Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
73Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AKUNTANSI INFLASI DALAM MENILAI RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SUATU PERUSAHAAN

AKUNTANSI INFLASI DALAM MENILAI RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SUATU PERUSAHAAN

Ratings:

4.71

(17)
|Views: 19,111|Likes:
Published by Dian
This File is taken from my Accountancy Task in MM USU - Medan, North Sumatera, Indonesia
This File is taken from my Accountancy Task in MM USU - Medan, North Sumatera, Indonesia

More info:

Published by: Dian on Oct 23, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2011

pdf

text

original

 
Dian Inda Sari: Akuntansi Inflasi Dalam Menilai Relevansi Laporan Keuangan Suatu Perusahaan
AKUNTANSI INFLASI DALAM MENILAI RELEVANSILAPORAN KEUANGAN SUATU PERUSAHAAN
Disadur dari berbagai sumber olehDian Inda SariMagister Manajemen USU, Class XXI - 2ABSTRAK 
Sebagai negara yang menganut ekonomi terbuka, Indonesia memiliki masalah inflasidari tahun ke tahun. Sementara pencatatan akuntansi di Indonesia umumnya menganutHistorical Cost, dimana konsep ini tidak mengenal adanya perubahan seperti pengaruhinflasi tetapi
 stable monetary unit 
yang mengakibatkan semua transaksi yang terjadidicatat atas dasar nilai historis atau nilai yang didapat saat terjadi transaksi. Inimenyebabkan dilemma relevansi laporan keuangan perusahaan. Untuk para investor dan pemain saham, untuk mengetahui ketahanan perusahaan untuk menghadapi persaingan dan moneter yang tidak dapat diprediksi, laporan tambahan berupaGeneral Price Level accounting atau dikenal sebagai Akuntansi tingkat harga umumsangat dibutuhkan. Konsep ini menyatakan bahwa nilai sesungguhnya dari Rupiah(disingkat Rp) ditentukan oleh barang atau jasa yang dapat diperoleh, yang biasadisebut daya beli. Dalam masa inflasi ataupun deflasi, jumlah barang/jasa yang dapatdiperoleh berubah dengan nilai uang nominal yang konstan, yang berarti bahwa daya beli Rupiah berubah. Dengan adanya laporan tambahan ini tujuan dari pelaporanakuntansi dapat dipenuhi, yaitu sebagai rujukan untuk membuat keputusan yang tepat.
PENDAHULUAN
Indonesia adalah salah satu negara berkembang. Masalah umum yang sering dihadapinegara berkembang adalah tingginya tingkat inflasi. Sejak krisis moneter tahun 1998,harga-harga di pasaran cenderung naik. Tahun 2007 saja tingkat inflasi di Indonesiaadalah 6,59 persen. Hal ini bisa diartikan bahwa aktiva yang dimiliki harganya akan1
 
Dian Inda Sari: Akuntansi Inflasi Dalam Menilai Relevansi Laporan Keuangan Suatu Perusahaan
 berkurang sebesar 6.59 persen sedangkan pendapatan dinilai terlalu tinggi sebesar angka yang sama.Pada saat ini pasar modal menjadi primadona yang dipilih investor untumeninvestasikan modalnya. Namun untuk menginvestasikan modal dalam sahamtidak semudah membalik telapak tangan. Investor harus mengetahui kemampulabaan perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Bagaimana ketahanan suatu perusahaandalam menghadapi persaingan dan moneter yang sulit diprediksi. Informasi mengenaisuatu perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal dapat diketahui melaluilaporan keuangannya.Laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi pengguna laporankeuangan dalam rangka menilai kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.Informasi laporan keuangan dianggap memiliki nilai kualitas informasi jikamemenuhi dua unsur yaitu dapat diandalkan (reliable) dan relevance bagi penggunalaporan keuangan.Uniknya pencatatan Akuntansi Indonesia menganut system akuntasi konvesionaldimana laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai histories (Historical Cost) yangmengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter) adalah stabil. Akuntansikonvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan jika kita kembali kepada penjelasan di paragraph sebelumnya secara ekonomis tidaklah relevan.Untuk mengatasi hal ini akuntansi inflasi menjadi suatu pedoman yang dapatdiandalkan dalam menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan. Dalam paper iniakunansi inflasi yang dibahas adalah General Price Level Accounting (GPLA).
LANDASAN TEORITISA. Inflasi
2
 
Dian Inda Sari: Akuntansi Inflasi Dalam Menilai Relevansi Laporan Keuangan Suatu Perusahaan
Banyak study mengenai inflasi di negara-negara berkembang, menunjukan bahwainflasi bukan semata-mata merupakan fenomena moneter, tetapi juga merupakanfenomena struktural atau
cost push inflation
. Hal ini disebabkan karena struktur ekonomi negara-negara berkembang pada umumnya yang masih bercorak agraris.Sehingga, goncangan ekonomi yang bersumber dari dalam negeri, misalnya gagal panen (akibat faktor eksternal pergantian musim yang terlalu cepat, bencana alam, dansebagainya), atau hal-hal yang memiliki kaitan dengan hubungan luar negeri,misalnya memburuknya
term of trade
; utang luar negeri; dan kurs valuta asing, dapatmenimbulkan fluktuasi harga di pasar domestik.Fenomena struktural yang disebabkan oleh kesenjangan atau kendala struktural dalam perekonomian di negara berkembang, sering disebut dengan
 structural bottlenecks.Strucktural bottleneck 
terutama terjadi dalam tiga hal, yaitu :1.
 Supply
dari sektor pertanian (pangan) tidak elastis
. Hal ini dikarenakan pengelolaan dan pengerjaan sektor pertanian yang masih menggunakan metode danteknologi yang sederhana, sehingga seringkali terjadi
 supply
dari sektor pertaniandomestik tidak mampu mengimbangi pertumbuhan permintaannya.2.
Cadangan valuta asing yang terbatas (kecil) akibat dari pendapatan eksporyang lebih kecil daripada pembiayaan impor
. Keterbatasan cadangan valuta asingini menyebabkan kemampuan untuk mengimpor barang-barang baik bahan baku;input antara; maupun barang modal yang sangat dibutuhkan untuk pembangunansektor industri menjadi terbatas pula. Belum lagi ditambah dengan adanya
demonstration effect 
yang dapat menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat.Akibat dari lambatnya laju pembangunan sektor industri, seringkali menyebabkan laju pertumbuhan
 supply
 barang tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan permintaan.3.
Pengeluaran pemerintah terbatas
. Hal ini disebabkan oleh sektor penerimaanrutin yang terbatas, yang tidak cukup untuk membiayai pembangunan, akibatnyatimbul defisit anggaran belanja, sehingga seringkali menyebabkan dibutuhkannya pinjaman dari luar negeri ataupun mungkin pada umumnya dibiayai dengan pencetakan uang (
 printing of money
).3

Activity (73)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dewi Kartika liked this
Muhammad Wiwil liked this
Jessica Handoko liked this
Suci Restianti liked this
Husein Pulungan liked this
Lani Basrie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->