Meskipun Ibn Hazm dan Al Zuhri telah berhasil menghimpun danmengkodifikasi hadist, akan tetapi kerja kedua ulama tersebut telahhilang dan tidak bisa dijumpai lagi sampai sekarang.2.
Sistem Pembukuan Hadist
.Sistem pembukuan Hadist pada awal pembukuannya agaknyahanya sekedar mengumpulkan saja tampa mperdulikan selektifitasterhadap susunan Hadist Nabi, apakah termasuk didalamnya fatwa-fatwasahabat dan tabi’in,“Ulama diperiode ini cendrung mencampur adukkanantara hadist Nabi dengan Fatwa Sahabat dan Tabi’in, mereka belummengklasifikasikan kandungan nash-nash menurut kelompoknya”
Dengan demikian pembukuan hadist pada masa ini boleh dikatakancendrung masih bercampur baur antara hadist dengan fatwa sahabat dantabi’in.3.
Tokoh-Tokoh Pengumpul Hadist.
Setelah periode Abu bakar bin Hazm dan ibnu Shihab Al Zuhri, perode sesudahnya bermunculan ahli hadist yang bertugas sebagaikodifikasi hadist jilid ke-2 yaitu:a.Di Mekkah, Ibn Jurraj (w.150 H) b.Di Madinah, Abu Ishaq (w.151 H) dan Imam Malik (w.179 H)c.Di Basrah, Ar Rabi’ Ibn Shahih (w.160 H), Said Bin abi Arubah(w.156 H) dan Hamud bin Salamah (w. 176 H)d.Di Kufah, Sofyan Tsauri (w.161 H).e.Di Syam/ Sriya, Al Auza’I (w.156 H).f.Di Wasith/Iraq , Hasyim (w.188 H).g.Di yaman, Ma’mar (w.153 H).h.Di khurasan/ Iran, jarir Bin Abdul Namid (w.188 H dan IbnuMubarrak (w.181 H)
4.
Kitab-kitab Hadist yang ditulis pada abad ke-II Hijriah.
2
Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ilmu Hadist, (Surabaya: Bina Ilmu,1993) hal.81-
3
TM. Hasbi As Shiddiqie. Loc.cit. lihat juga Mustafa al Siba’I .op.cit.hal.168. lihat jugaMuhammad Zahu, al Hadist wa al Muhadditsun (mesir.Daar al Fikr.tt) hal.299.
4
Ibid
3