Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
209Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Ulumul hadist

Makalah Ulumul hadist

Ratings:

4.59

(34)
|Views: 23,574 |Likes:
Published by amar009
Dari BAB I Smapai Daftar Pustaka
Dari BAB I Smapai Daftar Pustaka

More info:

Published by: amar009 on Oct 28, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
BAB IIPEMBAHASANA.Latar Belakang Munculnya Usaha Kodifikasi Hadist
Pada abad pertama Hijriah sampai hingga akhir abad petamaHijriah, hadist-hadist itu berpindah dari mulut kemulut, masing-masing perawi meriwayatkannya berdasarkan kepada kekuatan hapalannya. Saatitu mereka belum mempunyai motif yang kuat untuk membukukan hadist,karna hapalan mereka terkenal kuat. Namun demikian, upaya perubahan dari hapalan menjadi tulisansebenarnya sudah bekembang disaat masa Nabi. Setelah Nabi wafat, padamasa Umar Bin Khattab menjadi Khalifah ke-2 juga merencanakanmeghimpun hadist-hadist Rasul dalam satu kitab, namun tidak diketahuimengapa niat itu batal atau urung dilaksanakan.Dikala kendali Khalifah dipegang oleh Umar Bin Abdul Aziz yangdinobatkan dalam tahun 99 Hijriah, seorang khalifah dari Dinasti Umaiyahyang terkenal adil dan wara’, sehingga beliau dikenal sebagai KhalifahRasyidin yang kelima, tergerak hatinya membukukan hadist karna diakhawatir para perawi yang membendaharakan hadist didalam dadanyatelah banyak yang meninggal, apabila tidak dibukukan akan lenyap dandibawa oleh para penghafalnya kedalam alam barzah dan juga semakin banyak kegiatan pemalsuan hadist yang dilakukan yang dilata belakangngi oleh perbedaan politik dan perbedaan mazhab dikalanganumat islam dan semakin luasnya daerah kekuasaan islam maka semakinkomplek juga permasalahan yang dihadapi umat islam.B.
Pelopor Gerakan Kodifikasi Hadist dan kitab-kitab Hadist Abad IIHijriah
1.
Penulisan Hadist
.Sejarah penghimpunan hadist secara resmi dan massal baru terjadisetelah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz memerintahkan kepada ulama dan para tokoh masyarakat untuk menuliskannya. Dikatakan resmi karena itu1
 
merupakan kebijakan kepala negara dan dikatakan massal karena perintahdiberikan kepada para gubernur dan ahli hadist.Diantara gubernur madinah yang menerima instruksi untumengumpulkan dan menuliskan hadist yaitu Abu Bakar ibn Hazm, Umar Bin Abdul Azis berkata kepada Hazm :
 Perhatikanlah apa yang bisa diambil dari hadist Rasulullah dancatatlah, saya khawatir akan lenyapnya ilmu ini setelah ulama wafat”
1 
dan dalam intruksi tersebut Umar memerintahkan Ibn Hazm untumenuliskan dan menuliskan hadist yang berasal dari :a). Koleksi Ibn Hazm itu sendiri b). Amrah binti Abd. Ar-Rahman(w.98 H), seorang faqih, danmuridnya syaidah Aisyah r.ac). Al Qasim Ibn Abu.Bakar Al Siddiq(w.107 H) seorang pemukatabi’in dan salah seorang Fuqaha yang tujuh.Ibn Hasim melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tugas yangserupa juga dilaksanakan oleh Muhammad Ibn Syiihab Al– Zuhri.(w.124 H), seorang ulama besar di Hijasz dan Syam, keduaulama diataslah sebagai pelopor dalam kodifikasi hadist berdasarkan perintah Khalifah Umar ibn Abdul Aziz.
1
M. Shuhudi Ismail, (terj), Metodologi Penelitian Hadist, (Jakarta, Bulan Bintang, 1992)hal.16./Hadist Nabi dan sejarah Kodifikasinya(Jakarta: Pustaka Firdaus.1994) hal.106-
2
 
Meskipun Ibn Hazm dan Al Zuhri telah berhasil menghimpun danmengkodifikasi hadist, akan tetapi kerja kedua ulama tersebut telahhilang dan tidak bisa dijumpai lagi sampai sekarang.2.
Sistem Pembukuan Hadist
.Sistem pembukuan Hadist pada awal pembukuannya agaknyahanya sekedar mengumpulkan saja tampa mperdulikan selektifitasterhadap susunan Hadist Nabi, apakah termasuk didalamnya fatwa-fatwasahabat dan tabi’in,“Ulama diperiode ini cendrung mencampur adukkanantara hadist Nabi dengan Fatwa Sahabat dan Tabi’in, mereka belummengklasifikasikan kandungan nash-nash menurut kelompoknya”
2
Dengan demikian pembukuan hadist pada masa ini boleh dikatakancendrung masih bercampur baur antara hadist dengan fatwa sahabat dantabi’in.3.
Tokoh-Tokoh Pengumpul Hadist.
Setelah periode Abu bakar bin Hazm dan ibnu Shihab Al Zuhri, perode sesudahnya bermunculan ahli hadist yang bertugas sebagaikodifikasi hadist jilid ke-2 yaitu:a.Di Mekkah, Ibn Jurraj (w.150 H) b.Di Madinah, Abu Ishaq (w.151 H) dan Imam Malik (w.179 H)c.Di Basrah, Ar Rabi’ Ibn Shahih (w.160 H), Said Bin abi Arubah(w.156 H) dan Hamud bin Salamah (w. 176 H)d.Di Kufah, Sofyan Tsauri (w.161 H).e.Di Syam/ Sriya, Al Auza’I (w.156 H).f.Di Wasith/Iraq , Hasyim (w.188 H).g.Di yaman, Ma’mar (w.153 H).h.Di khurasan/ Iran, jarir Bin Abdul Namid (w.188 H dan IbnuMubarrak (w.181 H)
3
4.
Kitab-kitab Hadist yang ditulis pada abad ke-II Hijriah.
2
Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ilmu Hadist, (Surabaya: Bina Ilmu,1993) hal.81-
3
TM. Hasbi As Shiddiqie. Loc.cit. lihat juga Mustafa al Siba’I .op.cit.hal.168. lihat jugaMuhammad Zahu, al Hadist wa al Muhadditsun (mesir.Daar al Fikr.tt) hal.299.
4
Ibid
3

Activity (209)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Khanafi liked this
Bang Zack liked this
Khairuddin01 liked this
Naedzirr Marwa Azzahro added this note
untuk tingkatan ahli hadistnya????
Athc Reck liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->