Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HDT

HDT

Ratings: (0)|Views: 251 |Likes:
Published by zumrohcute

More info:

Published by: zumrohcute on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

 
 
Pengaruh Lemak Terhadap kesehatan
 
Selasa, 25 Januari 2011
laporan Hematologi semester III
HAPUSAN DARAH TEPII.TujuanUntuk mengetahui jenis-jenis lekosit, jumlah, bentuk dan kesan dari jenis-jenis lekositII.MetodeMetode yang digunakan pada pemeriksaan adalah metode pewarnaan giemsa, yaitu giemsasebagai pewarnaIII.PrinsipSetetes darah dipaparkan diatas sebuah gelas obyek, kemudian dilakukan pewarnaanselanjutnya dievaluasi.IV.Dasar TeoriDarah merupakan komponen esensial makhluk hidup. Dalam keadaan fisiologik, darah selaluada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai: pembawaoksigen(oksigen carrier), mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mekanismehemostatis. Darah terdiri atas dua komponen utama yaitu plasma darah yang merupakanbagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah,sedangkankan butir darah (blood corpuscles)terdiri atas eritrosit, leukosit dan trombosit. Padapembentukan eritrosit yang melalui tahapan sebagai berikut eritroblast, basophilic normoblas,policromatofilik normoblast, asidofilik normoblas, retikulosit dan eritrosit. Namun hanyaretikulosit yang ditemukan pada darah tepi pada keadaan normal. Sedangkan padapembentukan leukosit(jalur mieloid) pada awalnya mieloblast menjadiprogranulosit(neutrofil), eosinofil maupun basofil selanjutnya menjadi promielosit kemudianmenjadi metamielosit. Semua aktifitas ini secara normal dijumpai dalam sumsum tulang danpada perkembangan di darah tepi akna menjadi stab/band serta segmen. Sedangkan trombositterbentuk dari pecahan sitoplasma megakarioblast.V.Alat dan BahanA.Alata.Gelas objek b.Rak pewarnac.Mikroskop
 
 B.Bahana.Sampel darah EDTAb.Alkohol 96% / Metanolc.Oli imersid.Buffer phosfat pH 6,8e.GiemsaVI.Cara Kerjaa.Pembuatan Hapusan1.Diteteskan satu tetes sampel daah pada salah satu ujung objek gelas2.Peganglah gelas penghapus sedemikian rupa sehingga sampel darah berada pada sudutantara objek gelas dan gelas penghapus (300
 – 
450)3.Dihapuskan gelas penghapus kearah tetesan darah sehingga menyentuhnya dan tetesandarah tadi akan merata antara ujung gelas penghapus dan objek 4.Digeser gelas penghapus sedemikian rupa kearah yang bertentangan degan arah pertama.Dengan demikian tetesan darah tadi akan merata di atas gelas obyek sebagai lapisan yangtipis5.Hapusan ini segera dikeringkan dengan menggerak-gerakkan di udara tetapi jagan ditiupdengan hembusan nafas.b.Pewarnaan Hapusan Darah Tepi1.Difiksasi hapusan yang tleah kering dengan alcohol2.Didiamkan selama 3 menit3.Ditetesi larutan giemsa pada seluruh hapusan4.Didiamkan 30 menit5.Diambil hapusan dan dibiarkan kering6.Diamati dengan mikroskopVII.Data Hasil PraktikumMorfologi leukosita. Adanya limfosit, stab, segmen dengan bentuk, ukuran dan warna yang normalb. Adanya eritrosit dengan bentuk dan warna yang normalVIII. PembahasanDitemukan :a.Eritrosit dengan ciri-ciri1.Bentuk : bulat2.Warna sitoplasma : merah jambu3.Granularitas : tidak adab.Netrofil batang atau stab dengan ciri-ciri:1.Bentuk sel : oval atau bulat2.Warna sitoplasma : pink 3.Granularitas : sedikit4.Bentuk inti : setengah lingkaranc.Neutrofil segmen1.Bentuk sel : oval atau bulat2.Warna sitoplasma : pink 
 
3.Granularitas : sedikit4.Bentuk inti : berlobusd.Limfosit1.Bentuk sel : bulat, kadang-kadang oval2.Warna sitoplasma : biru3.Granularitas : tidak ada4.Bentuk inti : bulatBerdasarkan bentuk, warna dan jenis sel yang ditemukan adalah sel yang normal. Inimenunjukkan pasien ini memiliki sel-sel darah normokromik normositer.IX. KesimpulanSetelah melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan yang didapat, pasien ini memiliki sel-sel darah normokromik normositer.DIFFERENTIAL COUNT I(HITUNG JENIS LEUKOSIT)I.TujuanUntuk mengetahui jenis-jenis lekosit, jumlah, bentuk dan kesanII.MetodeMetode yang digunakan dengan sediaan keringIII.PrinsipDalam evaluasi HDT dengan cara menghitung jenis lekosit dalam 100 lekosit dan dinyatakandengan %IV.Dasar TeoriPada pemeriksaan hitung jenis leukosit (differential count) adalah mengidentifikasi danmenghitung jenis leukosit sekurang kurangnya 100 sel dan dinyatakan dalam persen (%).Dalam penghitungan harus mengikuti tata cara pelaporan sebagai berikut:Eosinofi
 Basofil
 Stab
 Segmen
 Limfosit
 Monosit
 Eosinofil pada pemeriksaan dibawah mikroskop akan tampak seperti kaca mata dengansitoplasma merah dan bergrandula. Basofil, granulanya memenuhi inti , sangat jarangditemukan hanya ditemukan pada mereka yang memiliki penyakit berat. Stab tampak seperticekungan atau tapal kuda. Segmen, tampak lobus-lobus yang telah memisahkan diri, minimaltiga. Limfosit tampak bulat memiliki inti padat. Sedangkan monosit tampak transparanseperti vakuola. (Oka,2007)V. Alat dan BahanA.Alat1.Mikroskop

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Dika Gexyun liked this
Nenik Prayanti liked this
roat_yeti2255 liked this
Indie Ovie liked this
Diana Siswati liked this
Adi Sucipto liked this
devezzfil liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->