Document Information
1,170 Reads | 0 Comments
Description
MUQADDIMAH
á$yg1uqø)s?ur$yduqègé ú$ygyJolù;r'sùÇÐÈ$yg1§ qy$tBur<§øÿtRurâ
“ Dan demi jiwa serta penyempurnaannya
(ciptaannya) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” (Asy Syams: 7-8).
Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk
meniti jalan kebaikan dan jalan kejahatan. Allah
memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati
kebenaran, saling memberi nasehat di antara kita dan
menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar
dari kerugian.
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al ‘Ashr.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan
bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling
menasehati. Beliau bersabda:
“Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin
lainnya”( 1) .
Dengan kata lain seorang mukmin bisa menyaksikan
dan mengetahui kekurangannya dari mukmin yang lain,
sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. Tetapi cermin
itu tidak memantulkan gambar secara fisik, melainkan
memantulkan gambar secara akhlak dan perilaku. Islam
juga sebagaimana dalam banyak hadits- menganjurkan
dan mengajak pemeluknya agar sebagian mereka
mencintai sebagian yang lain.
Di antara pilar utama dari kecintaan ini, hendaknya
engkau berharap agar saudaramu masuk surga dan
dijauhkan dari neraka. Tak sebatas berharap, namun
engkau harus berupaya keras dan maksimal untuk
menyediakan berbagai sarana dan menjauhkan
saudaramu dari hal-hal yang membahayakan dan
merugikannya, di dunia maupun di akhirat.
Lebih khusus, buku ini kami hadirkan untuk
segolongan kaum muslimah yang belum mentaati
perintah berhijab (2), seperti yang diperintahkan syariat.
52 Pages