BAB IPENDAHULUAN
1.1.
Latar BelakangS
untikan depot progestin cukup penting bagi kita sebagai obat kontrasepsiyang efektif untuk digunakan dalam program keluarga berencana secara luas.Caranya hanya satu kali suntik dengan interval satu bulan atau lebih sehinggametode ini lebih menguntungkan , bila dibandingkan dengan pil, terutama dalamsituasi dimana motivasi dan taraf pendidikan dalam masyarakat masih sangatkurang atau rendah.Usaha pertama tentang penggunaan obat kontrasepsi parenteral ditemukanrutherfrd et al (1964) dengan menggunakan suntikan yang terdiri dari campuranestrogen dan progesterone tiap bulan . Tahun 1965 Zanartu dan navaromenggunakan depot progesterone parenteral tiap 3 bulan.Penyuntikan MPA (Depo Provera) 150 mg tiap 3 bulan , memberikan efek kontrasepsi hampir 100% (Onetto dan Zanartu 1969, Taylor 1967, Zanartu et al1966) karena itu mungkin MPA lebih efektif daripada NEE namun demikiandari hasil –hasil pengalaman klinis dengan penyuntikan MPA ternyata ada pengaruh banyak pada siklus haid seperti perdarahan – perdarahan (breathrough bleeding dan spottinng) dan amenorea.
1.2.Tujuan
1.1.1Tujuan UmumMemperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada akseptor Keluarga Berencana terutama Kontrasepsi suntik 3 bulanmenggunakan pendekatan manajemen kebidanan menurut Hellen Varney(1997), sehingga meningkatkan derajat kesehatan wanita1.1.2 Tujuan Khusus1.2.2.1Dapat melakukan pengkajian, interpretasi data, diagnosa potensial, dan antisipasi, tindakan segera, intervensi, implementasidan evaluasi.1.2.2.2Dapat mendokumentasikan asuhan kebidanan pada akseptor Keluarga Berencana terutama Kontrasepsi suntik 3 bulan dengantujuh langkah Varney.3