Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Al Firqah Al Najiyah (syabab ahlusunnah waljamaah press)

Al Firqah Al Najiyah (syabab ahlusunnah waljamaah press)

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,566|Likes:
Golongan yang selamat adalah ahlusunnah dengan bukti dan dalil serta menerangkan pengertian bid'ah, tawassul dan tabaruk yang banyak diselewengkan oleh wahaby/ahlusunnah palsu

www.salafytobat.wordpress.com
Golongan yang selamat adalah ahlusunnah dengan bukti dan dalil serta menerangkan pengertian bid'ah, tawassul dan tabaruk yang banyak diselewengkan oleh wahaby/ahlusunnah palsu

www.salafytobat.wordpress.com

More info:

Published by: salafytobat.wordpress.com on Oct 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/07/2012

pdf

text

original

 
 
1
AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT
(al Firqah an-Najiyah)
 
ِﷲﺍ
 
ﹸﻝﻮﺳﺭ
 
ﹶﻝﺎﹶﻗ
r
:"
ﻭ
 
ﺔﻨﹶﳉﺍ
 
ﻰﻓ
 
ﹲﺓﺪﺣﺍﻭﻭ
 
ﹺﺭﺎﻨﻟﺍ
 
ﻰﻓ
 
ﹶﻥﻮﻌﺒﺳﻭ
 
ﻥﺎﺘﻨﺛ 
 
ﻦﻴﻌﺒﺳﻭ
 
ﺙﹶﻼﹶﺛ 
 
ﻰﹶﻠﻋ
 
ﻕﹺﺮﺘﻔﺘﺳ
 
ﹶﺔﱠﻠﳌﺍ
 
ﻩﺬﻫ
 
ﻥﺇﻭﻲﻫ ﹸﺔﻋﺎﻤﹶﳉﺍ
) "
ﻩﺍﻭﺭﺍﺩﻮﺑﺃﺩﻭ
( 
Maknanya:
“…dan sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 diantaranya di neraka dan hanya satu yang di surga yaitu al-Jama’ah”.
(H.R. Abu Dawud)Akal adalah syahid (saksi dan bukti) akan kebenaran syara’. Inilah sebenarnyayang dilakukan oleh ulama tauhid atau ulama al-kalam (teologi). Yang merekalakukan adalah taufiq (pemaduan) antara kebenaran syara’ dengan kebenaran akal,mengikuti jejak nabi Ibrahim -seperti dikisahkan al-Quran- ketika membantah rajaNamrud dan kaumnya, di mana beliau menundukkan mereka dengan dalil akal.Fungsi akal dalam agama adalah sebagai saksi bagi kebenaran syara’ bukan sebagaipeletak dasar bagi agama itu sendiri. Berbeda dengan para filosof yang berbicaratentang Allah, malaikat dan banyak hal lainnya yang hanya berdasarkan penalaranakal semata. Mereka menjadikan akal sebagai dasar agama tanpa memandang ajaranyang dibawa para nabi.Tuduhan kaum Musyabbihah; kaum yang sama sekali tidak memfungsikanakal dalam agama, terhadap Ahlussunnah sebagai
’Aqlaniyyun
(kaum yang hanyamengutamakan akal) atau sebagai kaum Mu’tazilah atau
 Afrakh al-Mu’tazilah
(anakbibitan kaum Mu’tazilah) dengan alasan karena lebih mengedepankan akal, adalahtuduhan yang salah alamat. Ini tidak ubahnya seperti seperti kata pepatah arab
Qabihul Kalam Silahulliam
” (kata-kata yang jelek adalah senjata para pengecut).Secara singkat namun komprehensif, kita ketengahkan bahasan tentangAhlissunnah sebagai al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat), asal-usulnya,dasar-dasar ajaran dan sistematikanya.
PEMBAHASAN
 
Sejarah mencatat bahwa di kalangan umat Islam dari mulai abad-abadpermulaan (mulai dari masa
khalifah
 
sayyidina
Ali ibn Abi Thalib) sampai sekarangterdapat banyak
 firqah
(golongan) dalam masalah aqidah yang faham satu denganlainnya sangat berbeda bahkan saling bertentangan. Ini fakta yang tak dapatdibantah. Bahkan dengan tegas dan gamblang Rasulullah telah menjelaskanbahwa umatnya akan pecah menjadi 73 golongan. Semua ini tentunya dengankehendak Allah dengan berbagai hikmah tersendiri, walaupun tidak kita ketahuisecara pasti. Dia-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.Namun Rasulullah juga telah menjelaskan jalan selamat yang harus kitatempuh agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Yaitu dengan mengikuti apa yangdiyakini oleh
al-Jama’ah
; mayoritas umat Islam. Karena Allah telah menjanjikan
 
