Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
lembaga lembaga independen

lembaga lembaga independen

Ratings: (0)|Views: 830 |Likes:
Published by lisapardani

More info:

Published by: lisapardani on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
1
LEMBAGA-LEMBAGA INDEPENDEN
A.
Perkembanga Lembaga-Lembaga Independen
Dalam perkembangan bentuk keorganisasian modern demi menjamin pembatsankekuasaan dan domokratisasi yang lebih efektif, maka independensi lembaga-lembaga seperti Tentara, Kepolisian, Kejaksaan dan Bank Sentral perludilaksanakan. Dari keempat lembaga ini sekarang yang telah resmi menjadi lembgaIndependen adalah tentana Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara (POLRI)dan Bank Indonesia sebagai bank sentral, sedangkan Kejaksaan Agung belummenjadi lembaga yang Independen.Pada perkembangan selanjutnya sesuai dengan perkembangan berkaitan denganlembaga-lembaga khusus seperti Komnas HAM, Komisi Pemiihan Umum (KPU) ,komisi Ombudsman, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Komisi PemberantasanKorupsi dll. Keberadaan lembaga–lembaga ini di indonesia perlu didudukannya pengaturannya dalam kerangka sistem ketatanegaraan Indonesia modern, dan dalamkerangka perkembangan sistem hukum nasional yang menjamin keadilan dandemokrasi dimasa yang akan datang. Kedudukan dan peranan yang dimiliki masing-masing lembaga ini adalah sejauh kedudukan dan peranan yang ada padanya.Dalam bab ini hanya akan disebutkan beberapa lembaga yang disebutkan dasar  pembentukannya dalam UUD 1945.
B.Komisi Pemilihan Umum
 
2
Amandemen UUD 1945 menghasilkan landasan hukum yang kuat bagi pemilihanumum sebagai salah satu wahana kedaulatan rakyat. Ketentuan Pemilu diatur dalamUndang-Undang 1945 pasal 22 yang berbunyi ;1.Pemilihan umum dilaksanakan secara lansung, umum, bebas dan rahasia(luber) serta jujur dan adil (jurdil) .2.Pemilihan umum diselenggrakan untuk memilih anggota Dewan PerwakilanRakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, danDewan Perwakilan Daerah.3.Peserta Pemilihan Umum untuk memilih dewan Perwakilan Rakyat daDewan Perwakilan Rakyat Dearah adalah Partai polotik.4.Peseata pemilihan umum untuk anggota DPRD adalah perseorangan
5.
Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasioanl, tetap, dan mandiri.
6.
Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undang-undang.Ketentuan lebih lanjut dari amanat pasal 22E UUD 1945 diatur dalam UU No15 Tahun 2011 perubahan dari UU No. 22 Tahun 2007Didalam UU No 15 tahun 2011 ini diatur mengenai pemilu yaitu dalam pasal :
5. Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yang terdiriatas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sebagai satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
 
3
 Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat, serta untuk memilih gubernur, bupati, dan walikota secarademokratis.6. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan Pemilu.7. Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPU Provinsi, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di provinsi.
Sifat nasional berarti wilayah kerja dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara pemilu mencakup seluruh wilayang negara Indonesia. sikap tetap menunjukan KPUsebagai lembaga yang menjalankan tugas berkesinambungan meskipun dibatasi olehmasa jabatan tertentu. Sifat mandiri mencerminkan sifat KPU dalam menjalankan danmenyelenggarakan pemilu bebas dari pengaruh pihak manapun.Pada saat Pemilu 1999 pemilu diatur dalam UU No. 3 Tahun1999. DalamUndang-undang ini penyelenggara pemilu adalah KPU dan penanggung jawabnya adalahPresiden. Meskipun undang-undang ini menyebutkan bahwa pemilu diselenggarakansecara vevas dan mandiri, kemandirian dari lembaga ini sulit terjadi karena keanggotaanKPU terdiri dari partai politik dan pemerintah. Keanggotaan Pemilu bukanlah yang bebasdan mandiri, tetapi peserta pemilu itu sendiri. Kemudian terjadi beberapa kali revisi untuk menjamin kemandirian lembaga ini yaitu pada UU No. 12 Tahun 2003 yang kemudiandigantikan oleh UU No. 15 Tahun 2011. Bisa dikatakan setiap penyelenggaraan pemilumaka akan diatur dalam undang-undang yang baru.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
sioe_wei19648647 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->