Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cdk 031 Masalah Jantung

Cdk 031 Masalah Jantung

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 2,245 |Likes:
Published by revliee

More info:

Published by: revliee on Oct 26, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
1 9 8 3
 
CerminDunia Kedokteran
31.
Masalah Jantung
 
No. 31,1983
CerminDunia Kedokteran
 
International Standard Serial Number :
0125 - 913X
Diterbitkan oleh
:
Pusat Penelitian dan Pengembangan
P.T. Kalbe Farma
Daftar Isi2
 
Editorial
Karya Sriwidodo
Tulisan dalam majalah ini merupakan pandang-an/pendapat masing-masing penulis dan tidakselalu merupakan pandangan atau kebijakaninstansi/lembaga/bagian tempat kerja si penu
lis
.
 ARTIKEL
 
3 Angina Pektoris
 
7 Uji Kerja Fisik Menggunakan Treadmill Untuk Deteksi
 
Iskhemia Miokardium11
 
Penyakit Jantung Bawaan : Apa Yang Harus Dilakukan
 
18 Pemeriksaan Radiologik Jantung
 
21 Komplikasi Kardiovaskuler pada Penyakit Paru
 
Obstruktif Menahun (PPOM)
 
25 Hubungan Antara Aktivitas Neuron dalam Cerebellum
dan
Perubahan-perubahan
 
Fungsi
 
Kardiovaskuler.
 
28 Kemoprofilaksis Malaria
 
30 Pengelolaan Kesukaran Tidur pada Usia Lanjut
 
33 Berbagai Pemeriksaan Imunologi untuk Menunjang
 
Diagnosa
 
38 Bioavailabilitas Komparatif Tiga Preparat Tablet
 
 Ampisilin 500 mg42 Pengaruh Pil Noriday
®
Terhadap Libido/Orgasme padaMasyarakat Desa Sagan Besar —
 
Riau
 
44 Penilaian Klinik Pemakaian Klomifen Sitrat sebagai Obat
 
Pemacu Ovulasi dalam Pengobatan Pemandulan di
 
Sulawesi Utara
 
49 Perkembangan : Latihan Isometrik dan Sistem
 
Kardiovaskuler; Neuroleptik dan Gerak 
 
 Abnormal;
 
Infeksi Anerobik pada Paru-paru
 
52
Hukum & Etika : Tepatkah Tindakan Saudara ?
 
53
Catatan Singkat
 
54
 Humor Ilmu Kedokteran
 
55
 Ruang Penyegar dan Penambah ilmu Kedokteran
 
56
 Abstrak-abstrak
 
Tidak banyak bidang kedokteran yang mengalami kemajuan begitu pesat seperti pada masalah penyakit jantung. Era transplantasi jantung antar manusia kini telah berganti dengan transplantasi jantung buatan.Barney Clark, si pembawa jantung buatan pertama, tidak hidup lama memang. Namun menandai era baru
:
bahwa mesin jantung itu bisa dibuat bagi manusia yang memerlukannya. Dengan kemajuan teknologi, dalam10 tahun mendatang ini dapat diharapkan adanya jantung buatan yang dapat cukup lama menghidupipembawanya. Tapi kemajuan ini menuntut tak sedikit biaya serta ketrampilan. Sehingga rupanya ta
akanbanyak mengubah status masalah jantung di negara kita dalam jangka waktu itu.Namun ada kemajuan yang
.
telah atau akan dapat segera dimanfaatkan di negara kita, terutama dalammasalah penyakit jantung koroner. Yang belum tersedia di sin
i
,
tapi memerlukan teknologi yang relatif tak begitu rumit ialah
angioplasti
koroner. Prinsipnya ialah secara paksa melebarkan kembali arteri koroner yangmengalami stenosis, menggunakan kateter balon. Kateter dimasukkan lewat arteri femoralis, ke aorta, teruske pembuluh darah koroner yang tersumbat, dengan tuntunan radiologik (angiografi koroner). Di tempatsumbatan balon ditiup dan arteri dilebarkan. Selesai. Teknik non-invasif ini tergolong berhasil. Bagipenderita angina pektoris yang diakibatkan kelainan satu cabang pembuluh koroner (single vessel disease)teknik ini banyak menolong. Angka keberhasilan cukup tinggi. Dan mortalitas/morbiditas—di tangan ahliyang terlatih — rendah sekali. Benar, arteri dapat mengalami restenosis. Tapi — inilah keunggulan teknik ini— prosedur tadi dapat diulang kembali.Bagaimana prospeknya di negara kita ? Teknik angiografi koroner telah dikuasai oleh ahli-ahli kita.Maka yang diperlukan tinggal latihan memasukkan kateter balon tadi. Tapi salah satu hambatan ialah
:
bilaterjadi komplikasi, diperlukan fasilitas bedah jantung darurat. Inilah hambatan utamanya. Bila ini dapatdiatasi, maka cukup banyak pasien penyakit jantung koroner yang akan dapat
"
disembuhkan" tanpa perlukeluar negeri.Kemajuan lain yang menyolok ialah telah tersedianya obat-obat baru bagi penderita angina pektoris.Obat golongan beta—blocker dan calsium antagonist merupakan tulang punggungnya. Calsium antagonist —seperti verapamil, diltiazem, dsb — mendapat perhatian besar terutama karena keberhasilannya mengendali-kan gejala angina pektoris tipe unstable, varian, atau prinzmetal. Perusahaan obat pembuatnya kini bahkanmeluaskan indikasinya sebagai obat primer antihipertensi
:
menurunkan tekanan darah sekaligus melindungi jantung. Klaim yang punya dasar cukup kuat. Maka bukan ta
mungkin penggunaan obat ini akan
"
mele-dak" dalam waktu dekat ini, seperti halnya golongan beta—blocker pada masa sebelumnya.Tapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Meskipun gejala angina dapat terkontrol, untuk jenis anginatertentu obat-obat tadi berdasarkan statistik tidak atau tidak banyak menurunkan insidensi infark miokard.Sebagai contoh di Jepang sebelum ada nifedipin (antara tahun 1959 — 1968) insidensi pasien "angina of effort" yang mengalami
infark
adalah 11,9%. Setelah ada nifedipin, antara tahun 1969 — 1978, angka taditurun menjadi 5,7%. Tapi untuk angina tipe varian insidensi tadi cuma turun dari 33,3% menjadi 32,3%.Praktis ta
berubah. Ini selain menyedihkan, juga menimbulkan tanda tanya besar. Sekaligus ia membukti-kan amat minimnya pengetahuan kita akan hakekat penyakit jantung koroner.Maka usaha-usaha pencegahan primer dan sekunder, seperti menghindari rokok, olah raga, pengaturandiet, mengubah perilaku menghadapi stress dsb., menjadi semakin penting. Dalam masalah ini pun masihbanyak kontroversi. Misalnya, beberapa percobaan besar-besaran untuk mencegah penyakit jantung koronerdengan pengendalian diet dan pengobatan hipertensi ta
berhasil menurunkan insidensi penyakit koroner!Setidak-tida
nya untuk orang di atas usia 40 tahun. Apakah intervensi ha
ru
s dilakukan lebih awal?. Tam-paknya demikian.
E.
Nugroho
 2 Cermin Dania Kedokteran No. 31

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Kholiq liked this
alfianfirdaus liked this
Trixa Gintoro liked this
Asma Ferabil liked this
Yesi Hasneli liked this
Syifa Munawarah liked this
sonyaindra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->