Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Program Penyuluhan HIV Dan AIDS

Evaluasi Program Penyuluhan HIV Dan AIDS

Ratings: (0)|Views: 453 |Likes:

More info:

Published by: Daniel Rusyad Hamdanny on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

 
 EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN HIV DAN AIDSLEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKAKLAS II A BANDUNG
Diserahkan sebagai tugas pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) Mata KuliahEvaluasi Program Komunikasi.
Dilaksanakan dan disusun oleh:
Daniel Rusyad HamdannyKarisma Niagara Nur Syahril MuhtaromIntan ShabrinaYulia Citra DewiDesianti Yuanita
 
 
2 |
Evaluasi Penyuluhan HIV/AIDS di Lapas Narkotika
 
DAFTAR ISI
Daftar Isi 2Latar Belakang
3
Analisis Kebutuhan Evaluasi
3
Tujuan Evaluasi
5
Sekilas tentang Penyuluhan HIV/AIDS
7
Evaluasi Program: Reaksi
8
Evaluasi Program: Belajar
15
Evaluasi Program: Perilaku
19
Kegunaan Evaluasi
23
Prosedur Evaluasi
25
Rujukan Penelitian
27
Appendix
28
Galeri Foto
99
 
 
3 |
Evaluasi Penyuluhan HIV/AIDS di Lapas Narkotika
 
I.
 
LATAR BELAKANG1.1.
 
Analisis Kebutuhan EvaluasiPenanggulangan HIV (
 Human Immunodeficiency Virus
) dan AIDS (
acquired immunodeficiency syndrome
) hingga kini merupakan program prioritas Pemerintah.Berbagai kebijakan lintas kementrian serta lusinan peraturan daerah diberlakukansebagai upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Pasalnya, baik penyebab, penyebaran penyakit, korban, sekaligus tempat pengidap HIV dan AIDS -disebut ODHA- hidup,menyisakan permasalahan yang harus dibenahi secara sistematis.Perilaku seks bebas dan penggunaan Napza(Narkotika, Psikotropika, dan ZatAdiktif) dengan alat suntik bergantian merupakan dua penyebab utama HIV danAIDS di Indonesia. Hasil penelitianKomisi Nasional Penanggulangan AIDS padatahun 2011 mencatat seks bebas menyumbang 76,3 persen sedangkan jarum suntik 16,3 persen dari total pengidap HIV di tanah air. Sedangkan pada 2006, sebagaimanadikutip oleh Kompas edisi 22 November 2011, pertukaran jarum suntik penyebabutama transmisi HIV/AIDS yakni 54,42 persen disusul seks bebas dengan 38,5 persen.Meski terjadi penurunan signifikan, penyebaran HIV melalui penggunaan Napza dengan jarum suntik harus tetap diwaspadai. Pasalnya, fenomena tersebutmenimbulkan masalah pelik dan cenderung lebih berbahaya dari motif lainnya.Pengidap HIV yang pecandu narkoba –khususnya jenis putaw- lebih berisikomenularkan virus yang menjangkitinya pada orang lain, baik sesama pemakaimaupun calon pemakai narkoba. Bak mata rantai yang tak berujung, korban baruyang terjangkiti HIV pun menularkan virus mematikan tersebut pada orang bahkankomunitas lain.Pemerintah Jawa Barat menyadari pentingnya memutus mata rantai penggunaan narkoba yang berujung pada penyebaran HIV dan AIDS. Kesadaran initerbukti dengan didirikannya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Yenny Susanti liked this
Valida Sihanaya liked this
Nur Al Baniyah liked this
Boysz TheBest liked this
Andika Admaja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->