C.
Data PengamatanKromatografi lapis tipis
Jarak tempuh pelarut : 4 cmJarak noda kurkumin murni : 2,8 cmJarak noda 1: 2,8 cmJarak noda 2: 1,65 cmJarak noda 3: 0,9 cm
D.
Pengolahan Data
Rf kurkumin murni : 0,7Rf 1 : 0,7Rf 2: 0,4125Rf 3: 0,225
E.
Pembahasan
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan yang didasarkan atas perbedaan migrasidan distribusi senyawa yang terjadi dalam 2 fasa berbeda yaitu fasa diam dan fasa gerak. Fasediam pada percobaan kali ini yaitu silika gel dan fase geraknya yaitu diklorometana. kurkuminadalah komponen utama senyawa kurkuminoid hasil metabolit sekunder yang banyak terdapatpada tanaman jenis kunyit dan temulawak (suku Zingiberacceae). Senyawa kurkuminoid lainnyaadalah bis-demetoksi kurkumin dan demetoksi kurkumin.Untuk mengisolasi kurkumin dari kunyit, serbuk kunyit dilarutkan dalam diklorometana.Diklorometana digunakan sebagai pelarut karena merupakan pelarut non polar yang dapatmelarutkan senyawa yang ada dalam kunyit berupa senyawa organik yang cenderung bersifatnon polar . Interaksi antar molekul non polar ini akan melarutkan senyawa yang ada dalamkunyit termasuk kurkumin pada pelarutnya. Campuran kunyit-diklorometana selanjutnyadirefluks selama satu jam. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak kurkumin yang ada padakunyit. Pada saat refluks, suhu larutan sebaiknya tidak terlalu tinggi karena proses ini berjalandengan sempurna sehingga tidak semua kurkumin pada kunyit dapat di ekstrak.Setelah proses refluks selesai, campuran disaring denagn penyaringan vakum danlarutan kuning hasil penyaringan selanjutnya dipekatkan dengan melakukan distilasi untuk