Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Polri Sebagai Polisi Sipil

Membangun Polri Sebagai Polisi Sipil

Ratings:

4.9

(10)
|Views: 2,200 |Likes:
Published by Indo, Inc.
Membangun Polri Sebagai Polisi Sipil Dalam masyarakat yang Demokratis
Membangun Polri Sebagai Polisi Sipil Dalam masyarakat yang Demokratis

More info:

Published by: Indo, Inc. on Oct 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

 
Membangun Polri Sebagai Polisi SipilDalam masyarakat yang Demokratis
DR.CHRYSHNANDA DWILAKSANA,MSIPendahuluan
Polisi Indonesia (Polri) saat ini banyak mendapat kritikan dan tanggapan yang negatif ataskinerjanya. Sebagai contoh dalam pengungkapan kasus peledakan bom di Legian Bali(2002) ada yang menganggap hal tersebut sebagai hasil rekayasa atau pimpinan Polrisendiri sebagai dalangnya dsb . Hal tersebut sebagai gambaran ketidak percayaanmasyarakat akan kinerja Polri di samping itu peran dan fungsi Polri sering dijadikan sebagaialat kekuasaan atau pemerintah yang kadang menyimpang sebagai pelayan, pelindung danpengayom masyarakat. Hal tersebut timbul dalam image masyarakat salah satunya darisikap dan tindakan petugas polisi dalam melaksanakan tugasnya. Mereka sering berlakuyang menyimpang seperti melakukan korupsi, berkolusi dengan para pelanggar hukum. Didalam organisasi Polri sendiri yang tumbuh dan berkembang adalah para anggotanyaberorientasi pada jabatan tertentu yang dianggap basah atau yang mempunyai kewenangandan fasilitas untuk pemenuhan kebutuhannya. Hal lain yang juga berkembang adalah sikaployalitas kepada pejabat tertentu yang dianggap dapat memberikan atau menempatkanpada jabatan-jabatan yang basah tersebut. Pedoman atau acuan keberhasilan kinerjanyabukan pada prestasi kerjanya tetapi kedekatan dan kemampuan melayani atasannya.Dampak dari hal tersebut berkembang sistem yang tidak fair (despotic) yang dikuasaibeberapa gelintir elit polisi dan bagi Polri harus dibayar mahal yaitu buruknya citra Polri dimata masyarakat .Untuk mereformasi Polri menuju polisi yang demokratis dan dipercaya, dicintai dandibanggakan oleh masyarakatnya salah satunya dengan membangun kebudayaanorganisasi Polri, yang dapat diajdikan pedoman atau kerangka acuan bagi setiap anggotaPolisi dalam melaksanakan peran dan fungsinya dalam masyarakat.Di negara modern yang demokratis polisi mempunyai fungsi pelayanan keamanan kepadaindividu, komuniti (masyarakat setempat), dan negara. Pelayanan keamanan tersebutbertujuan untuk menjaga, mengurangi rasa ketakutan dari ancaman dan gangguan sertamenjamin keamanan di lingkungannya secara berkesinambungan untuk meningkatkankualitas hidup dan produktivitas masyarakat yang dilayaninya. Dalam memberikanpelayanan keamanan polisi mempunyai kewenangan untuk menegakan hukum dan keadilanserta Memerangi kejahatan yang mengganggu dan merugikan masyarakat,wargamasyarakat dan negara. Hal tersebut dilakukan untuk mengayomi warga masyarakat, dannegara dari ancaman dan tindak kejahatan yang mengganggu dan merugikan. Tulisan ini tentang tentang Polisi yang demokratis dan dalam tulisan ini berusahamenunjukan membangun polri yang demokratis yang tercermin dari kebudayaan organisasiyang dijadikan pedoman dalam pemolisiannya. Menurut Reksodiputro (1996) Pemolisianadalah suatu initiasi dari pencegahan dan pengendalian terhadap kejahatan serta peradilanpidana dari hampir keseluruhan konteks sosio kultural. Tugas polisi senantiasa dituntut untuk menggunakan otak, otot dan hati nurani (Rahardjo,2000), Karena yang dihadapi dalam tugasnya adalah masyarakatnya, manusia yang harusdibimbing, dilindungi dan dihormati hak-haknya sebagai manusia
Mendefinisikan Demokrasi
1
|
Page
 
Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyatdan dijalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah sistempemilihan bebas. Dalam ucapan Abraham Lincoln : " Demokrasi adalah suatu pemerintahandari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat ".Robert A. Dahl menyatakan bahwa demokrasi yang kita kenal sekarang sebenarnyamerupakan hasil gabungan dari empat sumber, yakni paham demokrasi Yunani, tradisiRepubliken, paham pemerintahan perwakilan, dan logika kesamaan politik. Franz Magnis-Suseno mengemukakan bahwa logika kesamaan politik merupakan unsur yang palinguniversal. Yang dimaksudkan oleh Robert A. Dahl sebagai logika kesamaan politik adalahsebuah gagasan yang muncul di banyak lingkungan budaya dan tradisi yang menganggapbahwa semua anggota sebuah kelompok atau asosiasi sama saja berhak dan mampu untukberpartisipasi secara sama dengan rekan-rekannya dalam proses pemerintahan kelompokatau asosiasi itu.Sementara, paham demokrasi Yunani juga merupakan bagian yang penting dalammewujudkan demokrasi modern yang kita kenal sekarang. Suatu tatanan demokrasisekurang-kurangnya harus memenuhi enam persyaratan:1.Warga negara harus cukup serasi dalam kepentingan mereka sehingga merekasama-sama memiliki suatu perasaan yang kuat tentang kepentingan umum danbertindak atas dasar itu, sehingga tidak nyata-nyata bertentangan dengan tujuanatau kepentingan pribadi mereka.2.Warga negara benar-benar harus amat padu dan homogen dalam hal ciri-ciri khas.3.Jumlah warga negara harus sangat kecil.4.Warga negara harus dapat berkumpul dan secara langsung memutuskan undang-undang dan keputusan-keputusan mengenai kebijakan.5.Namun demikian, partisipasi warga negara tidak hanya terbatas pada pertemuan-pertemuan Majelis. Mereka juga berpartisipasi dengan aktif dalam memerintah kota.Dalam masyarakat otoriter, senua organisasi dikendalikan, didaftar, diawasi atau sebaliknyabertanggung jawab kepada pemerintah. Dalam masyarakat yang demokratis, kekuasaanpemerintah diuraikan secara jelas jelas dan dibatasi dengan tajam. Dalam masyarakatdemokratis warga dapat menjajagi kemungkinan kebebasan dan tanggung jawabpemerintahan sendiri tanpa ditekan oleh tangan negara yang berpotensi kuat. Landasandasar demokrasi adalah sbb:
Kedaulatan rakyat.
Pemerintahan berdasarkan dari yang diperintah.
Kekuasaan mayoritas.
Hak - hak minoritas.
 Jaminan hak - hak asai manusia.
Pemilihan yang bebas dan jujur.
Proses hukum yang wajar.
Pembatasan pemerintah secara konstitusional.
Pluralisme sosial, ekonomi dan politik.
Nilai- nilai toleransi, pragmantisme,kerjasama dan mufakat.Masyarakat sipil (civil society), Pembangkangan sipil (Civil Disobedience)Demokrasi disuatu masyarakat atau negara dapat berdiri tegak apabila kedudukanmasyarakat sipilnya kuat. Dinegara berkembang umumnya kondisi masyarakat sipilnyasangat lemah. Karena itu timbul pemikiran untuk menegakkan demokrasi di neagara
2
|
Page
 
