Cermin Dania Kedokteran No. 34, 1984 3
Artikel
Afasia Sebagai Gangguan KomunikasiPada Kelainan Otak
dr. Lily
Sidiarto dan
dr.
Sidiarto Kusumoputro
Klinik Gangguan Wicara
-
Bahasa
Bagian Neurologi FKUI/RSCM,
Jakarta
PENDAHULUAN
Dengan bertambahnya jumlah gangguan peredaran darahotak (CDV) dan trauma kapitis, maka jumlah kasus dengangejala sisa neurologik juga makin meningkat. Gejala sisa ele-menter yang paling menyolok adalah hemiparesis dan gejala sisafungsi luhur yang paling banyak adalah afasia. Pada kasus CVD,kemungkinan seorang pasien menderita afasia adalah 25%,karena separuhnya menderita hemiparesis dekstra dan separuhdari
ini mungkin menderita afasia. Karena afasia tergolongkelainan komunikasi dan komunikasi merupakan bagian yangpenting dalam kehidupan manusia, maka rehabilitasi afasia tidak dapat diabaikan. Mungkin saja seorang dengan gejala sisakelumpuhan menduduki jabatannya semula tetapi akan sangatsulit bagi orang yang menderita afasia. Bukannya ini berartitidak mungkin; sebagian pasien afasia dapat juga kembalimenduduki jabatan semula asal afasinya yang tidak terlalu beratmendapatkan rehabilitasi yang cepat dan tepat. Untuk maksuditu, kecepatan dan ketepatan diagnosis sangat diperlukan untuk menolong nasib pasien afasia.Makalah ini mengu
r
aikan secara singkat masalah afasia ditin- jau secara klinik.
GANGGUAN KOMUNIKASI
Seorang yang berkomunikasi menggunakan sederetan fungsisebagai berikut
:
1. simbolisasi, yaitu melakukan formulasi dan menyimak ba-hasa dan simbol-simbol lain yang lazim disebut berbahasa.2. respirasi, yang diperlukan untuk mendapatkan tenaga gu-na berbicara
(speech).
3. resonansi
:
menghasilkan nada-nada tertentu.4. fonasi (pembunyian)
:
tenaga yang didapat dipakai untuk menggerakkan pita suara.5.
artikulasi
:
menghasilkan vokal dan konsonan untuk berbicara.6. lafal
:
menghasilkan pengucapan bunyi bahasa.7. prosodi
:
yang membuat lagu kalimat.8. kemampuan komunikasi, yaitu kemauan, kesediaan dan
kemampuan untuk berinteraksi lewat komunikasi.Jenis gangguan komunikasi dapat disebabkan oleh kelainanpada salah satu atau beberapa dari
fungsi tersebut diatas.
B
agan gangguan
w
icara
-
bahasa
(
speech
a
nd
l
anguage
disorder)
Gangguan komunikasi juga disebut sebagai gangguan
wicara
bahasa dan istilah ini lebih sering dipakai. Gangguan ini
dapat
terjadi pada anak dan dewasa.Sebuah bagan sederhana disajikan dibawah ini
:
Gangguan wicara—bahasaa. gangguan multimodalitas
:
—afasiab.
gangguan modalitas tunggal
:
—agnosia
—apraksiac.
gangguan "berpikir"
:
—
demensia—
confusion
(kusut pikir)
—
psikogemic
Untuk memahami jenis-jenis gangguan wicara
-
bahasa se-baiknya dikenal juga komponen
-
komponen
dari
proses pusatbahasa di otak. Menurut Brown, model pusat bahasa di otak
gangguan wicara
mencakupfungsi dasar
:
-
respirasi
-
resonansi
-
fonasi
-
artikulasi
- l
afal
- p
rosodi