Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Maximum Power Point Tracker Sel Surya Menggunakan Algoritma Perturb and Observe

Maximum Power Point Tracker Sel Surya Menggunakan Algoritma Perturb and Observe

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by Mahyu Zal

More info:

Published by: Mahyu Zal on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
 MAXIMUM POWER POINT TRACKER
SEL SURYA MENGGUNAKANALGORITMA
 PERTURB AND OBSERVE
Rusminto Tjatur Widodo, Rugianto, Asmuniv dan Purnomo SejatiPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS, Surabaya, Indonesiawidodo@eepis-its.edu, rugiantovedc@yahoo.com dan purnomo.sejati@gmail.com  Abstrak Tenaga listrik yang dihasilkan oleh sistempembangkit listrik tenaga surya tergantung padaradiasi sinar matahari dan temperatur permukaan selsurya. Kedua parameter tersebut menyebabkan kurvakarakteristik daya keluaran sel surya menjadi
non-linier 
. Merancang sistem sel surya yang efisiententunya tidak akan lepas dari penjejak (
tracker 
)
maximum power point 
(MPP) yang berada padakurva karakteristik daya keluaran sel surya tersebut.Titik dimana daya yang dihasilkan oleh sel suryapaling maksimum. Algoritma penjejak menggunakan
 perturb and observe
(P&O). Sebuah algoritma yangmencari dP/dV yang bernilai nol sebagai pertandapuncak suatu kurva. Pada akhirnya, hasil percobaanalat ditunjukkan pada bagian akhir pembahasan ini.1.
 
PendahuluanSel surya menjadi sumber energi terbarukan yangpaling penting yang menawarkan banyak keuntunganseperti tanpa memerlukan bahan bakar minyak, tidak menghasilkan polusi, biaya perawatan rendah dantidak menghasilkan
noise
. Penerapan sel surya padasistem mandiri[2] adalah seperti pada pompa air,penerangan jalan, kendaraan listrik, militer dan ruangangkasa. Dan pada penerapan jaringan listrik sepertisistem
hybrid 
[2] dan
 power plants
.Permasalahan utama pada penggunaan sel suryaadalah pembangkitan tenaga listrik yang rendah,terutama pada kondisi radiasi yang rendah. Yang bisadicapai hingga saat ini tidak lebih dari 20%, itupundalam skala laboratorium[1]. Dan jumlah daya listrik yang dibangkitkan berubah secara berkala seiringdengan perubahan cuaca.Selain itu, karakteristik V-I sel surya adalah
nonlinier 
dan berubah terhadap radiasi dan suhupermukaan sel surya. Secara umum, terdapat titik yang unik pada kurva V-I atau kurva V-P, yangdinamakan
 Maximum Power Point 
(MPP). Dimanapada titik tersebut, sel surya bekerja pada efisiensimaksimum dan menghasilkan daya keluaran palingbesar. Letak dari MPP tidak diketahui, tapi dapatdicari, dengan menggunakan perhitungan ataualgoritma penjejak. Oleh karena itu algoritma
 Maximum Power Point Tracker 
(MPPT) dibutuhkanuntuk menjaga titik kerja sel surya agar tetap padatitik MPP.Terdapat beberapa algoritma MPPT yang telahditemukan dan ditulis pada jurnal ilmiahinternasional seperti
Perturb and Observe
,
 Incremental Conductance, Dynamic Approach,Temperature Methods, Artificial Neural Network method,
 
Fuzzy Logic method 
dll. Semua algoritmatersebut berbeda-beda dalam beberapa aspek termasuk kesederhanaan, kecepatan, implementasi
hardware
, sensor yang dibutuhkan, biaya, efektifitas,dan parameter yang dibutuhkan.2.
 
Sel SuryaModel matematik dikembangkan untuk menirukan sel surya. Gambar 1 menunjukkanrangkaian persamaan sel surya, dimana
 I 
dan
adalah arus dan tegangan sel surya, kemudian,
 I 
 L
 adalah
cell’s photocurrent 
.
 R
sh
 
dan
 R
s
adalah tahananshunt dan tahanan seri dari sel surya[3].
Gambar 1.
Rangkaian persamaan sel surya
Persamaan dari rangkaian persamaan diatasadalah :(1)Dimana :
 I 
O
=
arus saturasi
reverse
(Ampere)
n
=faktor ideal dioda (bernilai 1 untuk dioda ideal)
q=
pengisian electron (1.602·10
-19
C)
k=
konstanta Boltzman (1.3806.10
-23
J.K
-1
)
T=
temperature sel surya (
o
K)Persamaan (1) digunakan dalam simulasimenggunakan komputer untuk mendapatkankarakteristik keluaran sel surya, seperti pada gambar
 
2 dan 3. Kurva ini menunjukkan sangat jelas bahwakarakteristik keluaran sel surya adalah
non-linier 
[4]dan sangat dipengaruhi oleh radiasi sinar matahari,temperatur dan kondisi pembebanan.
Gambar 2.
Karakteristik P-V untuk level radiasi yangberbeda. Tiap titik mewakili MPP dari masing-masingkurva
Gambar 3
. Karakteristik I-V pada temperatur permukaansel surya yang berbeda
3.
 
