Artikel
Pengantar Farmakokinetika
Dr Yeyet Cahyati S Apt
PENDAHULUAN
Sejak beberapa tahun yang lalu, pola pengontrolan kualitas
dan pemakaian klinik obat dipengaruhi oleh suatu disiplin
il
mu
yang mempelajari nasib obat dalam tubuh. Disiplin
ilmu
tersebut kita kenal dengan nama "Fammakokinetika".
Kata " farmakokinetika" berasal
dari
kata-kata
"
pharma-
con
"
,
kata Yunani untuk
obat
dan
racun,
dan
"kinetic".
Jadi
"
farmakokinetika" adalah
ilmu
yang mempelajari kinetika
obat, yang dalam hal ini berarti kinetika obat dalam tubuh.
Proses
-
proses yang akan menentukan kinetika obat dalam tu-
buh meliputi
proses
absorpsi, distribusi,
metabolisme
dan
ekskresi.
Untuk memahami kinetika obat dalam tubuh tidak cukup hanya dengan menentukan dan mengetahui perkem- bangan kadar atau jumlah senyawa asalnya saja
(unchanged compound),
tetapi juga meliputi metabolitnya.
Bagian
tubuh di man konsentrasi/jumlah obat dan atau
metabolitnyaditentukan
biasanya
darah (plasma/serum),
ekskreta (urin, faeses, ludah, dan lain
-
lain), atau jaringan tubuh
lain.
PEMODELAN DALAM FARMAKOKINETIKA
Da lam suatu penelitian/studi farmakokinetika, perkembarig-
an kadar/jumlah obat (senyawa asal dan atau metabolitnya)
dalam tubuh dilakukan pada titik-titik waktu yang diskon-
tinyu (misalnya pada waktu-waktu 30 menit, 1 jam, 2 jam, 3
jam, 6 jam dan 8 jam setelah pemberian obat), karena sampai
–
Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut TeknologiBandung – Konsultan padaSubBidang Farmakokinetika, Bidang Farina-kologi, Pusat Penelitian dan PengembanganPTKalbeFarina, Jakarta
dengan saat ini memang tidak mungkin untuk dapat menentu-
kan kinetika obat dalam tubuh secara eksperimental dalam
waktu yang kontinyu. Dengan demikian, data eksperimental
yang akan kita peroleh hanyalah untuk waktu-waktu tersebut
tadi. Sebagai contoh dapat dilihat gambar 1.
Jika data tersebut dibiarkan apa adanya, tidak banyak man-
faat yang bisa ditarik. Oleh karena itu, dalam dunia farina-
kokinetika akan dijumpai apa yang disebut dengan "model
"
.
"Model
"
yang paling sering dipakai adalah model komparte-
mental, di mana keadaan tubuh direjpresentasikan ke dalam
bentuk kompartemen: satu kompartemen atau pluri-komparte-
men. Tiap kompartemen mempunyai besarai volume (isi) yangdisebut "volume distribusi
"
.
Model-model tadi hanyalah suatu
representasi
matematika yang tidak bisa dihubungkan dengan
Cermin DuniaKedokteran No. 37 1985 3