 
2
kepada Rasul-Nya, Muhammad , bahwa umatnya tidak akan tersesat selamamereka berpegang teguh kepada apa yang disepakati oleh kebanyakan mereka.Allah tidak akan menyatukan mereka dalam kesesatan. Kesesatan akan menimpamereka yang menyempal dan memisahkan diri dari keyakinan mayoritas.Mayoritas umat Muhammad dari dulu sampai sekarang adalah AhlussunnahWal Jama’ah. Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti merekadalam
Ushul al-I’tiqad
(dasar-dasar aqidah); yaitu
Ushul al-Iman al-Sittah
(dasar-dasariman yang enam) yang disabdakan Rasulullah dalam hadits Jibril:
"
ﺍﻹﻩﺮﺷﻭ
 
ﻩﹺﺮﻴﺧ
 
ﹺﺭﺪﹶﻘﻟﺍﻭ
 
ﹺﺮﺧﻵﺍ
 
ﹺﻡﻮﻴﻟﺍﻭ
 
ﻪﻠﺳﺭﻭ
 
ﻪﺒﺘﹸﻛﻭ
 
ﻪﺘﹶﻜﺋﻼﻣﻭ
 
ِﷲﺎﹺﺑ
 
ﻦﻣﺆﺗ 
 
ﹾﻥﺃ
 
ﹸﻥﺎﻤﻳ 
")
ﻢﻠﺴﻣﻭ
 
ﻱﹺﺭﺎﺨﺒﻟﺍ
 
ﻩﺍﻭﺭ
(
Maknanya:
“Iman adalah engkau mempercayai Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab- kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir serta Qadar (ketentuan Allah); yang baik maupun buruk”.
(H.R. al Bukhari dan Muslim)
 
Perihal
al-Jama’ah
dan pengertiannya sebagai mayoritas umat Muhammadyang tidak lain adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah tersebut dijelaskan olehRasulullah dalam sabdanya :
"
ﻢﻬﻧﻮﹸﻠﻳ 
 
ﻦﻳﺬﹼﻟﺍ
 
 
ﻢﻬﻧﻮﹸﻠﻳ 
 
ﻦﻳﺬﻟﺍ
 
 
ﻲﹺﺑﺎﺤﺻﺄﹺﺑ
 
ﻢﹸﻜﻴﺻﻭﺃ
"
ﻪﻴﻓﻭ
 
،
"
ﹶﻥﺎﻄﻴﺸﻟﺍ
 
ﻥﺈﻓ
 
ﺔﻗﺮﹸﻔﻟﺍﻭ
 
ﻢﹸﻛﺎﻳﺇﻭ
 
ﺔﻋﺎﻤﹶﳉﺎﹺﺑ
 
ﻢﹸﻜﻴﻠَـﻋ ﹾﻠﻴﹾﻠـﻓ
 
ﹶﺔﻨﹶﳉﺍ
 
ﺔﺣﻮﺒﺤﺑ
 
ﺩﺍﺭﺃ
 
ﻦﻤﹶﻓ
 
ﺪﻌﺑﺃ
 
ﹺﻦﻴﻨﹾﺛﻻﺍ
 
ﻦﻣ
 
ﻮﻫﻭ
 
ﺪﺣﺍﻮﻟﺍ
 
ﻊﻣﺔﻋﺎﻤﹶﳉﺍ
 
ﹺﻡﺰ 
") .
ﻦﺴﺣ
 
ﹶﻝﺎﹶﻗﻭ
 
ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ
 
ﻩﺍﻭﺭ ﻢﻛﺎﹶﳊﺍ
 
ﻪﺤﺤﺻﻭ
 
ﺢﻴﺤﺻ
(
Maknanya:
“Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian --mengikuti-- orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian mengikuti yang datangsetelah mereka“.
Dan termasuk rangkaian hadits ini:
“Tetaplah bersama
al-Jama’ah
dan jauhi perpecahan karena syaitan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (syaitan) dari duaorang akan lebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di surga hendaklah iaberpegang teguh pada (keyakinan)
al-Jama’ah
”.
(H.R. at-Turmudzi, ia berkata
 
hadits ini
Hasan Shahih
juga hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim).
 
