Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alat Tangkap Ikan (Trawl Dan Lift Net)

Alat Tangkap Ikan (Trawl Dan Lift Net)

Ratings: (0)|Views: 723 |Likes:
Published by Radinal

More info:

Published by: Radinal on Dec 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

 
SEJARAH PERKEMBANGAN TEHNIK PENANGKAPAN IKAN.
Penangkapan ikan merupakan salah satu profesi yang telah lama dilakukanoleh manusia. Menurut sejarah sekitar 100.000 tahun yang lalu manusia Neanderthal(Neanderthal man) telah melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakantangan kemudian profesi ini berkembang terus secara perlahan-lahan denganmenggunakan berbagai alat yang masih sangat tradisional yang terbuat dari berbagai jenis bahan seperti batu, kayu, tulang, dan tanduk.Seiring dengan perkembangan kebudayaan, manusia mulai bias membuat perahu yang sangat sederhana seperti sampan. Perahu yang tertua di eropa di buatsekitar 8.300 tahun yang lalu dengan panjang 3 meter yang berada di Netherland.Setelah ditemukannya mesin uap oleh James watt pada tahun 1769 maka penangkapan ikan ikut terpengaruh perkembangnnya. Mesin-mesin tersebut tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kapal, tetapi pada tahun 1860 mesin-mesintersebut digunakan pula untuk menarik berbagai jenis alat tangkap seperti jarring longline.Pada abad ke-20 dan memasuki abat ke-21 berbagai negara telah berlombadalam melakukan modernisasi teknologi penangkapannya. Beberapa negara eropaseperti Polandia, Belanda, Inggris, Swedia, Perancis, dan sebagainya merupakancontoh negara yang telah maju dalm bidang penangkapannya. Di Asia, Jepangmerupakan negara yang sangat maju teknologi penangkapan ikannya. Pda tahun1988, menurut FAO total hasil tangkapan Jepang mencapaui 12 juta ton atau 13 %dari total tangkapn ikan didunia. Aramada penangkapannya tidak hanya beroperasidiperairan Jepang tetapi sampai dilautan pasifik, samudera Indonesia dan perairanlainnya. Untuk mencapai hal tersebut, Jepang menggunakan alat komunikasi dan penanganan hasil tangkapan telah dibenahi dengan baik.
 
JARING ANGKAT(LIFT NET)
1. UMUM
Jaring angkat adalah jaring yang biasanya berbentuk empat persegi panjang,dibentuk di dalam air secara horizontal, dengan menggunakan bambu, kayu, atau besisebagai rangkanya. Pemasangan jaring angkat ini dapat di lapisan tengah, dasar atau permukaan perairan. Ikan-ikan yang berada atau berkumpul di atas jaring baik akibatdaya tarik cahaya lampu sebagai alat bantu tangkap atau terbawa arus, akantertangkap dengan mengangkat jaring tersebut.
2. JENIS-JENIS LIFT NET DAN TEKNIK PENANGKAPANNYA
Banyak jenis alat tangkap yang ada termasuk alat tangkap lift net. Beberapayang terkenal adalah bagan (dengan berbagai jenisnya) stick held dip net, bandrong, basning dan sebagainya. Beberapa jenis tersebut akan dibahas dibawah ini ;
2.1BAGA
Bagan merupakan salah satu jaring angkat yang dioperasikan diperairan pantai pada malam hari dengan menggunakan cahaya lampu sebagai factor penarik ikan.Menurut Subani (1972), di Indonesia bagan ini diperkenalkan pada awal tahun 1950dan sekarang telah banyak mengalami perubahan. Bagan pertama kali digunakan olehnelayan Makasar dan Bugis di Sulawesi Selatan, kemudian nelayan daerah tersebutmembawanya kemana-mana dan akhirnya hampir dikenal di seluruh Indonesia.1. BAGAN TANCAPBagan tancap merupakan rangkaian atau susunan bambu berbentuk persegiempat yang ditancapkan sehingga berdiri kokoh di atas perairan, dimana pada tengahdari bangunan tersebut dipasang jarring. Dengan kata lain, alat tangkap ini sifatnya
immobile.
Hal ini karena alat tersebut di tancapkan ke dasar perairan, yang barartikedalaman laut tempat beroperasinya alat tersebut menjadi sangat terbatas yaitu pada perairan dangkal.Pada dasarnya alat ini terdiri dari bangunan bagan yang terbuat dari bambu, jaring yang berbentuk segi empat yang di ikatkan pada bingkai yang terbuat dari bambu. Pada ke empat sisinya terdapat bambu-bambu menyilang dan melintang yangdimaksudkan untuk memperkuat berdirinya bagan. Di atas bangunan bagan di bagiantengah terdapat bangunan rumah yang berfungsi tempat istirahat, pelindung lampudari hujan dan tempat untuk melihat ikan. Di atas bangunan ini terdapat roller yangter5buat dari bambu yang berfungsi sebagai penarik jarring. Umumnya alat tangkapini berukuran 9 * 9 meter sedangkan tinggi dari dasar perairan rata-rata 12 meter.Dengan demikian, kedalaman perairan untuk tempat pemasangan alat tangkap inirata-rata pada kedalaman 8 meter, namun pada daerah tertentu ada yang memasang pada kedalaman 15 meter, karena di tancapkan pada dasar perairan maka substratyang baik untuk pemasangan adalah lumpur campur pasir.
 
