Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Potensi Sumber Daya Genetik Indonesia_SUDARMONO

Potensi Sumber Daya Genetik Indonesia_SUDARMONO

Ratings: (0)|Views: 332 |Likes:
POTENSI SUMBER DAYA GENETIK INDONESIA
DALAM KOMERSIALISASI PRODUK BIOTEKNOLOGI
POTENSI SUMBER DAYA GENETIK INDONESIA
DALAM KOMERSIALISASI PRODUK BIOTEKNOLOGI

More info:

Published by: Sudarmono Ahmad Tahir on Dec 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

 
POTENSI SUMBER DAYA GENETIK INDONESIADALAM KOMERSIALISASI PRODUK BIOTEKNOLOGI
 SUDARMONO
11/322094/PMU/06977Jurusan Bioteknologi Fakultas Pasca SarjanaUniversitas Gadjah MadaYogyakarta
A.Pengantar
Dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati secaraglobal, maka pada Pertemuan KTT Bumi Tahun 1992 di Rio de Janeiro dihasilkanKonvensi Keanekaragaman Hayati (KKH), satu dari lima dokumen yang disahkan pada pertemuan tersebut. KKH adalah perjanjian multi lateral untuk mengikat para pihak (negara peserta konvensi) dalam menyelesaikan masalah-masalahglobal khususnya keanekaragaman hayati.Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah meratifikasi(menerapkan) KKH pada tahun 1994 melalui Undang-Undang N0.5/1994 tentang pengesahan Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati (United NationsConvention on Biological Biodiversity). Prinsip dalam konvensi keanekaragamanhayati adalah setiap negara mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkansumber-sumber daya hayati sesuai dengan kebijakan pembangunanlingkungannya sendiri dan mempunyai tanggung jawab untuk menjamin kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungannegara lain (Burhanuddin, 2011).Sehubungan dengan masalah pemanfaatan dan pelestarian sumber dayagenetik, Indonesia sekarang tengah berjuang menghadapi krisis pangan yang terus berkelanjutan. Sangat disayangkan, Indonesia sebagai negara agraris menjadi pengimpor beras terbesar di dunia. Menurut data BPS, kebutuhan beras masihlebih tinggi daripada produksi nasional sehingga saat ini Indonesia masih butuhmengimpor beras. Bahkan nilai impor beras Indonesia telah mencapai 7,04 trilyunhingga akhir Juli untuk tahun 2011. Volume impor produk-produk pertanian
 
lainnya juga mengalami peningkatan. Pada bulan Agustus 2011, Badan PusatStatitik (BPS) melaporkan impor bahan pangan Indonesia sebagai berikut:
 No Jenis Bahan Pangan Diimpor dari (negara) Jumlah impor (ton) Nilai Impor (dollar  AS)
1Singkong (ubikayu)Italia1,7820.064Cina2,961.2732GaramAustralia1.004.00053.700.000India, Singapura, SelandiaBaru, Jerman741.12039.840.0003Daging ayamMalaysia9,029.2404TehVietnam3.2403.680.000Kenya, Argentina, India, Cina1.0073.320.0005Cabe dingin-segarVietnam, India6.7946.192.0006Bawang putihCina, Taiwan178.900132.770.0007Bawang merahIndia. Thailand, Filipina141.79567.611.000
Berdasarkan tabel 1, nilai impor bawang putih menempati urutan pertama,senilai $AS 132.770.000. Tapi yang paling menarik dan paling menyedihkanadalah impor garam yang mencapai angka 1.745.120 ton. Indonesia sebagainegara dengan pesisir terpanjang di dunia seharusnya mampu memenuhikebutuhan garam penduduknya. Bahan pangan lainnya yang diimpor adalah beras, jagung, kedelai, gandum dan tepung meslin, gula pasir, gula tebu, daging sejenissapi, mentega, minyak goreng, susu, telur unggas, kelapa, kelapa sawit, lada,cengkeh, kakao, cabe kering, dan tembakau. Jumlah seluruhnya mencapai 11,33 juta ton dengan nilai impor $AS 5,36 milyar (Pettawarani, 2011).Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas pertaniandi Indonesia. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bappenas (2002) salah satu penyebabnya adalah berkurangnya luas lahan pertanian di Indonesia. Penyebablain menurut Adi (2003) adalah menurunnya kualitas lahan pertanian di Indonesiaakibat erosi, residu bahan kimia seperti herbisida dan pestisida, dan pencemaranlogam berat. Serangan hama dan penyakit yang masih sulit dikendalikan, seperti
 
 busuk pangkal batang sawit ( Gonoderma sp) dan Penggerek Buah Kakao (PBK), juga merupakan salah satu kendala yang mengancam dunia agribisnis di Indonesia(Goenadi, 2009).Bioteknologi mampu memberikan jalan keluar untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan terkait dengan sektor  pertanian. Akan tetapi, sangat jarang yang menjadi produk yang dapatdikomersialkan dan digunakan oleh petani. Banyak penelitian bioteknologi yanghanya menjadi makalah dalam seminar atau sekedar artikel dalam jurnal ilmiah.Sebagian menjadi produk setengah jadi, karena perlu pengujian lebih lanjut, danterkendala dengan dengan masalah dana. Sebagian yang lain gagal dikomersialkankarena belum siap. Produk bioteknologi juga telah banyak disosialisasikan dansampai pada petani, tapi tidak sampai ke lahan pertanian. Makalah ini menyajikansecara ringkas komersialisasi produk bioteknologi yang ada di Indonesia, serta peluang pengembangannya ke depan.
B.Sumber Daya Genetik Indonesia
Sumberdaya genetik –yang untuk selanjutnya disingkat SDG saja– mencakup semua makhluk hidup beserta isi yang ada di dalamnya seperti DNAatau gen, organ, jaringan dan lain sebagainya. Makhluk hidup di sini meliputitanaman, jasad renik, dan hewan kecuali manusia. Secara alami makhluk hiduptersebut dapat melangsungkan kehidupannya secara berkelanjutan yang produknya dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia. Hal ini dapatterjadi karena adanya ekosistem yang menjamin keberlanjutan kehidupan tersebut.Oleh karena itu, segala upaya harus dilakukan untuk melestarikan SDG yangmemang dipersembahkan bagi kesejahteraan manusia (Anonim, 2011).Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah khatulistiwamemiliki keanekaragaman hayati yang tinggi . Di dunia ini diketahui ada beberapa
mega center of biodiversity
dan Indonesia menduduki nomor dua setelah Brazil.Dari segi kekayaan jenis tumbuhan, hewan dan mikroba, Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui, 16% reptiliadan amfibia, 17% burung, 25% ikan dan 15% serangga, walaupun luas daratanIndonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia. Apabila

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ria Dahlia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->