Algoritma Kontrol MPPTSeperti diketahui bahwa karakteristik dayakeluaran sel surya dipengaruhi oleh radiasi sinarmatahari dan temperatur permukaan sel surya,diperlukan sebuah algoritma untuk mencari titik dayamaksimum (MPP) dan menjaga pada titik kerjatersebut.Terdapat beberapa cara untuk menjejak titik dayamaksimum tersebut seperti
Perturb and Observe
[6],
 Incremental Conductance
[5],
 Dynamic Approach
[7]
 ,Temperature Methods
[5] dll. Pada pembahasan kaliini dipilih algoritma
 perturb and observe
(P&O)sebagai algoritma kontrol MPPT karena komputasiyang mudah dan cepat.P&O disebut juga dengan metode
hillclimbing
[6], yang mengacu pada karakteristik V-Pdari sel surya. Seperti pada Gambar 4, terdapat 3 jenis titik yang berada pada 3 posisi. Di sebelah kiripuncak dP/dV >0, dipuncak kurva dP/dV=0 dan disebelah kanan puncak dP/dV<0[6].
Gambar 4.
Posisi dP/dV yang berbeda pada kurva daya selsurya
Di sebelah kiri dari MPP perubahan dayaterhadap perubahan tegangan dP/dV>0, sementara disebelah kanan, dP/dV <0 (lihat gambar 4). Padagambar 1, jika tegangan kerja sel surya diganggu(
 perturbed 
) dan berada pada dP/dV>0, hal tersebutdiketahui bahwa penggangguan (
 perturbation
)dilakukan untuk memindahkan tegangan kerja selsurya maju ke arah MPP. Jika dP/dV<0, kemudianperubahan titik kerja mengarahkan sel surya jauh dariMPP, maka algoritma P&O membalik arahpenggangguan.
Flowchart 
dari algoritma iniditunjukkan pada gambar 5.
StartUkur V(k),I(k)P(k)-P(k-1)=0P(k)-P(k-1)>0V(k)-V(k-1)>0 V(k)-V(k-1)>0Naikkan Vref Turunkan Vref Naikkan VrefTurunkan VrefYaTidakYaTidakYa Tidak YaTidakP(k-1)=P(k)Kembali
 
Gambar 5.
Flowchart 
dari algoritma P&O
 
 
4.
 
Konfigurasi Sistem Sel SuryaGambar 6 menunjukkan susunan sistem sel surya.Sistem ini terdiri dari sel surya Solarex MSX77,MPPT, baterai 24V dan sebuah komputer. Sel suryaSolarex MSX77 mempunyai tegangan nominal 12Vdan daya keluaran 77WP. Namun, parameter ini akandiuji ulang dengan menggunakan rangkaian MPPT.Rangkaian MPPT terdiri dari DC
to
DC
converter 
 (dalam hal ini
boost converter 
), sensor arus, sensortegangan, mikrokontroler, LCD dan
interface
kekomputer. Baterai 24V dibutuhkan sebagai mediapenyimpan energi listrik yang dihasilkan dari solarsel.
DC to DCConverterPengukur arusdan teganganMikrokontrolerBATERAIPengukur arusdan teganganTAMPILANLCDKomputer
 
Gambar 6.
Konfigurasi Sistem Sel Surya
Pada MPPT ini digunakan
boost converter 
[7]karena pengisian energi listrik ke baterai diatur padamode
high current charging
.
 Boost converter 
 berfungsi untuk menaikkan tegangan dari sel surya ketegangan pengisian baterai[8]. Semakin naik tegangan pengisian, maka arus pengisian akan naik  juga. Rangkaian utama dari
boost converter 
[9]
 
adalahseperti pada Gambar 7 dibawah ini.
Gambar 7.
 
 Boost Converter 
 
Untuk menentukan tegangan keluaran dari
boost converter 
ialah dengan menggunakan persamaanberikut :(2)
 Boost 
 
converter 
terdiri dari induktor, dioda,kapasitor dan komponen pensaklar.
 Boost converter 
 bekerja berdasarkan sinyal pensaklaran, t
on
dan t
off 
.Perbandingan waktu hidup (t
on
) terhadap jumlahwaktu keduanya disebut juga dengan
duty cycle
. Saatsaklar hidup (
on
), energi disimpan pada induktormenjadi medan magnet, saat saklar mati (
off 
), energiyang tersimpan pada induktor diubah lagi menjadilistrik dan didorong oleh tegangan
input 
menjaditegangan
output 
sehingga nilainya menjadi lebihbesar.5.
 
Pengujian dan hasil
Prototype
MPPT telah dikembangkanmenggunakan metode yang dijelaskan dan diujidibawah sinar matahari. Sel surya mampumengasilkan daya keluaran maksimum sebesar 41 W,18 V tegangan rangkaian terbuka dan 4,1 A arushubung singkat.Pengujian MPPT dilakukan untuk mendapatkan 2karakteristik penting dari sel surya. Yaitu kurva arusterhadap tegangan sel surya (I-V) dan kurva dayaterhadap tegangan sel surya (P-V). Dan MPPT diujidengan mengubah frekuensi pensaklaran
boost converter 
untuk mengetahui efisiensinya terhadapperubahan nilai frekueensi pensaklarannya. Hasilpengujian untuk kurva I-V ditunjukkan pada Gambar8. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa padasaat arus keluaran sel surya besar hingga 4,1 A,tegangannya bernilai kecil. Sedangkan pada saat aruskeluarannya kecil, tegangan keluaran sel suryabernilai besar.
Gambar 8.
Karakteristik I-V sel surya MSX77
Pada hasil pengujian yang kedua, yaitukarakteristik daya keluaran sel surya terhadaptegangan keluarannya. Hasilnya dapat dilihat padaGambar 9. Pada Gambar tersebut menunjukkan kurvaseperti sebuah bukit. Tentunya terdapat sebuat titik puncak pada kurva tersebut yang menandakan titik daya maksimum dari sel surya MSX77. Besar nilaititik daya maksimum tersebut adalah 41 W. Jadi, selsurya MSX77 mampu menghasilkan daya keluaran

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Ismanu Rahadi liked this
darkman2 liked this
Andrian Classgaye added this note
aku gak ngerti

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->