PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 5 TAHUN 2004TENTANGPERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985TENTANG MAHKAMAH AGUNGI. UMUMUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan bahwaMahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum,peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara adalah pelakukekuasaan kehakiman yang merdeka, di samping Mahkamah Konstitusi, untukmenyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Selain itu, ditentukanpula Mahkamah Agung mempunyai wewenang mengadili pada tingkat kasasi, mengujiperaturan perundang-undangan di bawah undang-undang, dan kewenangan lainnya yangdiberikan oleh undang-undang.Kekuasaan kehakiman yang merdeka merupakan salah satu prinsip penting bagi Indonesiasebagai suatu negara hukum. Prinsip ini menghendaki kekuasaan kehakiman yang bebasdari campur tangan pihak manapun dan dalam bentuk apapun, sehingga dalammenjalankan tugas dan kewajibannya ada jaminan ketidakberpihakan kekuasaan kehakimankecuali terhadap hukum dan keadilan. Guna memperkukuh arah perubahanpenyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang telah diletakkan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dilakukan penyesuaian atas berbagaiundang-undang yang mengatur kekuasaan kehakiman.Undang-Undang ini memuat perubahan terhadap berbagai substansi Undang-UndangNomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Perubahan tersebut, di samping gunadisesuaikan dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945, juga didasarkan atas Undang-undang mengenaikekuasaan kehakiman baru yang menggantikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970