
if h=0 then h:=1;
ratio:=1*(w/h);
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
glViewport(0,0,w,h);
gluPerspective(45,ratio,1,1000);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
gluLookAt(0,0,5,0,0,-1,0,1,0);
end;

begin
if glutInit(MS_LIB) then
begin
glutInitDisplayMode(GLUT_RGBA or GLUT_single);
glutInitWindowPosition(100,100);
glutinitwindowsize(400,400);
glutCreateWindow(' Program Sederhana OpenGL dan GLUT ');
glutDisplayFunc(DIsplay);
glutReshapeFunc(Reshape);
glEnable(GL_DEPTH_TEST);
glutMainLoop;
end;
end.


www.digizoneku.com 43





Tampilan dari program diatas ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2.31 Program Sederhana

You might also like