Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum, Ham Dan Demokrasi Islam

Hukum, Ham Dan Demokrasi Islam

Ratings: (0)|Views: 138 |Likes:
Published by Andryan Niichan

More info:

Published by: Andryan Niichan on Dec 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2012

pdf

text

original

 
TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“HUKUM HAM DAN DEMOKRASI“
DISUSUN OLEH :
ANDRYAN (0802113160)
UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU2008/2009
Hukum, HAM & Demokrasi
 
Hukum, HAM, dan Demokrasi Dalam islam berisi tentang penjelasan konsep-konsephukum islam, HAM menurut islam dan demokrasi dalam Islam meliputi prinsip bermusyawarah dan prinsip dalam ‘ijma.Hukum Islam adalah hukum yang ditetapkan Allah melalui wahyu-Nya, dalam Al-Quran dijelaskan nabi Muhammad saw sebagai rasulnya melalui sunah beliau yang kiniterhimpun dengan baik dalam kitab-kitab hadist.HAM terbagi menjadi 2 HAM Menurut barat dan menurut islam. HAM barat bersifatanthroposentris: segala sesuatu berpusat pada manusia sehingga menempatkan manusiasebagai tolak ukur segala sesuatu. HAM islam bersifat theosentris: segala sesuatu berpusat pada Allah.
1.Demokrasi dalam Islam
Dalam konsep demokrasi modern, kedaulatan rakyat merupakan inti dari demokrasisedang demokrasi islam meyakini bahwa kedaulatan Allah lah yang menjadi inti daridemokrasi.
 Konsep keamanan nasional (negara) telah mempunyai sejarah yang panjang, lebih kurang 350tahun yang lalu, persisnya sejak disepakatinya penghentian perang tiga puluh tahun yang dituangkandalam Treaties of Westphalia tahun 1648. Pada awalnya definisi keamanan nasional diartikan sebagaiupaya yang bertujuan mempertahankan integritas teritori suatu negara dan kebebasan untuk menentukan bentuk pemerintahan sendiri. Namun dengan perkembangan global dan semakinkompleksnya hubungan antara negara serta beragamnya ancaman yang dihadapi oleh negara-negaradidunia, maka rumusan dan praktek penyelenggaraan keamanan cenderung dilakukan secara bersama-sama (collective security) menjadi acuan penting negara-negara didunia.Dalam perkembangannya, pelaksanaan keamanan bersama (collective security) tidak hanyadilakukan hanya untuk menjaga kedaulatan negara tetapi juga menjaga keamanan warga negara. Kasusyang dapat dlambil sebagai contoh pada dekade 1990-an adalah kasus di Irak tahun 1991 dan diSomalia tahun 1992/3. Pada Kasus pertama tindakan keamanan bersama dilakukan untuk melindungisuku Kurdi di utara dan minoritas Shi'te di selatan terhadap represi Pemerintahan. Sementara itu kasuskedua, di Somalia, tindakan yang sama dilakukan untuk memberikan perlindungan kemanusiaankarena pemerintahan yang tidak berfungsi.
 
Tindakan keamanan bersama yang dilakukan di kedua negara tersebut berdasarkan resolusi DK PBB No. 688 bulan April 1991 yang menyatakan bahwa represi yang dilakukan pemerintahanterhadap warga sipil telah mengakibatkan mengalirnya para pelintas batas dan pengungsi keluar dariIrak. Kejadian itu dinilai sebagai ancaman perdamaian internasional dan keamanan di kawasantersebut. Pengamanan dilakukan didaratan Irak sebelah utara dan diudara dengan menetapkan zoneekslusif di wilayah Irak Utara dan Selatan untuk melindungi minoritas Kurdi dan Shi'te. Sementara itu pada tanggal 3 Desember 1992,DK PBB menyatakan bahwa tragedi di Somalia telah merupakan ancaman perdamaian dankeamanan di kawasan tersebut. Kedua kejadian tersebut perlu dicatat karena hal itu dilakukan pertamakali sejak tragedi kemanusiaan di Afrika selatan dan Rhodesia pada tahun 1960-an, kekuatan militer dipergunakan untuk melindungi kelompok minoritas dan akibat perang yang diperkirakan akanmenjadi tragedi kemanusiaan. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa konsep keamanan yang berorientasi kepada negara mulai bergerak menuju suatu pemikiran yang mengembangkan gagasankeamanan bagi warga negaranya. Kepedulian terhadap keselamatan manusia semakin menjadi penting.Human security menjadi isyu keamanan yang mendapatkan perhatian banyak kalangan.Gagasan Human Security nampak lebih jelas dalam laporan UNDP mengenai HumanDevelopment Report of the United Nations Development Program pada tahun 1994. Namunsesungguhnya gagasan atau pengertian Human Security mulai menjadi perdebatan setelah perangdingin berakhir. Salah satu sumber penting yang memunculkan human security adalah perdebatantentang gagasan mengenai perlucutan
senjata dan pembangunan yang banyak terjadi di berbagaiforum di PBB dalam rangka merespon perlombaan senjata pada era perang dingin. Demikian pula kegiatan dari beberapa komisi independen seperti Komisi Brandt (The BrandtCommission), Komisi Bruntland (The Brundland Commission) dan Komisi PenakbiranGlobal (The Commission on Global Governance) membantu merubah fokus analisakeamanan nasional atau keamanan negara menjadi keamanan untuk warga negara (kadang-kadang disebut pula The Security of the People atau Societal Security). Diskursus tersebutkemudian diikuti dengan tumbuhnya pengakuan mengenai ancaman non-militer dalam perdebatan mengenai keamanan global.UNDP merumuskan human security dalam beberapa komponen sebagai berikut:(1) Keamanan ekonomi (assured basic income),(2) Keamanan pangan (physical and economic access to food).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->