Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Konstitusi Indonesia

Sejarah Konstitusi Indonesia

Ratings: (0)|Views: 486 |Likes:

More info:

Published by: chasiipuchafaflairys on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
Sejarah Konstitusi Indonesia
Added : Saturday, November 25th 2006 at 3:20pm by palomesBAB I
 
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
 
Perkataan “konstitusi” berasal dari bahasa Perancis
Constituer 
dan
Constitution
,kata pertama berarti membentuk, mendirikan atau menyusun, dan kata keduaberarti susunan atau pranata (masyarakat). Dengan demikian konstitusi memilikiarti; permulaan dari segala peraturan mengenai suatu Negara. Pada umumnyalangkah awal untuk mempelajari hukum tata negara dari suatu negara dimulai darikonstitusi negara bersangkutan. Mempelajari konstitusi berarti juga mempelajarihukum tata negara dari suatu negara, sehingga hukum tata negara disebut jugadengan
constitutional law
. Istilah
Constitutional Law
di Inggris menunjukkan artiyang sama dengan hukum tata negara. Penggunaan istilah
Constitutional Law
 didasarkan atas alasan bahwa dalam hukum tata Negara unsur konstitusi lebihmenonjol.Dengan demikian suatu konstitusi memuat aturan atau sendi-sendi pokok yangbersifat fundamental untuk menega
kkan bangunan besar yang bernama “Negara”.
Karena sifatnya yang fundamental ini maka aturan ini harus kuat dan tidak bolehmudah berubah-ubah. Dengan kata lain aturan fundamental itu harus tahan ujiterhadap kemungkinan untuk diubah-ubah berdasarkan kepentingan jangka pendek yang bersifat sesaat.
B. Pendekatan
 Dalam penulisan ini digunakan pendekatan historis.
BAB II
 
SEJARAH KONSTITUSI DAN AMANDEMEN UUD 1945
 
A. Sejarah Konstitusi
 Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi tertulis dan 2)konstitusi tak tertulis. Dalam hal yang kedua ini, hampir semua negara di dunia
 
memiliki konstitusi tertulis atau undang-undang dasar (UUD) yang pada umumnyamengatur mengenai pembentukan, pembagian wewenang dan cara bekerjaberbagai lembaga kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia.Negara yang dikategorikan sebagai negara yang tidak memiliki konstitusi tertulisadalah Inggris dan Kanada. Di kedua negara ini, aturan dasar terhadap semualembaga-lembaga kenegaraan dan semua hak azasi manusia terdapat pada adatkebiasaan dan juga tersebar di berbagai dokumen, baik dokumen yang relatif barumaupun yang sudah sangat tua seperti Magna Charta yang berasal dari tahun 1215yang memuat jaminan hak-hak azasi manusia rakyat Inggris. Karena ketentuanmengenai kenegaraan itu tersebar dalam berbagai dokumen atau hanya hidupdalam adat kebiasaan masyarakat itulah maka Inggris masuk dalam kategori negarayang memiliki konstitusi tidak tertulis.Pada hampir semua konstitusi tertulis diatur mengenai pembagian kekuasaanberdasarkan jenis-jenis kekuasaan, dan kemudian berdasarkan jenis kekuasaan itudibentuklah lembaga-lembaga negara. Dengan demikian, jenis kekuasaan itu perluditentukan terlebih dahulu, baru kemudian dibentuk lembaga negara yangbertanggung jawab untuk melaksanakan jenis kekuasaan tertentu itu.Beberapa sarjana mengemukakan pandangannya mengenai jenis tugas ataukewenangan itu, salah satu yang paling terkemuka adalah pandangan Montesquieubahwa kekuasaan negara itu terbagi dalam tiga jenis kekuasaan yang harusdipisahkan secara ketat. Ketiga jenis kekuasaan itu adalah : 1) kekuasaan membuatperaturan perundangan (legislatif); 2) kekuasaan melaksanakan peraturanperundangan (eksekutif) dan kekuasaan kehakiman (judikatif).Pandangan lain mengenai jenis kekuasaan yang perlu dibagi atau dipisahkan didalam konstitusi dikemukakan oleh van Vollenhoven dalam buku karangannya
Staatsrecht over Zee.
Ia membagi kekuasaan menjadi empat macam yaitu :1)pemerintahan (bestuur); 2) perundang-undangan; 3) kepolisian dan 4)pengadilan.Van Vollenhoven kemungkinan menilai kekuasaan eksekutif itu terlalu luas dankarenanya perlu dipecah menjadi dua jenis kekuasaan lagi yaitu kekuasaanpemerintahan dan kekuasaan kepolisian. Menurutnya kepolisian memegang jeniskekuasaan untuk mengawasi hal berlakunya hukum dan kalau perlu memaksauntuk melaksanakan hukum.Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Azas-azas Hukum Tata Negara di Indonesiamendukung gagasan Van Vollenhoven ini, bahkan ia mengusulkan untuk menambah dua lagi jenis kekuasaan negara yaitu kekuasaan Kejaksaan dan
 
Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara untuk menjadi jenis kekuasaan ke-lima dan ke-enam. Berdasarkan teori hukum ketatanegaraan yang dijelaskan diatas maka dapatdisimpulkan bahwa jenis kekuasaan negara yang diatur dalam suatu konstitusi ituumumnya terbagi atas enam dan masing-masing kekuasaan itu diurus oleh suatubadan atau lemabaga tersendiri yaitu:1.
 
kekuasaan membuat undang-undang (legislatif)2.
 
kekuasaan melaksanakan undang-undang (eksekutif)3.
 
kekuasaan kehakiman (judikatif)4.
 
kekuasaan kepolisian5.
 
kekuasaan kejaksaan6.
 
kekuasaan memeriksa keuangan negara
B. Amandemen UUD 1945
 Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yangmemuat hal-hal mengenai penyelenggaraan negara, karenanya suatu konstitusiharus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. Terlebihlagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalamkonstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yangbesar terhadap sistem penyelenggaraan negara. Bisa jadi suatu negara yangdemokratis berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya.Adakalanya keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi merupakansuatu hal yang tidak dapat dihindari. Hal ini terjadi apabila mekanismepenyelenggaraan negara yang diatur dalam konstitusi yang berlaku dirasakan sudahtidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat. Oleh karena itu, konstitusi biasanya jugamengandung ketentuan mengenai perubahan konstitusi itu sendiri, yang kemudianprosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifatsementara atau pun keinginan dari sekelompok orang belaka.Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi. Sistem yang pertamaadalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah, maka yang akan berlaku adalahkonstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian konstitusi). Sistem inidianut oleh hampir semua negara di dunia. Sistem yang kedua ialah bahwa apabilasuatu konstitusi diubah, maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Perubahanterhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Wulan Suchy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->