berkembang seperti di Indonesia, maka masyarakat sipil harus diperkuat.Proses demokrasitersebut melalui pemberdayaan masyarakat sipil / Civil society (CS).Pemberdayaan masyarakat sipil salah satunya melalui Civil dis obidience . Istilah CivilDisobedience (CD), pembangkangan warga, awalnya berarti ketidaktaatan warga kepadanegara. Gerakan ini sudah lama berlangsung, tetapi sebagai konsep gerakan danperumusannya relatif baru. Selama ini pandangan masyarakat masih menilai CD terbataspada ketidaktaatan hukum, jadi negatif. Ia bukan hanya bisa dilakukan tetapi menjadi wajibdilakukan, sebab merupakan pengakuan akan hak-hak sipil (Sudiardja,: 2001). Karena itu,CD pun bisa ditempatkan sebagai rintisan tumbuh dan berkembangnya civil society (CS).CD Bentuknya bukan sebagai "pembangkangan fisik", meskipun bila perlu bisa dilakukan,tetapi semacam penguatan kelompok-kelompok CS sebagai gerakan bersama. Sebagaigerakan, CD bukanlah teori politik atau ajaran moral. Awalnya CD hanya sebuah gerakanmelawan hukum, yang disebabkan hukum tidak bisa lagi memberi perlindungan sepertihalnya pada pengungkapan kasus-kasus KKN di mana terjadi praktik impunity.Robert T Hall, salah satu pakar yang merumuskan CD, mengatakan hanya dua unsur yangmembedakan CD dan tindakan protes lain, yakni ilegalitas tindakannya dan motivasi moral. Tokoh pelaku CD di zaman modern dan boleh dikatakan sebagai guru adalah MahatmaGandhi. Melawan supremasi hukum tidak adil yang dilakukan pemerintah penjajah, Inggris,Gandhi melakukan CD dengan perjuangan tanpa kekerasan. Mula-mula dia sebutperlawanan pasif (passive resistence), kemudian dia ubah jadi satyagraha. CD model Gandhimemang jauh dari tindakan kekerasan. Tetapi dalam perkembangannya, CD bisa sajamenjadi jalan fatalistis karena tidak memperhitungkan faktor realitas, sebaliknya bisamenjadi anarki kalau dilakukan dengan pemaksaan.Kasus-kasus unjuk rasa di Indonesia yang marak akhir-akhir ini, bisakah digolongkansebagai CD? Berangkat dari batasan Hall maupun penjelasan Sudiardja, kasus-kasus itubukanlah CD. Kasus-kasus itu lebih pada pemaksaan kehendak. Yang diperjuangkanbukanlah kepentingan umum, tetapi kepentingan kelompok. Apalagi kalau dilakukan dengankekerasan atau dibayar oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.Pertimbangan yang harus dilakukan adalah, apakah pelaku CD dapat membatasi diri dantidak malakukan provokasi umum yang melawan pemerintah. gerakan CD jauh darisemangat makar. Memperkenalkan gerakan CD sekadar menunjukkan jalan alternatif ditengah kebuntuan dan kelesuan semangat mengembangkan CS di negeri ini. Dalam sejarahketatanegaraan dan praksis bernegara, konsep, semangat, dan gerakan CS sudah saratmakna dan selalu diperbarui, termasuk upaya membawa dalam konteks agama. Semangatutama CS adalah semangat bagaimana praksis kenegaraan memperhitungkan kehadiranrakyat.CD tidak bisa menjadi norma umum, karena sifatnya yang spontan dan kasuistik sebagaigerakan moral. CD bukan ideologi keagamaan atau program partai. CD juga tidak bisadipromosikan secara terencana seperti halnya CS. Namun demikian, catatan Sudiardja,berkembang tidaknya gerakan CD bisa menjadi tanda berkembang tidaknya kesadaranmasyarakat. Karena itu, CD boleh dikatakan sebagai rintisan yang baik bagi tumbuh danberkembangnya masyarakat warga (CS).Masyarakat sipil diidentikan dengan masyarakat berbudaya ( civilized society ) danlawannya adalah masyarakat liar (savage society).Pemahaman tersebut memberikangambaran dalam membandingkan bahwa masyarakat sipil ( civil society ) menunjuk padamasyarakat yang saling menghargai nilali- nilai sosial dan kemanusiaan ( termasuk dalamkehidupan berpolitik ).Masyarakat sipil merupakan prasarat demokrasi dan merupakan
3
|
Page

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
qorinarahma liked this
Zulkarnain Izoel liked this
abesantoso liked this
Yolanda Sebayang liked this
Yolanda Sebayang liked this
Fathur Rahman liked this
Rusno Prihardito liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->