Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
an Fisiologis Pada Persalinan

an Fisiologis Pada Persalinan

Ratings: (0)|Views: 2,060|Likes:
Published by Lightdwi Rochmiyati

More info:

Published by: Lightdwi Rochmiyati on Dec 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/13/2013

pdf

text

original

 
Perububahan fisiologis pada persalinan
21:33 Diposkan oleh Bidan Febri
Tekanan Darah
Meningkat selama kontraksi disertai peningkatan sistolik rata-rata 15 (10-20) mmHg dandiastolik rata-rata 5-10 mmHg. Pada waktu-waktu di antara kontraksi, tekanan darah kembali ketingkat sebelum persalinan. Dengan mengubah posisi tubuh dari telentang ke ke posisi miring, perubahan tekanan darah selama kontraksi dapat dihindari. Untuk memastikan tekanan darahyang sebenarnya, pastikan mengeceknya dengan baik pada interval antar kontraksi, lebih baik dengan posisi ibu berbaring miring. Nyeri, rasa takut dan kekhawatiran dapat semakin meningkatkan tekanan darah. Apabila seorangwanita merasa sangat takut dan khawatir pertimbangkan kemungkinan bahwa rasa takutnya(bukan karena pre-eklamsi) menyebabkan peningkatan tekanan darah.
 Metabolisme
Selama persalinan, metabolisme karbohidrat baik aerob maupun anaerob meningkat dengankecepatan tetap. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh ansietas dan aktivitas otot rangka.Peningkatan aktivitas metabolik terlihat dari peningkatan suhu tubuh, denyut nadi, pernafasan,curah jantung, dan cairan yang hilang.Peningkatan curah jantung dan cairan yang hilang mempengaruhi fungsi ginjal dan perlumendapat perhatian serta ditindaklanjuti guna mencagah terjadinya dehidrasi.
 Suhu
Sedikit meningkat selama persalinan, tertinggi selama dan segera setelah melahirkan.Peningkatan suhu tubuh yang normal ialah peningkatan suhu yang tidah lebih dari 0,5 sampai 1derajat Celcius.Peningkatan suhu sedikit adalah normal. Namun, bila persalinan berlangsung lebih lama,
 
 peningkatan suhu dapat mengindikasikan dehidrasi, dan parameter lain harus di cek. Begitu pula pada kasus ketuban pecah dini, peningkatan suhu dapat mengindikasikan infeksi dan tidak dapatdianggap normal pada keadaan ini.
 Denyut Nadi (frekuensi jantung)
Frekuensi denyut nadi di antara kontraksi sedikit lebih tinggi dibanding selama periodemenjelang persalinan. Hal ini mencerminkan peningkatan metabolisme yang terjadi. Penurunandenyut nadi yang mencolok selama puncak kontraksi uterus tidak akan terjadi jika wanita berada pada posisi miring, bukan telentang. Sedikit peningkatan frekuensi nadi dianggap normal.
 Pernafasan
Sedikit peningkatan frekuensi pernapasan masih normal selama persalinan dan mencerminkan peningkatan metabolisme yang terjadi. Sulit untuk memperoleh temuan yang akurat dalam hal pernafasankarena frekuensi dan irama pernafasan dipengaruhi oleh rasa senang, nyeri, rasa takutdan penggunaan teknik pernafasan. Amati pernafasan wanita dab bantu ia mengendalikannyauntuk menghindari hiperventilasi yang panjang, yang ditandai oleh rasa kesemutan padaekstremitas dan perasaan pusing.
 Perubahan pada Ginjal 
Poliuria sering terjadi selama persalinan. Kondisi ini dapat diakibatkan peningkatan lebih lanjutcurah jantung selama persalinan dan kemungkinan peningkatan laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal. Poliuria menjadi kurang jelas pada posisi telentang karena posisi ini membuataliran urine berkurang selama kehamilan.Kandung kemih harus sering dievaluasi (setiap 2 jam) untuk mengetahui adanya distensi, untuk mencegah (1) obstruksi persalinan akibat kandung kemih yang penuh, yang akan mencegah penurunan bagian presentasi janin. Dan (2) trauma pada kandung kemih akibat penekanan yanglama, yang akan menyebabkan hipotonia kandung kemih dan retensi urine selama periode pascapartum awal.
 Perubahan pada Saluran Cerna
 
Motilitas dan absorpsi lambung terhaadap makanan padat jauh berkurang. Apabila kondisi inidiperburuk oleh penurunan lebih lanjut sekresi asam lambung selama persalinan, maka salurancerna bekerja dengan lambat sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama.Makanan yang dikonsumsi selama periode menjelang persalinan atau fase prodromal atau faselaten persalinan cenderung akan tetap berada dalam lambung selama persalinan.Lambung yang penuh dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan penderitaan umum selama masatransisi. Oleh karena itu, wanita harus dianjurkan untuk tidak makan dalam porsi besar atauminum berlebihan. Tetapi makan dan minum sedikit demi sedikit berguna mempertahankanenergi dan hidrasi. Perubahan pada saluran cerna kemungkinan timbul sebagai respons terhadapsalah satu atau kombinasi faktor-faktor berikut: kontraksi uterus, nyeri, rasa takut dan khawatir,obat atau komplikasi.
 Perubahan Hematologi 
Hemoglobin meningkat rata-rata 1,2 gm/100ml selama persalinan dan kembali ke kadar sebelum persalinan pada hari pertama paca partum jika tidak ada kehilangan darah yang abnormal.
Varney's. Asuhan kebidanan volume 2. EGC; Jakarta; 2004
Perubahan pada uterus dan jalan lahir dalampersalinan
1. Keadaan segmen atas dan bawah rahim pada persalinan :a. Hamil lanjut 
uterus terdiri atas dua bagian yaitu segmen atas rahim yang dibentuk oleh corpus uteri dansegmen bawah rahim yang dibentuk oleh istmus uteri.
b. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas :
(1) Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum kontraksi

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
imperialscribd liked this
Rhie-yha Cutazz liked this
Monique Lusiani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->