Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Liberalisasi Pemikiran Islam (Gerakan Bersama Missionaris Oriental Is Dan Kolonialis

Liberalisasi Pemikiran Islam (Gerakan Bersama Missionaris Oriental Is Dan Kolonialis

Ratings: (0)|Views: 129 |Likes:

More info:

Published by: Irwan Malik Marpaung on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
1
LiberalisasiPemikiranIslam
(Gerakan bersama Missionaris, Orientalis dan Kolonialis)
Oleh:Dr.Hamid Fahmy Zarkasyi
Pendahuluan
Tantanganfundamentalyangdihadapi umat Islam dewasainisebenarnyabukan berupaekonomi, politik, sosial dan budaya, tapitantanganpemikiran.Sebabpersoalanyang timbuldalambidang-bidangtersebut serta bidang-bidangterkaitlainnya,jika dilacak,ternyatabersumberpada persoalanpemikiran.Tantanganpemikiranitu bersifat internaldan eksternal sekaligus.Tantanganinternaltelah lama kita sadariyaitukejumudan,fanatisme, taqlid, bidah khurafat.Sebagainyayang akibatnya adalahlambatnya atausembrononya proses ijtihadumat Islam dalam merespon berbagai tantantangankontemporer, lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan Islam dan pesatnya perkembangan aktifisme.Sedangkan tantangan eksternalnya adalah masuknya paham,konsep, sistim dan cara pandang asing sepertiliberalisme, sekularisme, pluralisme agama,relativisme, feminisme & genderdan lain sebagainyakedalam wacanapemikirankeagamaanIslam.Dan sebagai akibattantangan eksternal yang berupa percampurankonsep-konsep asing kedalam pemikiran dan kehidupan umat Islamadalah kerancuan berfikirdam kebingunan intelektual.Mereka yang terhegemoni oleh
 framework 
yang tidak sejalan dengan Islam ini, misalnya, akan melihat Islam dengan kaca mata sekuler, liberaldan relativistik.Dampaklebih kongkrit darikeduatantanganinternal dan eksternal tersebuttermanifestasikan kedalam problem pengembangan sistim ekonomi Islam. Disatu sisi umatIslam kekuranganulamapakar syariah yangbergiat mengembangkan konsep-konsepekonomi syariah tapi juga memahamiekonomi kontemporer.Disisi lain ilmuwan Muslimkini kebanyakan telah diajari disiplin ilmu dan praktekekonomi konvensional (baca:kapitalis)seihingga menolaksyariah. Sementara itu prakek-praktek perbankan syariah,takaful, bursa syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya tidak berdasarkan pada kajianilmiyah akademikdan metodologis di tingkat perguruan tinggi. Sebaliknya kajian ekonomiIslam di perguruan tinggi tidak berkembang sepesat praktek-praktek ekonomi perbankan.Jadi untuk mengembangkan sistim ekonomi Islam umat Islam terhadang oleh kondisiinternal umat dan jugatantanganeksternalnya.Dari kedua tantangan tersebutyang akan dibahas disinihanya tantangan eksternalumat Islam, khususnyatantangan liberalisasi pemikiran umat Islam. Tantanganyangkinisangat gencar disebarkanmelalui berbagai media komunikasi dan pendidikanitu ternyatatidakberdiri sendiri.Ia merupakan program yang sejalan dengandoktrin postmodernismeyangmengusung doktrinrelativisme, nihilisme, pluralisme, persamaan (
equality
),feminisme & gender dan lain sebagainya.Meskipun paham-pahaminigencar disebarkandiIndonesiaakhir-akhir ini, namun ia sejatinya telah lama mengakar pada peradaban Baratdan telah lama“dipasarkankedunia Islam.Hanya saja ia menemukan momentumdanaksentuasinya setelah terjadi Drama Tragedi 11 September 2001. Sebab saat itulah
Makalah disampaikan dalam
Seminar Sehari Tantangan Pemikiran Kontemporer 
,diselenggarakan olehIkatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang, Sulawesi Selatan, 15 Maret2008.
 