Jaring yang biasa digunakan pada alat tangkap ini adalah jarring yang terbuatdari waring dengan mesh size 0,4 cm. Posisi jaring dari bagan ini terletak di bagian bawah dari bangunan bagan yang di ikitkan pada bingkai bambu yang berbentuk segiempat. Bingkai bambu tersebut di hubungkan dengan tali pada ke empat sisinya yang berfungsi menarik jaring. Pada ke empat sisi jaring ini diberi pemberat yang berfungsiuntuk memberikan posisi jaring yang baik selama dalam air. Ukuran jaring biasanyasatu meter lebih kecil dari ukuran bangunan bagan.Selama ini untuk menarik perhatiaan ikan untuk berkumpul di bawah bagan,umumnya nelayan masih menggunakan lampu petromaks yang jumlahnya bervariasidari 2-5 buah.
TEKNIK OPERASI PENANGKAPAN 
Pada saat nelayan tiba di bagan maka yang pertama dilakukan adalahmenurunkan jaring dan memasang lampu yaitu pada bulan gelap karena pemasanganlampu pada bulan terang tidak akan efektif. Setelah beberapa jam kemudian (sekitar 4 jam) atau di anggap sudah banyak ikan yang terkumpul di bawah bagan maka penarikan jaring mulai dilakukan. Penarikan dilakukan dengan memutar roller,sehingga jarring akan terangkat ke atas. Setelah jaring terangkat maka pengambilanhasil tangkapan dilakukan dengan menggunakan scoop net. Demikian seterusnya.Jika operasi penangkapan ingin dilanjutkan kembali, maka jaring diturunkan ke perairan seperti semula. Dalam satu malam operasi penangkapan bias dilakukansampai tiga kali tergantung umur bulan.Dalam perkembangan selanjutnya, lampu petromaks yang selama ini digunakanuntuk mencari ikan, sudah sering dicoba dengan menggunakan cahaya dari sumber lain misalnya dari lampu neon dengan menggunakan accu sebagai sumber arus.Ada bagan perahu yang jenisnya lain dari bagan Rambo tetapi prinsip penangkapannya sama. Bagan ini ukurannya lebih kecil dan menggunakan 2 buah perahu, alat penggeraknya berupa layer. Alat tangkap seperti ini banyak digunakanoleh suku Bajo yang beroperasi di teluk Bone. Sedangkan sumber cahayannya masihmenggunakan lampu petromaks.2. BAGAN RAKITJenis bagan lain yang sangat sederhana dan biasa digunakan oleh nelayankhususnyan di sungai atau di muara-muara sungai yaitu bagan rakit. Bagan ini terbuatdari bambu, dimana operasinya dapat berpindah-pindah. Proses operasi penangkapannya sama dengan bagan tancap.3. BAGAN PERAHU (BAGAN RAMBO)Bagan ini sering pula disebut sebagai bagan perahu listrik. Ukurannya bervariasi tetapi di Sulawesi Selatan umumnya menggunakan jaring dengan panjangtotal 45 meter dan lebar 45 meter, berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuranmata jaring 0,5 cm dan bahannya terbuat dari waring.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
riyadhleo liked this
Yuni Wulandari liked this
Hasriyani Hafid liked this
Arthur Brown liked this
Arthur Brown liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->