Lebih dari 31 juta orang Amerika menderita artritis dan sejenisnya. Berapa jumlah pen-derita penyakit ini di Indonesia ? Tidak dapat dipastikan, tapi angka ini mungkin dapat mem-bantu memberi sedikit gambaran : sedikit-dikitnya 2
1
/4
milyar rupiah dibelanjakan masyarakat
Indonesia untuk obat anti-rematik setiap tahun ! Belum terhitung jamu-jamuan, obat/minyak gosok, ramuan Cina, serta obat analgesik yang dapat dibeli bebas untuk menghilangkan pegal
linu.
Di antara hal-hal yang tak pasti itu, ada satu kepastian. "Anda boleh duduk-duduk pada
bekas tambang radium, menggantungkan tabung Vryllium pada baju anda, memendam diri
sebatas leher dalam rabuk kuda, meneguk Formula-X-nya Dr. Fenby, atau memakan satu dosis
'Chuei Fung Tou Ke Wan', tapi anda tak akan sembuh dari penyakit artritis anda,
"
kata Anna-
bel Hecht dalam
FDA Consumer (Sept. 80).
Kenyataan yang pahit, tapi perlu diketahui oleh
para penderita itu agar tidak terjerumus dalam usaha sia-sia menyembuhkan penyakit tsb.
Penderita memang sering terkecoh oleh kesembuhan yang "dihasilkan" oleh berbagai metoda
pengobatan itu. Padahal itu sering ta
k
lain adalah fase remisi dalam perjalanan penyakit artritis.
Dr.
HM Adnan dalam artikel pertama nomor ini membahas penyakit-penyakit artritis yangsering dijumpai sehari-hari. Pembedaan dan pengenalan penyakit-penyakit artritis itu serta
perjalanan penyakitnya penting untuk diketahui karena menentukan tata-laksana pengobatan-nya. Dalam hal ini cara pemakaian kortikosteroid perlu sekali diperhatikan. Pemakaian yang
tida
k
tepat malahan akan memberatkan penderitaan pasien.
Artikel kedua, oleh dr. Soetarto& dr. Jean Latu, membahas pemeriksaan laboratorium
pada beberapa penyakit sendi menahun. Meskipun tidak semua pemeriksaan laboratorium dapat
memastikan diagnosis, tapi sebagian pemeriksaan itu dapat memberi petunjuk ada tidaknya
peradangan atau kerusakan jaringan. Sedang sebagian lagi dapat lebih memastikannya, karena
bersifat lebih spesifik. Contohnya ialah faktor rematoid (FR) yang banyak ditemukan pada
penderita artritis rematoid. Manfaat yang lebih besar diperoleh bila pemeriksaan laboratorium
itu dilakukan berulang-ulang, karena ini dapat memberi gambaran perjalanan penyakit.
Karena pada dasarnya banyak penyakit rematik tidak dapat disembuhkan, peranan
rehabilitasi menjadi nyata. Ini dibahas oleh Imam Waluyo SMPh & dr. A.R. Nasution.
Berkaitan dengan masalah tulang, dapat dibaca tulisan dr. Susworo mengenai penyebaran
tumor ganas di tulang. Tumor ganas sering menyebar ke tulang dan selalu menyebabkan rasa
nyeri serta kadang-kadang berkurangnya fungsi anggota badan. Ini berarti perawatan ekstra dan
beban bagi penderita dan lingkungannya. Maka diagnosis dini dan penanganannya menjadipenting untuk diketahui. Selain tulisan itu diturunkan juga artikel mengenai perkembangan
osteomielitis dalam 10 tahun terakhir ini, serta perkembangan lain yang berhubungan dengan
sendi & tulang.
Dalam nomor CDK ini juga dimuat karangan mengenai Masalah Inkompatibilitas Obat,Malaria Tropika dengan
"
Blackwater Fever", Penggunaan Beta-blocker pada tirotoksikosis,
Stress dan reaksi Psikologik, serta Ciri-ciri pendidikan bagi Profesi. Semoga bermanfaat.
Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981
3