Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Persepsi Dalam Promosi Kesehatan

Persepsi Dalam Promosi Kesehatan

Ratings: (0)|Views: 593 |Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Tara Sefanya Kairupan on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
Tara S. Kairupan - 0911232065
 
1
PERSEPSI DALAM PROMOSI KESEHATAN
Persepsi adalah suatu proses otomatis yang terjadi dengan sangat cepat dankadang tidak kita sadari, di mana kita dapat mengenal stimulus yang kita terima.Persepsi yang kita miliki ini dapat mempengaruhi tindakan kita. Robbin (2003)mendefinisikan persepsi sebagai proses di mana seseorang mengorganisasikan danmenginterpretasikan sensasi yang dirasakan dengan tujuan untuk memberi maknaterhadap lingkungannya.Walaupun proses mulai dari rangsangan fisik hingga interpretasi terjadicepat, namun untuk mempelajari persepsi kita dapat membaginya menjadi duabagian besar yaitu: proses sensasi atau merasakan (
sensation
) yang menyangkutproses sensoris dan persepsi yang menyangkut interpretasi kita terhadap objek yang kita lihat atau kita dengar atau kita rasakan.
A.
 
SENSASI
Sebuah objek berupa stimulus fisik diterima oleh panca indera kita melalui elemensensitif yang disebut reseptor. Reseptor ini berhubungan dengan saraf otak. Ketikaindera kita dirangsang oleh suatu objek fisik, maka akan terjadi sensasi sesuaidengan indera yang dirangsang. Misalnya, ketika kita melihat cahaya lampu makayang dirangsang adalah saraf mata kita. Atau ketika kita mendengar suara petasanmaka yang dirangsang adalah saraf pendengaran kita.Indera yang dapat menerima stimulus fisik adalah panca indera kita, yaitupenglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan peraba di mana sensorkulit dapat membedakan panas, dingin, dan rasa sakit. Sensasi lain yang dapat kitarasakan adalah kinestetik, sedangkan vestibular dapat menginformasikan kitatentang adanya gerakan atau tidak di kepala kita sehingga kita dapat menjagakeseimbangan kita.Energi fisik yang kita peroleh dari luar harus diubah menjadi aktivitaspada sistem saraf kita. Proses ini disebut sebagai
transduction
. Transduksi initerjadi pada sel reseptor, di mana secara efisien sel reseptor mengubah energi
 
Tara S. Kairupan - 0911232065
 
2fisiknya menjadi tegangan listrik yang disebut dengan reseptor potensial. Reseptorpotensial ini kemudian memberikan impuls saraf yang menuju otak atau tulangbelakang. Kejadian lompatan elektrik ini disebut generator potensial.Untuk dapat diolah, energi fisik harus mencapai ambang minimal tertentu.Ambang absolut adalah intensitas minimal yang harus ada sehingga stimulusdapat dideteksi. Ambang minimal ini dapat berbeda-beda pada setiap orang,tergantung sensitivitas seseorang. Stimulus yang berada di bawah ambangminimal disebut sebagai subliminal. Penelitian dari ahli anestesi di Inggrismembuktikan bahwa dalam situasi dibius seseorang masih memilikikesadarannya. Pasien yang pada saat dibius berulang kali diberi sugesti bahwa iatidak akan merasa sakit, maka akan sembuh lebih cepat dibandingkan merekayang tidak. Namun demikian, sejauh mana stimulus subliminal ini dapatmempengaruhi perilaku kita, masih dipertanyakan.Apakah seseorang yang buta dan tuli tidak dapat menginterpretasikanstimulus di sekelilingnya? Helen Adams Keller adalah seorang yang menyandangcacat seperti itu, namun ia dapat mempelajari dunia ini. Hanya dengan inderapengecap dan perabanya ia belajar mengenai stimulus yang ada di sekelilingnyadan dapat menginterpretasikan apa yang dirasakannya. Kemudian kepadanyadiperkenalkan nama-nama dari benda-benda di sekelilingnya. Denganmempelajari konsep-konsep ini Helen Keller dapat keluar dari keterbatasannyadan berkomunikasi dengan dunia luar. Banyak kata yang diajarkan pada HelenKeller, namun ia masih tidak mengerti makna dari kata-kata tersebut. Denganmengandalkan indera perabanya ia mempelajari makna dari kata-kata yangdiajarkan karena ia tidak bisa melihat.Kerusakan pada bagian otak akan mempengaruhi persepsi visual manusia.Bagian otak yang bertanggung jawab untuk menerima stimulus visual adalah
 primary visual cortex
atau bagian visual otak yang utama. Jika ada kerusakanpada bagian tersebut maka seseorang tidak dapat melihat bagian tertentu darilapangan pandangnya. Bagian mana yang tidak terlihat tergantung dari daerahmana bagian
 primary visual cortex
nya yang rusak. Namun walaupun orang initidak dapat melihat objek tersebut, ia masih dapat mempersepsikan objek tersebut.
 
Tara S. Kairupan - 0911232065
 
3Ibarat jika anda meneropong teleskop yang terbuat dari kertas, walaupun andahanya melihat sebagian, namun anda masih dapat mempersepsikan objek yanghanya anda lihat sebagian.Sebaliknya, jika yang rusak adalah bagian visual association cortex makakemampuan seseorang untuk melihat tidaklah terganggu namun ia akanmengalami banyak kesulitan untuk mempersepsikan objek apakah yang ia lihat.Beberapa gangguan tersebut antara lain:-
 
 Achromatopsia
: atau biasa dikenal dengan buta warna, dimana seseorangibarat hidup dalam film hitam-putih. Seberapa berat buta warnanya tergantungdari kerusakannya. Jika kerusakanya ada pada kedua sisi otak, maka terjadilahbuta warna total.-
 
 Balint’s syndrome
 
: sindrom yang disebabkan oleh karena kerusakan bilateralpada daerah
 parietooccipital
di otak sehingga seseorang akan mengalamikesulitan dalam mempersepsikan lokasi dari objek dan meraihnya hanyadengan panduan penglihatan saja.
 
-
 
Visual agnosia
: ketidakmampuan seseorang yang tidak buta dalam mengenaliidentitas dari objek visualnya, yang disebabkan oleh kerusakan pada
visualassociation cortex
nya.
 
-
 
Prosopagnosia
: salah satu bentuk dari visual agnosia, di mana seseorangmengalami kesulitan dalam mengenali raut muka orang. Dalam hal iniseseorang akan tahu bahwa di depannya ada seseorang laki-laki tinggi tegapdan berkumis, namun ia tidak dapat mengenali bahwa itu adalah suaminya.
 
B.
 
PERSEPSI
Setelah stimulus diterima oleh sistem saraf, proses selanjutnya adalahmenginterpretasikan stimulus yang tersebut. Interpretasi adalah apa yang keluardari kepala kita, sedangkan sensasi adalah apa yang kita terima dari luar danmasuk ke dalam kepala kita.Proses pertama yang harus kita lalui dalam mempersepsikan suatu objek adalah perhatian. Tanpa memusatkan perhatian pada suatu objek, maka kita tidak dapat mempersepsikannya. Pemusatan perhatian adalah suatu usaha dari manusia

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ephot Hanifah liked this
Verra Natan liked this
Resy Cimuet liked this
Ruhyandi Yayan liked this
Gita GiZa Zaeni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->