3 pandangan hidup Barat itudapat disebut Islami atau memiliki unsur-unsur keislaman.Pandangan hidupBarat yangsaintifikinisejatinya telahdiwarnai oleh paham sekularisme,rasionalisme, empirisisme, cara befikir dichotomis, desakralisasi, pragmatisme dan penafian kebenaran metafisis (baca: Agama).Pandangan hidup inilah akhirnya yangmewarnai peradaban Barat modern.Alain Touraine menggambarkan modernitas sbb:
The idea of modernity make science, rather than God, central to society and at best relegates religious belief to the inner realm of private life. The mere presence of technological applications of sciencedoes not allow us to speak of modern society. Intellectual activity must also be protected from political propaganda or religious beliefs; ….public and private life must be kept separate…..the idea of modernity is therefore closely associated with that of rationalization.
5
Jalan pikiran manusia Barat modern yang juga disebut “akal modern” (modern mind)itu telah membawa angin baru atau “cara baru” dalam melihat segala sesuatu dan darisitulah lahir sains modern.
Disini kaitan antara “cara baru” dalam berfikir dengan pengetahuanilmiyah yang dihasilkannya sangat erat sekali.Dalamperspektif
worldview
modernismeadalah pandangan hidupdan karena moderrnismelebih menekankan kepada sains dan teknologi,ketimbang agama, maka
scientific worldview
yang dilabelkan kepandangan hidup Barat waktu itusangatlah tepat. Sejak
saat itulah pandangan hidup orang Barat telahberubah secarafundamental.Jadi modernitas pada intinya adalah
state of mind
atau cara berfikir yangdiaplikasikan kedalam berbagai bidang kehidupan. Oleh sebab itu JW Schoorlmendifinisikan modernisasi menjadi “penerapan pengetahuan ilmiyah yang ada kepadasemua aktifitas, semua bidang kehidupan atau kepada semua aspek kehidupanmasyarakat”
6
Penerapan cara berfikir rasional kedalam keseluruhan aspek kehidupan padaakhirnya menjelma menjadi suatu idea yang lebih luas yaitu menciptakan masyarakatrasional.(
rational society
), yaitu suatu masyarakat yang segala kegiatannya termasuk bidang sain dan teknologi serta kehidupan politik dikontrol oleh rasio. Karena rasionalitasadalah satu-satunya prinsip yang mengatur kehidupan individu dan sosial termasuk kehidupan keagamaan, maka rasionalisasi berkaitan erat dengan tema sekularisasi. Jadi duaelemen penting peradaban modern adalahrasionalisasidansekularisasi. Dengan keduaelemen ini maka pandangan hidup Barat tidak lagi bersifat teistik dalam memandangsegalasesuatu.
7
Diskursus yang meletakkan Tuhan secara sentral hanya terbatas pada para teolog,sedangkan para filosof lebih tertarik pada sains. Modernisme terus berjalan dan berkembang pada abad-abad berikutnya. Habermas menyatakan bahwa proyek modernisasi berkulminasi pada abad ke 18 M, di saat mana model pemikiran rasionalmenjanjikan liberalisasi masyarakat dari mitologi irrasional, agama dan takhyul.
8
Inilahgerakan sekularisasi yang sebenarnya yang berupaya untuk menyuntikkan gagasandesakralisasi ilmu dan organisasi sosial. Menurut James E. Crimmins, prosesdesakralisasi, atau dalam istilah Weber ‘disenchantment’ ini memang sengaja diarahkan
5
Alain Touraine,
Critique of Modernity
, Blackwell, Oxford, UK, 1995, hal. 9-10
6
JW.Schoorl,
Modernization,
terjemahan bahasa Indonesia oleh RG.Soekadijo,
Modernisasi, Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Berkembang
, Penerbit Gramedia, Jakarta, 1981, hal. 4
7
M
enurut Huston Smithpendekatan yang bersifat teistik para pemikir Barat,yangditandai oleh pemikiran yang memposisikan konsep Tuhan secara sentral dalam berbagai diskursushanya berjalanhingga abad ke sebelas. Lihat
Smith, Huston,
Beyond The Post-Modern Mind
, QuestBook, The Theosophical Publishing House, Wheaton, Illinois, USA, 1989,
hal.
5.
8
David Harvey,
The Condition of Postmodernity
, Cambridge, Blackwell, 1991, 12-3.