Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Apoptosis Vs Autofagi

Apoptosis Vs Autofagi

Ratings: (0)|Views: 597 |Likes:
Published by saktiyonnie
Apoptosis adalah proses kematian sel yang terprogram. Autofagi adalah proses dimana lisosom akan memakan benda sel yang rusak..
Apoptosis adalah proses kematian sel yang terprogram. Autofagi adalah proses dimana lisosom akan memakan benda sel yang rusak..

More info:

Published by: saktiyonnie on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
Apoptosis dan Autofagi| 1
A. APOPTOSIS1. Pegertian Apoptosis
Apoptosis adalah suatu proses kematian sel yang terprogram, diatur secara genetik,bersifat aktif, ditandai dengan adanya kondensasi chromatin, fragmentasi sel dan pagositosissel tersebut oleh sel tetangganya. Apoptosis merupakan proses penting dalam pengaturanhomeostasis normal, proses ini menghasilkan keseimbangan dalam jumlah sel jaringantertentu melalui eliminasi sel yang rusak dan proliferasi fisiologis dan dengan demikianmemelihara agar fungsi jaringan normal. Apoptosis terjadi setiap hari dalam tubuh kita. Seldalam tubuh ada yang berproliferasi (lahir) dan ada yang mati.Untuk terjadi apoptosis ada berbagai macam stimulus. Stimulusnya sangat regulatedfashion (sangat terkontrol bukan sesuatu yang asal lalu mati). Apoptosis dibedakan dengannecrosis karena necrosis menginduksi inflamasi yang dapat menimbulkan masalah kesehatanyang serius. Proses dimana sel memegang peranan dalam kematiannya sendiri.Central pada apoptosis yaitu caspase yang beperan sebagai protein eksekutor. yangmemutuskan sel untuk apoptosis. Caspase atau Cysteine Aspartate Specific proteases.Caspase belum aktif merupakan procaspase. Agar berfungsi maka caspase harus mengamiaktivasi dengan pemotongan sisi karboksil dan pemotongan sisi terminal amino (jumlahamino) sehingga sisinya menempel sedemikian rupa sehingga menjadi active caspase. Adastimulus tertentu yang merubah procaspase menjadi caspase. Satu molekul caspase dapatmengaktifkan molekul caspase yang lainnya (snowball effect). Hasil caspase-nya berbeda-beda yang memiliki fungsi masing-masing. Aktifnya caspase maka selanjutnya adapembentukan vesikel, dan degradasi DNA. Sel mengalami apoptosis (DNA intake),kemudian mulai terlihat leader (DNA dipotong) dengan urutan tertentu sehingga punya polatertentu (ciri-ciri sel yang mengalami apoptosis, sedangkan kalau necrosis DNA-nya remuk).Deregulasi apoptosis mengakibatkan keadaan patologis, termasuk proliferasi selsecara tidak terkontrol seperti dijumpai pada kanker. Ada berbagai bukti yang menyatakankontrol apoptosis dikaitkan dengan gen yang mengatur berlangsungnya siklus sel,diantaranya gen p53, Rb, Myc, E1A dan keluarga Bcl-2. Gangguan regulasi dan proliferasisel baik akibat aktivitas onkogen dominan maupun inaktivasi tumor suppressor genes adahubungannya dengan kontrol apoptosis. Beberapa jenis virus onkologik melaksanakan
 
Apoptosis dan Autofagi| 2
proses transformasi sel dengan cara mengganggu fungsi apoptosis dalam sel., misalnyaSV40, herpes dan adenovirus, polioma maupun virus Epstein Barr (EBV).Dalam literatur lain menyebutkan apoptosis merupakan suatu bentuk kematian selyang didesain untuk menghilangkan sel-sel host yang tidak diinginkan melalui aktivasiserangkaian peristiwa yang terprogram secara internal melalui serangkaian produk gen.Adapun terjadinya penyebab diatas sebagai berikut:a.
 
Selama proses perkembanganb.
 
Sebagai suatu mekanisme homeostatik untuk memelihara sel di jaringan.c.
 
Sebagai suatu mekanisme pertahanan seperti reaksi imund.
 