2 postmodernismedan liberalismemenemukanrivalsejatinya yaitufundamentalisme,
1
relativisme menghadapi lawannya absolutisme dst.Jalan atau cara-cara yang ditempuhuntuk penyebaran paham-paham itu adalah orientalisme,missionarismedankolonialisme.
I.Hakekat PeradabanBarat
Sebelum membahas liberalisme dan liberalisasi ada baiknya dipaparkan hakekat pandangan hidupBarat yang menjadi sumbernya dankemudiandibandingkan denganIslam yang menjadi obyek liberalisasi.Sejarahnya, peradaban Barat adalah peradaban yangdikembangkan oleh bangsa-bangsa Eropah dari peradaban Yunani kuno yang di kawinkandengan peradaban Romawi, dan disesuaikan dengan elemen-elemen kebudayaan bangsaEropah terutamanya Jerman, Inggeris dan Perancis. Prinsip-prinsip asas dalam Filsafat,seni, pendidikan dan pengetahuan diambil dari Yunani; prinsip-prinsip mengenai hukumdan ketatanegaraan diambil dari Romawi. Sementara agama Kristen yang berasal dari AsiaBarat disesuaikan dengan budaya Barat.
2
Identitas peradaban Barat dapat dilihat dari dua periode penting didalamnya yaitu modernisme dan postmodernisme.
a. Barat Modern
BaratModern adalah periode sejarah dalam peradaban Barat yang persisnya terjadisaatkebangkitan masyarakat Barat dari abad kegelapan kepada abad pencerahan, abadindustri dan abad ilmu pengetahuan.Periode ini didahului oleh zaman yang disebut denganZaman Penterjemahan
3
khususnya penterjemahan karya-karya Muslim dalam bidang sainsdari bahasa Arab kedalam bahasa Latin.Ketika agama Kristen dominan dalam kehidupan keagamaan masyarakat Eropah,mereka masih berada dalam zaman yang mereka sebutDark Ages(Zaman Kegelapan). Namun mereka mendapat pencerahan setelah mereka menterjemahkan karya-karyacendekiawan Muslim dalam berbagai bidang sains (1050-1150) kedalam bahasa Latin.Oleh sebab itu Eugene Myers dengan tegas menyimpulkan bahwa salah satu faktor terpenting kebangkitan Barat adalah penterjemahan karya-karya cendekiawan Muslim.
4
Dari Abad abad kegelapan (Dark Ages), Barat memasuki Zaman Pencerahan(Renaissance), Revolusi Perancis (France Revolution) dan industrialisasi besar-besaran diInggeris.Semangat dan pandangan hidupnya yang kemudiandisebut modernisme itudisulut oleh semangat keilmuan (sainstifik) sehingga pandangan hidup Barat modern ituterkadang dikenal dengan
 scientific worldview.
 Namun, tidak berarti bahwa sains dan
1
Menurut Akbar S Ahmed, salah satu ciri postmodernisme adalah semangatnya yang berhadapan denganfundamentalisme, lihat Akbar S Ahmed, Postmodernisme,
 Bahaya dan Harapan Bagi Islam
(terjemahanM.Sirozi), Mizan Bandung, 1994, 26.
2
SMN, Al-Attas,
 Risalah Untuk Kaum Muslimin,
ISTAC, 2000, hal. 164-165; lihat jugaAl-Attas, SyedMuhammad Naquib,
 Islam and Secularism
, ISTAC, 1993, hlm 134
3
Orang Barat umumnya menyebut waktu sebelum abad modern dengan “Periode Penterjemahan” , namunhal ini kurang sesuai karena proses penterjemahan itu tidak sebentar. Orang-orang Eropah membutuhkanrentang waktu 5 abad dari abad ke 11 M hingga abad ke 16 M untuk menterjemahkan karya-karya Ibn Sina,Ibn Rusyd, al-Farabi, al-Ghazzali dan para saintis lain seperti al-Khawarizmi, Jabir ibn Hayyan, IbnHaytham, al-Hazin,Ibn Bajah dsb. Jadi 5 abad bukan sebuah periode tapi lebih tepat disebut dengan Zaman,seperti halnya mereka menyebut sendiri Abad Pertengahan (Middle Ages) atau Abad Kegelapan (Dark Ages).
4
Myers, Eugene A.,
 Arabic Thought and The Western Word 
, Fredrick Ungar Publishing Co.New York, 1964, pp. 83.
 
