Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Ekonomi Internasional 2, Analisis Krisis Ekonomi Amerika n Dampak Di Indonesia

Tugas Ekonomi Internasional 2, Analisis Krisis Ekonomi Amerika n Dampak Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 66 |Likes:
Published by Andryan Niichan

More info:

Published by: Andryan Niichan on Dec 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2011

pdf

text

original

 
TUGAS EKONOMI INTERNASIONAL
“ANALISA KRONOLOGIS TERJADINYA KRISISEKONOMIDI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 2008DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIANINDONESIA“
DISUSUN OLEH :ANDRYAN0802113160DOSEN PEMBIMBING :IVA DESMAN, SE
ANDO FAHDA AULIA, SE., M.Ec
UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU2010/2011
1
 
Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat menghenyakan banyakorang. Banyak yang terkejut mengapa negara sebesar Amerika Serikatbisa mengalami krisis ekonomi atau moneter yang merontokan pasarsaham dan keuangan di Amerika Serikat dan Bahkan di dunia. 
Asal Mula Krisis Subprime Mortgage di Amerika Serikat (AS)
Pada 2001-2005, pertumbuhan perumahan di Amerika Serikatmenggelembung seiring rendahnya suku bunga perbankan akibatkolapsnya indutri dotcom. Sejak 1995, industri dotcom (saham-sahamteknologi) di AS lebih dulu booming, namun kolaps dan menyebabkanbanyak perusahaan jenis ini tak mampu membayar pinjaman ke bank.Untuk menyelamatkan mereka, The Fed menurunkan suku bunga,sehingga suku bunga menjadi rendah. Suku bunga yang rendahdimanfaatkan pengembang dan perusahaan pembiayaan perumahanuntuk membangun perumahan murah dan menjualnya melalui skemasubprime mortgage. Gelembung perumahan ini terjadi di banyak negarabagian, seperti California, Florida, New York, dan banyak negara bagian dibarat daya.Saat bisnis perumahan mulai booming pada tahun 2001 ini, banyakwarga AS berkantong tipis yang membeli rumah murah melalui skemasubprime mortgage (KPR murah). Pada tahun 2006, ketika koreksi pasarmulai menyentuh gelembung bisnis perumahan di AS, ekonom Universitas Yale, Robert Shiller memperingatkan bahwa harga rumah akan naikmelebihi aslinya. Koreksi pasar ini, menurutnya, bisa berlangsung tahunandan menyebabkan penurunan nilai rumah-rumah tersebut hinggamuliaran dolar AS. Peringatan itu mulai terbukti ketika pada akhir 2006,sebanyak 2,5 juta warga AS yang membeli rumah melalui skema tadi takmampu membayar cicilan. Harga rumah yang mereka kredit melambungtinggi, bahkan ada yang sampai 100% dari nilai awalnya. Akibatnya,menurut laporan perusahaan penyedia data penyitaan rumah di AS,RealtyTrac, sebanyak itu pula, rumah yang akan disita dari penduduk AS.RealtyTrac mencatat pengumuman lelang sebanyak 179.599 yangmencakup 2,5 juta rumah yang dinyatakan disita karena gagal bayar. Ini
2
 
adalah jumlah penyitaan terbanyak selama 37 tahun. Penyitaan besar-besaran ini jelas dapat menimbulkan banyak warga AS menjadi tunawisma mendadak, dan bisa menjadi masalah sosial baru. Tidak semua warga negara AS memiliki uang yang cukup untukmembeli rumah atau memiliki sejarah kredit yang baik. Kebanyakan darimereka adalah pengangguran, pekerja-pekerja seperti office boy,pedagang kecil, dan pembersih rumah atau kantor. Sebenarnya, merekadianggap tidak layak mendapatkan pinjaman untuk memiliki rumahmurah, karena sejarah kreditnya kurang baik dan tidak memilikipendapatan yang cukup untuk mencicil. Untuk itulah diadakan subprimemortgage.Pembiayaan jenis ini sebenarnya berisiko, baik bagi kreditor maupundebitor, karena bunganya yang tinggi, sejarah kredit peminjam yangburuk, dan kemampuan keuangan peminjam yang rendah. SubprimeLenders (Pemberi pinjaman), biasanya adalah lembaga pembiayaanperumahan, mengumpulkan berbagai utang itu (pool) dan menjualnyakepada bank komersial. Oleh bank komersial, sebagian portofolio tersebutdijual lagi kepada bank investasi. Oleh bank investasi, kumpulan utangtersebut dijual kepada investor di seluruh dunia seperti bank komersial,perusahaan asuransi, maupun investor perorangan.Kumpulan utang tersebut dinamakan Mortgage-Backed Securities(MBS) yang merupakan bentuk utang yang dijamin. MBS ini termasuksalah satu bentuk transaksi derivatif yang penuh risiko. Ketika pembelirumah membayar bunga, baik pada cicilan bulanan atau pada saatpelunasan, pembeli MBS mendapat pendapatan. Layaknya transaksiderivatif lain, MBS bisa dibeli dari tangan pertama atau berikutnya.Artinya, investor yang sudah membeli MBS bisa menjualnya lagi keinvestor lain. Perolehan pendapatan dibagi menurut jenjang atausenioritas pembeli MBS ini. Dan ini menjadi beban seluruhnya bagipembeli rumah. Ini membuat nilai yang harus dibayar pembeli rumahmelambung tinggi hingga 100% dari nilai aslinya.Meskipun tergolong kredit berisiko tinggi, bank investasi dan hedgefund (HF) tetap memainkan instrumen ini, karena para investor dari
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->