Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penilaian

Penilaian

Ratings: (0)|Views: 119 |Likes:
Published by Enabila05

More info:

Published by: Enabila05 on Dec 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
Menggabungkan Penilaian Afektif danKognitif menjadi satu, bolehkah?
 
Artikel ini saya buat sebagai sebuah pertanyaan seorang kawan yang menanyakan, bolehkah ranah penilaian afektif dijadikansatu (penggabungan ) nilai dengan penilaian kognitif serta psikomotor?. pertanyaan inicukup menarik karena biasanya teori yang dikembangkan Bloom ini dijadikan formatterpisah, dan tidak seharusnya digabung mengingat secara dasar teori dan filosofiskeilmuan saja sudah berbeda, baik yang digunakan dalam format penilaian KTSP atau penilaian yang lainnya. Baiklah dibawah ini akan saya coba jelaskan dan paparkanmengapa penilaian afektif dan kognitif tidak boleh digabungkan menjadi satu penilaian.
Pendahuluan
Seperti kita ketahui bahwa ranah penilaian pembelajaran menurtu Bloom mencakup 3ranah yaitu : Kognitif, afektif dan psikomotor. Yang umum digunakan dalam penilaian pembelajaran adalah penilaian menyangkut kognitif, seperti tes tertulis dan pilihan ganda.Sedangkan kompetensi siswa dalam ranah afektif yang perlu dinilai adalah menyangkutsikap dan minat siswa dalam belajar. Secara teknis penilaian afektif dilakukan melaluidua hal yaitu (1) laporan diri siswa menggunakan angket anonim dan (2) pengamatansistematis oleh guru terahadap penilaian afektif siswa dan wajib menggunakan lembar  pengamatan.Penilaian pada ranah afektif sangat berbeda dengan penilaian kognitif termasuk penilaian psikomotor, hal ini dikarenakan penilaian afektif lebih mengedepankan sifatkualitatifnya, sedangkan kognitif sangat lebih bersifat kuantitatif. Dalam pelaksanaannya pemilaian afektif harus didalam setiap pembelajaan satu KD serta juga harus ada pengamatan siswa oleh guru. Dan karena keterbatasan waktu maka penilaian afektif 
 
hanya digunakan sekali untuk tiap satu kompetensi dasar. Nantinya hasil penilaian afektif seperti laporan diri hanya dapat digunakan untuk bahan pembinaan secara klasikal, dandigunakan guru untuk pembinaan siswa secara individual dan klasikal.
Format Pembagian penilaian
Pada awalnya teori afektif ini dikembangkan oleh peneliti pendidikan seperti :Krathwohl, Bloom dan Masia . Bahkan mereka menjadikan penilaian afektif menjadi 5klasifikasi kemampuan afektif. Tiap klasifikasi dibagi menjadi bagian-bagian yang lebihkhusus, meliputi: 1) Menerima (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu), 2)Merespon (aktif berpartisipasi), 3) Menghargai (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai-nilai tertentu), 4) Mengorganisasi (menghubung-hubungkan nilai-nilai yangdipercayainya), 5) Bertindak/ Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidupnya). Secara dasar dapat di tegaskan bahwa penilaian afektif memang sangat bersifat kualitatif sehingga tidak bisa secara mudah digabungkan dalam sistem penilaiankognitif, ini bisa terlihat dalam penilaian afektif KTSP yang resmi digunakan diknasDepdiknas Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika
SekolahMenengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.
seperti contoh dibawah ini :
Format Penilaian Aspek Kognitif, Afektif, dan PsikomotorNoNama SiswaKognitifAfektifPsikomotor12341234512
1.
 
2.
 
3.
 Instrumen penilaian afektif 
Kemampuan pada ranah afektif hanya dapat dilihat dari atau melalui laporan diri siswasecara terpisah oleh pengamatan guru. Seperti kita ketahui bahwa ada beberapakomponen afektif yang penting untuk diukur, yaitu, sikap, minat, konsep diri dan nilai.Selanjutnya penilaian afektif tidak boleh mewakili semua pelajaran, tetapi harus menjadi pengawal pada mata pelajaran tertentu tetapi dengan lembar format penilaian yang berbeda dan dengan sudut pandang yang berbeda pula. Contoh misalnya kita akanmenilai aspek siswa dalam belajar matematika maka penilaiannya seputar pendapat siswaterhadap proses pembelajaran yang diikutinya, cara belajar matematika, rasa percaya dirisiswa dalam belajar, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas belajar matematika , kegigihan dalam menyelesaikan permasalahan matematika, kemampuan bekerjasama serta keberanian menyelesaikan permasalahan matematika.
Penyekoran Pada Penilaian Ranah Afektif 
 
a. Penyekoran pada Laporan Diri Siswa (Angket)
Untuk penyekoran pengukuran aspek afektif, mula-mula tiap skala penilaian harusdiberi kreteria. Contoh:Bagaimana pendapat anda tentang mata pelajaran Matematika?Menyenangkan 1 2 3 4 5 MembosankanBermanfaat 1 2 3 4 5 Tidak bermanfaatMenarik 1 2 3 4 5 Tidak menarik Perlu dipelajari 1 2 3 4 5 Tidak perlu dipelajariMenantang 1 2 3 4 5 Tidak menantangPerlu disebarluaskan 1 2 3 4 5 Tidak perlu disebarluaskanSekor = 1 + 2 + 2 + 3 + 2 + 3 = 13 Nilai afektif siswa terhadap mata pelajaran matematika dilihat dari rentangsekornya kemudian dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pada contohkasus di atas sekor maksimum 30 dan sekor minimum 6. Dengan demikian mediannyaadalah (6 +30)/2 atau sebesar 18. Bila dibagi menjadi 4 kategori, maka diperoleh kriteriaminat siswa terhadap mata pelajaran matematika sebagai berikut.
 
Sekorkriteria6-12Sangat baik (tinggi)13-18Baik (sedang)19-24Kurang baik (rendah)25-30Tidak baik (sangat rendah)Karena sekor yang diperoleh siswa 13, berada pada rentang 13 – 18 ,makadapat dikatakan bahwa afektif siswa pada mata pelajaran matematika adalah baik atausedang.
b. Penyekoran pada Hasil Pengamatan Kemampuan Afektif 
Lembar pengamatan afektif memuat aspek-aspek pengamatan afektif. Terhadap setiapaspek yang diamati dapat diberikan sekor sesuai kondisi nyata siswa. Sekor pada tiapaspek dapat berkisar 1-10, sehingga sekor maksimum pada tiap aspek 10. Sekor akhir dari hasi pengamatan ini didasarkan pada penjumlahan sekor pada semua aspek yangdiamati dibagi banyaknya aspek yang dinilai.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->