Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SKripsi perbedaan tingkat asupan energi, protein dan zat besi antara remaja anemia dan tidak anemia di pesantren ibadurrahman kotamadya tangerang

SKripsi perbedaan tingkat asupan energi, protein dan zat besi antara remaja anemia dan tidak anemia di pesantren ibadurrahman kotamadya tangerang

Ratings: (0)|Views: 1,548 |Likes:
Published by Anugrah Novianti
SKRIPSI PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT BESI ANTARA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DAN REMAJA PUTRI TIDAK ANEMIA DI PONDOK PESANTREN IBADURRAHMAN KOTAMADYA TANGERANG

Skripsi ini diajukan sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Gizi

DISUSUN OLEH : ANUGRAH NOVIANTI 2007 – 32 – 002

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2011 BAB I

1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara kesehatan masyarakat, anemia didefinisikan sebagai k
SKRIPSI PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT BESI ANTARA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DAN REMAJA PUTRI TIDAK ANEMIA DI PONDOK PESANTREN IBADURRAHMAN KOTAMADYA TANGERANG

Skripsi ini diajukan sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Gizi

DISUSUN OLEH : ANUGRAH NOVIANTI 2007 – 32 – 002

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2011 BAB I

1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara kesehatan masyarakat, anemia didefinisikan sebagai k

More info:

Published by: Anugrah Novianti on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
1
SKRIPSIPERBEDAAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT BESIANTARA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DAN REMAJA PUTRITIDAK ANEMIA DI PONDOK PESANTREN IBADURRAHMANKOTAMADYA TANGERANGSkripsi ini diajukan sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelarSarjana GiziDISUSUN OLEH :ANUGRAH NOVIANTI2007
 – 
32
 – 
002PROGRAM STUDI ILMU GIZIFAKULTAS ILMU
 – 
ILMU KESEHATANUNIVERSITAS ESA UNGGULJAKARTA2011
 
2
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Secara kesehatan masyarakat, anemia didefinisikan sebagai konsentrasihemoglobin yang rendah dibawah ambang batas yang ditentukan WHO, UNICEF,UNU (WHO, 2007). Dari berbagai penyebab anemia, kekurangan zat besi yangdikenal dengan Anemia Gizi Besi (AGB) merupakan penyakit yang paling seringditemukan dan sekitar 50% penyebab anemia di dunia adalah AGB
1
.Di Indonesia terdapat empat masalah gizi yang utama yaitu Kurang KaloriProtein (KKP), Kurang Vitamin A (KVA), gondok endemik dan kretin sertaanemia gizi (Bapelkes Salaman, 2000:161). Anemia gizi merupakan masalah giziutama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Berdasarkanhasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001 menunjukkan26.5% remaja putri; 40% WUS dan 47% anak usia 0-5 tahun menderita anemia
2
.Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukan bahwa prevalensianemia secara nasional masih cukup tinggi pada berbagai kelompok rentanterutama di daerah pedesaan. Prevalensi anemia yang ditemukan pada wanita tidak 
hamil umur ≥ 15 tahun
adalah sebesar 19.7%, pada laki-
laki umur ≥ 15 tahun
sebesar 13.1% dan pada anak dibawah usia 15 tahun sebesar 9.8% dan pada wanitahamil sebesar 24.5% .
1
The World Bank Report, 2006
2
Bambang Tri. 2007,
 Anemia Defisiensi Besi pada Anak sekolah
: http://www.suaramerdeka.com
 
3
Prevalensi anemia terbesar pada kelompok tidak hamil umur ≥ 15 tahun
adalah di provinsi Maluku yakni sebesar 43.4% dan terkecil di provinsi SulawesiUtara yakni sebesar 8.7%, sedangkan provinsi Banten sebesar 19.3%
3
. Pada anak sekolah remaja putri, prevalensi anemia berbeda menurut daerah penelitian sepertidi Jakarta Timur sebesar 17.4%, di Tangerang Kota sebesar 46% sampai 61%.
4
 Di Indonesia, penyebab AGB secara langsung adalah asupan zat besi yangkurang melalui makanan dan infeksi penyakit, dan infestasi cacing sedangkanpenyebab tidak langsung adalah perhatian terhadap keluarga yang masih rendah,pendidikan yang masih rendah, ekonomi yang masih rendah, status sosial wanitayang masih rendah di masyarakat dan lokasi geografis yang buruk 
5
.Anemia gizi besi pada anak usia sekolah di Indonesia masih cukup tinggi.Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001, 40 persen anak usiasekolah, yaitu 6
 – 
21 tahun, mengalami anemia ini. Akibatnya, tingkat kecerdasananak usia sekolah juga menurun. Anemia ini menyebabkan tingkat produktivitasanak berkurang 20
 – 
30 persen.
6
 AGB dapat pula disebabkan oleh infestasi parasit seperti cacing tambang(
 Ancylostoma
dan
 Necator 
),
Scistosoma, Ascaris
dan mungkin
Trichuris
 
trichiura.
 Darah yang hilang akibat infestasi cacing tambang bervariasi antara 2 - 100 cc/hari,tergantung pada beratnya infestasi. Kisaran jumlah darah yang dihisap oleh
 Necator americanus
ialah 0.031 ± 0.015 cc per ekor. Perkiraan jumlah cacing pada
3
Depkes R.I, 2008
 , Riset kesehatan dasar tahun 2007 
, Jakarta:Depkes
4
WHO, 2005,
Vitamin and Mineral Nutrition Information system (VMNS)
,http://www.who.int/vmnis/anemia/data/database/countries/idn_ida.pdf 
 
5
Depkes R.I, 1996,
Pedoman Operasional Penanggulangan Anemia Gizi di Indonesia
,Jakarta: Depkes
6
Tempo Interaktif, 2007 ,
 Anemia Gizi Besi Masih Cukup Tinggi
, http://www.TempoInteraktif.com

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rice Anggrayni liked this
Rice Anggrayni liked this
donastuti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->