Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Moneter Di Indonesia

Kebijakan Moneter Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by Maya Dan Maya

More info:

Published by: Maya Dan Maya on Dec 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

text

original

 
KEBIJAKAN MONETER DI INDONESIABEROPERASI PADA SUKU BUNGAPendahuluan
Efektivitas pengendalian moneter di Indonesia dalam beberapa tahunterakhir dirasakan semakin berkurang sebagaimana terlihat pada semakinsulitnya pencapaian sasaran-sasaran operasional berupa besaran-besaranmoneter maupun sasaran-sasaran akhir khususnya laju inflasi dan neracapembayaran. Permasalahan ini tampaknya terkait dengan perkembangansistem, operasi, dan instrumen pasar keuangan yang pesat dan semakinkompleks serta peningkatan keterkaitan pasar keuangan domestik daninternasional yang telah berdampak pada: Berubahnya definisi, cakupan, danperilaku uang beredar. Terjadinya proses pemisahan kegiatan antara sektormoneter dan sektor riil sehingga hubungan antara uang beredar dan berbagaivariabel di sektor riil semakin sulit diprediksi. Semakin besar dan cepatnyaarus lalu lintas modal sehingga uang beredar dalam jangka pendek menjadiberfluktuatif dan sulit dikendalikan.Kondisi tersebut diyakini telah mengubahhubungan-hubungan kausalitas yang melandasi formulasi kebijakan moneterdan menuntut adanya peninjauan Kembali atas relevansi paradigmamonetaris yang selama ini melandasikebijakan moneter Bank Indonesia.Berbagai negara dengan permasalahan yang sama telah berpalingkepada mekanisme pengendalian moneter melalui suku bunga sebagaisasaran operasional. Mekanisme ini didasarkan pada paradigma Keynesianbahwa transmisi kebijakan moneter ke sasaran akhir tidak secara langsungmelalui perubahan volume uang beredar namun melalui perubahan sukubunga. Dengan menggunakan analisis grafis dan pengujian ekonometri, studiini menunjukkan adanya hubungan-hubungan kausalitas di antara beberapavariabel moneter yang sejalan dengan pendekatan Keynesian. Berdasarkanhubungan-hubungan tersebut, maka saya mencoba menawarkan konsep
 
pengendalian moneter dengan suku bunga sebagai salah satu operasionaluntuk Indonesia.
Tulisan ini disajikan dengan rangkaian sebagai berikut. Bab “
faktoryang mempengaruhi keefektifan kebijakan moneter
r” Sel
ama Inimengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitaskebijakan moneter dan menjelaskan dampak deregulasi keuangan terhadap
efektivitas kebijakan moneter selama ini. Bab “Suku Bunga sebagai SasaranOperasional” mengulas secara ringka
s teori yang melandasi mekanismepengendalian moneter melalui suku bunga sebagai sasaran operasional danmerangkum pengalaman Australia danSelandia Baru dalam menerapkan
mekanisme tersebut. Bab “Kemungkinan Penggunaan Suku Bunga Sebagai
Sasaran Operasional
di Indonesia” menyajikan hasil studi empiris mengenai
hubungan kausalitas antara suku bunga dan sasaran akhir kebijakan moneter(inflasi) serta jenis-jenis suku bunga yang dapat menjadi kandidat sasaranoperasional kebijakan moneter. Selanjutnya, dalam Ba
b “Konsep
Pengendalian Moneter Dengan Menggunakan Suku Bunga Sebagai Sasaran
Operasional Untuk Indonesia” kami menyajikan konsep pengendalian
moneter dengan menggunakan suku bunga sebagai sasaran operasional
untuk Indonesia. Akhirnya, dalam Bab “Kesimpulan
 
dan Saran” kami
memberikan kesimpulan dan beberapa saran kebijakan serta arahan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kebijakan Moneter
Kebijakan-kebijakan ekonomi secara garis besar dapat dibagi ke dalamdua kelompok, yaitu: kebijakan-kebijakan untuk mempengaruhi sisipenawaran agregat, seperti kebijakan ketenagakerjaan, kebijakanperdagangan, kebijakan perindustrian, dan kebijakan-kebijakan untuk mempengaruhi sisi permintaan agregat (atau lebih dikenal sebagaikebijakankebijakan ekonomi makro), seperti kebijakan moneter, fiskal, dan
 
nilai tukar. Seluruh kebijakan tersebut baik secara sendiri-sendiri maupunbersama-sama dapat mempengaruhi berbagai sasaran kebijakan ekonomiseperti laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan keseimbangan neracapembayaran. Oleh karena itu, dalam mengevaluasi suatu kebijakan idealnyakita harus mampu mengisolasi dampak kebijakan tersebut dari pengaruhkebijakan-kebijakan lain terhadap sasaran yang dituju.Mengingat analisis ini ditujukan untuk menilai efektivitas kebijakanmoneter dalam jangka pendek/menengah dan dengan keyakinan bahwakebijakan di sisi penawaran lebih banyak berdampak terhadap perkembangansasaran akhir dalam jangka panjang maka upaya mengevaluasi efektivitaskebijakan moneter dilakukan tanpa memperhitungkan pengaruh kebijakan-kebijakan di sisi penawaran. Ada tiga komponen yang terkandung di dalamsetiap kebijakan ekonomi, yaitu instrumen, sasaran, dan hubungan kausalitasantara instrumen dan sasaran (yang umumnya dipresentasikan ke dalamsuatu model ekonomi).1 Uraian berikut ini akan mencoba mengidentifikasifaktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas kebijakan moneterdengan melihat kinerja ketiga komponen tersebut.Dalam merancang kebijakan-kebijakan ekonomi untuk mencapaisasaran akhir berganda (multi-targeting), keharmonisan policy mix danketepatan policy assignment sangat penting. Landasan teoritis dari konsepkeharmonisan policy mix dipelopori oleh pemenang hadiah Nobel di bidangIlmu Ekonomi dari Belanda, Jan Tinbergen, sedangkan konsep ketepatanpolicy assignment diajukan oleh pakar ekonomi moneter internasional dari Amerika Serikat, Robert Mundell. Kerangka kerja Tinbergen didasarkan padaasumsi adanya hubungan linear antara instrumen-instrumen kebijakandengan sasaran-sasaran akhir. Salah satu syarat agar instrumen-instrumenkebijakan tersebut dapat mencapai sasaran-sasaran akhir yang berbedasecara bersamaan adalah jumlah instrumen yang tersedia minimal harussama dengan jumlah sasaran akhir. Selain itu, setiap instrumen harusindependen terhadap instrumen lain.Di dalam kerangka kerja Tinbergen, penyebab ketidakefektivan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->