Bagaimana menafsirkan tes
-
tes laboratorium yang makin lama makin bertambah jumlahnya itu? Tes apasaja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit? Hal-hal inilah yang akan d
i
bicarakan
dalam CDK kali ini.
Tes laboratorium memang tidak selalu diperlukan untuk diagnosis penyakit atau pengelolaan penyakit.Sering dengan mengamati gejala klinik dan perkembangannya saja sudah cukup. Justru karena inilah seorangdokter har
u
s mengetahui dengan tepat tes apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan; mengetahuibagaimana menafsirkan hasil-hasil tes tersebut setelah kita terima hasilnya; dan menyadari faktor
-
faktor yangmungkin mempengaruhi hasil-hasil tadi. Masalah
-
masalah inilah yang dibahas dalam artikel-artikelpendahuluan nomor ini oleh Prof. Jeanne Latu dan Prof. Gandasoebrata. Banyak hal yang dapat menyegar-kan pengetahuan dan mengubah pandangan kita terhadap hasil-hasil tes laboratorium dalam artikel ini.Misalnya, masih ingatkah kita bahwa minum satu galas air saja dapat menurunkan kadar glukosa dantrigliserida, dan meningkatkan kadar bilirubin darah? Apakah hasil tes yang di dalam "batas normal" ituselalu normal?Artikel berikutnya oleh Prof Sujudi menelaah "Apa yang harus kita lakukan sebelum mendapat hasil tesresistensi
"
. Pemeriksaan bakteriologik dan resistensi memerlukan waktu paling cepat 3
hari, bahkan
sampai 7ha
ri
. Sementara itu pasien dengan penyakit infeksi tentu memerlukan pengobatan segera. Untuk ini diperlukanpengetahuan akan penyakit tersebut, sifat kuman yang diduga menjadi penyebabnya, dan obat apa menurutkepustakaan yang cocok untuknya. Dengan mengingat hal-hal ini kita akan dapat membuat dugaan yangrasional atau
educated guess.
Dengan makin majunya suatu masyarakat tampak makin banyak penyakit jantung koroner menyeranganggota masyarakat. Maka pengetahuan kita akan kelainan lemak darah — faktor risiko utama dalam pe-nyakit ini — akan sangat berguna. Kini pengetahuan tentang kadar kolesterol total dan trigliserida darah sajakadang kala tidak cukup untuk menegakkan diagnosis maupun prognosis. Masih perlu kita ketahui tentangkadar kolesterol HDL dan LDL, karena masing-masing punya sifat yang berbeda, yang satu antiaterogenik,yang lainjustru sebaliknya.Masalah pemeriksaan tes faal hati juga kita turunkan dalam nomor ini. Ini mengingat begitu banyaknya,lebih
dari
100 tes, yang dipakai untuk menentukan faal hati. Meminta serangkaian tes faal hati secara membabibuta tentu tidak tepat, karena kini diketahui bahwa sebagian tes tersebut telah kuno dan
obsolete.
Untukdokter umum mungkin yang paling panting ialah : tes apa saja
yang
diperlukan untuk skrining ikterus? Apayang diperlukan untuk mengetahui kemajuan pengobatan? Ini dapat kita baca dalam artikel ini.Masalah
-
masalah peme
rik
saan lab lain, seperti pemeriksaan untuk diabetes, tiroid, nematologi rutin danlain-lain, jugs kita sajikan. Ta
k
ketinggalan ialah artiikel tentang Pap Smear dan analisis semen, yang semakinbanyak diminta oleh pasien dalam praktek umum sehari-hari.Selamat membaca.