3 pandangan hidup Barat itudapat disebut Islami atau memiliki unsur-unsur keislaman.Pandangan hidupBarat yangsaintifikinisejatinya telahdiwarnai oleh paham sekularisme,rasionalisme, empirisisme, cara befikir dichotomis, desakralisasi, pragmatisme dan penafian kebenaran metafisis (baca: Agama).Pandangan hidup inilah akhirnya yangmewarnai peradaban Barat modern.Alain Touraine menggambarkan modernitas sbb:
The idea of modernity make science, rather than God, central to society and at best relegates religious belief to the inner realm of private life. The mere presence of technological applications of sciencedoes not allow us to speak of modern society. Intellectual activity must also be protected from political propaganda or religious beliefs; ….public and private life must be kept separate…..the idea of modernity is therefore closely associated with that of rationalization.
5
Jalan pikiran manusia Barat modern yang juga disebut “akal modern” (modern mind)itu telah membawa angin baru atau “cara baru” dalam melihat segala sesuatu dan darisitulah lahir sains modern.
Disini kaitan antara “cara baru” dalam berfikir dengan pengetahuanilmiyah yang dihasilkannya sangat erat sekali.Dalamperspektif 
worldview
modernismeadalah pandangan hidupdan karena moderrnismelebih menekankan kepada sains dan teknologi,ketimbang agama, maka
 scientific worldview
yang dilabelkan kepandangan hidup Barat waktu itusangatlah tepat. Sejak 
saat itulah pandangan hidup orang Barat telahberubah secarafundamental.Jadi modernitas pada intinya adalah
 state of mind 
atau cara berfikir yangdiaplikasikan kedalam berbagai bidang kehidupan. Oleh sebab itu JW Schoorlmendifinisikan modernisasi menjadi “penerapan pengetahuan ilmiyah yang ada kepadasemua aktifitas, semua bidang kehidupan atau kepada semua aspek kehidupanmasyarakat”
6
Penerapan cara berfikir rasional kedalam keseluruhan aspek kehidupan padaakhirnya menjelma menjadi suatu idea yang lebih luas yaitu menciptakan masyarakatrasional.(
rational society
), yaitu suatu masyarakat yang segala kegiatannya termasuk  bidang sain dan teknologi serta kehidupan politik dikontrol oleh rasio. Karena rasionalitasadalah satu-satunya prinsip yang mengatur kehidupan individu dan sosial termasuk kehidupan keagamaan, maka rasionalisasi berkaitan erat dengan tema sekularisasi. Jadi duaelemen penting peradaban modern adalahrasionalisasidansekularisasi. Dengan keduaelemen ini maka pandangan hidup Barat tidak lagi bersifat teistik dalam memandangsegalasesuatu.
7
Diskursus yang meletakkan Tuhan secara sentral hanya terbatas pada para teolog,sedangkan para filosof lebih tertarik pada sains. Modernisme terus berjalan dan berkembang pada abad-abad berikutnya. Habermas menyatakan bahwa proyek modernisasi berkulminasi pada abad ke 18 M, di saat mana model pemikiran rasionalmenjanjikan liberalisasi masyarakat dari mitologi irrasional, agama dan takhyul.
8
Inilahgerakan sekularisasi yang sebenarnya yang berupaya untuk menyuntikkan gagasandesakralisasi ilmu dan organisasi sosial. Menurut James E. Crimmins, prosesdesakralisasi, atau dalam istilah Weber ‘disenchantment’ ini memang sengaja diarahkan
5
Alain Touraine,
Critique of Modernity
, Blackwell, Oxford, UK, 1995, hal. 9-10
6
JW.Schoorl,
Modernization,
terjemahan bahasa Indonesia oleh RG.Soekadijo,
Modernisasi, Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Berkembang 
, Penerbit Gramedia, Jakarta, 1981, hal. 4
7
M
enurut Huston Smithpendekatan yang bersifat teistik para pemikir Barat,yangditandai oleh pemikiran yang memposisikan konsep Tuhan secara sentral dalam berbagai diskursushanya berjalanhingga abad ke sebelas. Lihat
Smith, Huston,
 Beyond The Post-Modern Mind 
, QuestBook, The Theosophical Publishing House, Wheaton, Illinois, USA, 1989,
hal.
5.
8
David Harvey,
The Condition of Postmodernity
, Cambridge, Blackwell, 1991, 12-3.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->