Apabila sel-sel dihancurkan oleh penyakit atau agent-agent yang berbahaya.e.
 
Proses Penuaan.Faktor-faktor yang bertanggungjawab dari serangkaian peristiwa apoptosis baik fisiologis, adaptif maupun patologis adalah:
 
Kerusakan sel yang terprogram selama embriogenesis termasuk implantasi,organogenesis, involusi perkembangan dan metamorfosis yang tidak selaludidefinisikan secara fungsional sebagai kematian sel yang terprogram, Oleh ahliEmbriologi terminologi ini sering digunakan.
 
Proses involusi yang tergantung hormon pada orang dewasa seperti penurunan selendometrium selama siklus menstruasi, atresia folikuler ovarium pada menopause,regresi payudara setelah menyapih dan atropi prostat setelah katrasi.
 
Delesi sel pada populasi sel-sel yang berproliferasi seperti epitel kripta usus(intestinum).
 
Kematian sel pada tumor paling sering selama regresi tapi juga pada tumor denganpertumbuhan sel yang aktif.
 
Kematian netropil selama respon respon inflamasi akut.
 
Kematian sel-sel imun baik limfosit B & T, setelah deflesi sitokin, seiring dengandelesi sel-sel T autoreaktif pada timus yang sedang berkembang.
 
Kematian sel yang diinduksi oleh sel-sel T Sitotoksik, seperti pada penolakan imumseluler.
 
Apoptosis dan Autofagi| 3
 
Atropi patologis pada organ parenkim setelah obtruksi duktus, seperti yang terjadi dipankreas, kelenjer parotis & ginjal.
 
Lesi sel pada penyakit virus tertentu, misalnya pada hepatitis virus, dimana sel-selyang mengalami apoptosis dihepar yang dikenal sebagai badan
Councilman
 
 
Kematian sel akibat berbagai stimulus lesi yang mampu menyebabkan nekrosis,kecuali bila diberikan dosis rendah, contohnya panas, radiasi, obat-obat anti kankersitotoksik & hipoksia dapat menyebabkan apoptosis jika kerusakan ringan, tapi dosisbesar dengan stimulus yang sama menyebabkan kematian sel nekrotik.
2. Mekanisme Apoptosis
Mekanisme induksi pemicu terjadinya apoptosis bisa karena radiasi, cell stress,infeksi virus, death receptors, grandzymes (sel mengeluarkan granzymes yang akanmenginduksi apoptosis pada mekanisme imun).Apoptosis dibagi 2 jalur utama yaitu : intrinsik (Mitochondrial pathway) danekstrinsik (Death receptor). Intrinsik: contohnya cellular stress (radiasi, infeksi virus, growthfaktor, stress oksidasi) intinya sinyal apoptosisnya melalui pintu mitokondria yangmelibatkan protein bcl-2 dan bugs (p53), walaupun dari luar tetapi hancurnya dimitokondria.Dengan memeriksa kondisi dimana apoptosis terjadi, dapat disimpulkan bahwaapoptosis dapat diaktifkan oleh beberapa sinyal yang mencetuskan kematian, berkisar darikurangnya faktor atau hormon pertumbuhan, sampai interaksi Ligand
 – 
reseptor positif danagent-agent lesi spesifik sebagai tambahan ada koordinasi tapi sering pula ada hubunganyang berlawanan antara pertumbuhan sel dan apoptosis sebenarnya.a.
 
Peran aktivitasMekanisme terjadinya apopotosis untuk tiap sel berbeda-beda. Aktivasi mekanismeapoptosis untuk tiap sel tertentu disebabkan oleh aktivitas yang berbeda-beda pula.b.
 
Kadar ion kalsiumApabila terjadi aktivitas stimulus terhadap sel dan aktivitas apoptosis , akan terjadipeningkatan kadar ion Ca
++
didalam inti sel. Ion Ca
++
ini mengaktifkan enzim

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Opi Ynd liked this
Anggun Anggari liked this
Made Wardhana liked this
Made Wardhana liked this
Ayi eQ liked this
Endang Listiany liked this
Rozi Ana liked this
Puput Indah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->