Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH PANCASILA KELOMPOK 8

MAKALAH PANCASILA KELOMPOK 8

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by Melinda Putri
MAKALAH PANCASILA KELOMPOK 8
MAKALAH PANCASILA KELOMPOK 8

More info:

Published by: Melinda Putri on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

 
PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI
 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Dosen Pembimbing : Drs. Rahmat Djatun.
Disusun oleh :Seta Yovian Aryono G0111077Sharen Junifa C. G0111078Tri Nurrona W. G0111080Triana Nugraheni G0111081
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA2011
 
 
Pancasila Sebagai Sumber Nilai
 
PENGERTIAN NILAI
 
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagimanusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupanmanusia. Pancasila sendiri memiliki dua nilai, yaitu nilai dasar dan nilai instrumental.Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan Pancasila sebagai ideologiterbuka. Perumusan Pancasila sebagai mana yang ada dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4menyatakan Pancasila sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Nilaidasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Betapapun pentingnya nilai dasar yangtercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu, sifatnya belum operasional. Artinya, kita belumdapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan UUD 1945sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebihlanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Penjabaran itu kemudiandinamakan Nilai Instrumental.Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya.Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasaritu. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.
 
CIRI-CIRI NILAI
 
Ciri-ciri nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah sebagai berikut:1.
 
Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai bersifatabstrak berarti tidak dapat ditangkap dengan panca indra. Hal yang dapat diamatihanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuranadalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indraadalah sifat kejujuran itu.2.
 
Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatukeharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalambentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan.Semua orang berharap agar mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilaikeadilan.3.
 
Nilai berfungsi sebagai daya dorong atau motivator dan manusia adalah pendukungnilai. Manusia bertindak berdasarkan dan didorongkan oleh nilai yang diyakininya.Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.
 
 
MACAM-MACAM NILAI
 
Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu1.
 
Nilai logika adalah nilai benar atau salah.2.
 
Nilai estetika adalah nilai indah atau tidak indah.3.
 
Nilai etika atau moral adalah nilai baik atau buruk.Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara logika. Apabila iakeliru dalam menjawab, kita katakan salah. Kita tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabannya salah. Buruk adalah nilai moral sehingga bukan pada tempatnya kitamengatakan hal demikian.Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuahpentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yangbersangkutan. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yangmenurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa lukisan itu indah.Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atauburuk dari manusia. Moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalahnilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai moral inilahyang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari.Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya tiga macam nilai. Ketiga nilai ituadalah sebagai berikut:a.
 
 Nilai material
, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia ataukebutuhan ragawi manusia.b.
 
 Nilai vital,
yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakankegiatan atau aktivitas.c.
 
 Nilai kerohanian
, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilaikerohanian meliputi:
 
Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
 
Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan (emotion)manusia.
 
Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa, Will)manusia.
 
Nilai religius yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak serta bersumberpada kepercayaan atau keyakinan manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->