Al-Jama’ah dalam hadits ini tidak boleh diartikan dengan orang yang selalumenjalankan shalat dengan berjama’ah, jama'ah masjid tertentu atau dengan artiulama hadits, karena tidak sesuai dengan konteks pembicaraan hadits ini sendiridan bertentangan dengan hadits-hadits lain. Konteks pembicaraan hadits ini jelasmengisyaratkan bahwa yang dimaksud
al-Jama’ah
adalah mayoritas umatMuhammad dari sisi kuantitas.Penafsiran ini diperkuat juga oleh hadits yang kita tulis di awal pembahasan.Yaitu hadits riwayat Abu Dawud yang merupakan hadits
Shahih Masyhur 
,diriwayatkan oleh lebih dari 10 orang sahabat. Hadits ini memberi kesaksian akankebenaran mayoritas umat Muhammad bukan kebenaran
 firqah-firqah
yangmenyempal. Jumlah pengikut
 firqah-firqah
yang menyempal ini, dibanding pengikutAhlussunnah Wal Jama’ah sangatlah sedikit.Selanjutnya di kalangan Ahlussunnah Wal Jama’ah dikenal istilah
“ulamasalaf”.
Mereka adalah orang-orang yang terbaik dari kalangan Ahlusssunnah Wal Jama’ah yang hidup pada 3 abad pertama hijriyah sebagaimana sabda nabi:
 
 
3
"
ﻢﻬﻧﻮﹸﻠﻳ 
 
ﻦﻳﺬﻟﺍ
 
ﻢﹸﺛ 
 
ﻢﻬﻧﻮﹸﻠﻳ 
 
ﻦﻳﺬﻟﺍ
 
ﻢﹸﺛ 
 
ﻲﹺﻧﺮﹶﻗ
 
ﻥﻭﺮﹸﻘﻟﺍ
 
ﺮﻴﺧ
")
ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ
 
ﻩﺍﻭﺭ
(
Maknanya:
“Sebaik-baik abad adalah abadku kemudian abad setelah mereka kemudian abadsetelah mereka”.
(H.R. Tirmidzi)Pada masa ulama
salaf 
ini, di sekitar tahun 260 H, mulai menyebar bid’ahMu’tazilah, Khawarij, Musyabbihah
 
dan lainnya dari kelompok-kelompok yangmembuat faham baru. Kemudian dua imam agung; Abu al-Hasan al-Asy’ari (W. 324H) dan Abu Manshur al-Maturidi (W. 333 H)
–semoga Allah meridlai keduanya–
datangdengan menjelaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diyakini para sahabatnabi dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dalil
naqli
(
nash-nash
al-Quran dan Hadits) dan dalil-dalil
aqli
(argumen rasional) disertaidengan bantahan-bantahan terhadap
syubhat-syubhat
(sesuatu yang dilontarkanuntuk mengaburkan hal yang sebenarnya) Mu’tazilah, Musyabbihah, Khawarijtersebut di atas dan ahli bid’ah lainnya. Sehingga Ahlussunnah dinisbatkan kepadakeduanya. Mereka; Ahlussunnah Wal Jamaah akhirnya dikenal dengan nama
al- Asy’ariyyun
(para pengikut imam Abu al-Hasan Asy’ari) dan
al-Maturidiyyun
(parapengikut imam Abu Manshur al-Maturidi). Hal ini tidak menafikan bahwa merekaadalah satu golongan yaitu
al-Jama’ah
. Karena sebenarnya jalan yang ditempuh olehal-Asy’ari dan al-Maturidi dalam pokok aqidah adalah sama dan satu.Adapun perbedaan yang terjadi di antara keduanya hanya pada sebagianmasalah-masalah
 furu’
(cabang) aqidah. Hal tersebut tidak menjadikan keduanyasaling menghujat atau saling menyesatkan, serta tidak menjadikan keduanya lepasdari ikatan golongan yang selamat
(al-Firqah al-Najiyah)
.Perbedaan antara
al-Asy’ariyyah
dan
al-Maturidiyyah
ini adalah seperti halnyaperselisihan yang terjadi antara para sahabat nabi, perihal apakah Rasulullah
r
 melihat Allah pada saat Mi’raj?. Sebagian sahabat, seperti ‘Aisyah dan Ibn Mas’udmengatakan bahwa Rasulullah
r
tidak melihat Tuhannya pada waktu Mi’raj.Sedangkan Abdullah ibn 'Abbas mengatakan bahwa Rasulullah
r
melihat Allahdengan hatinya. Allah memberi kemampuan melihat kepada hati Nabi Muhammad
r
sehingga dapat melihat Allah.Namun demikian
al-Asy’ariyyah
dan
al-Maturidiyyah
ini tetap sepaham dansehaluan dalam dasar-dasar aqidah. Al-Hafizh Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H)mengatakan:
ﹾﻃﺃ
 
ﺍﹶ
ﺫ
ﺇ
ﻷ
ﺍ
 
ﻢﹺﻬﹺﺑ
 
ﺩﺍﺮﹸﳌﺎﻓ
 
ﺔﻋﺎﻤﹶﳉﺍﻭ
 
ﺔﻨﺴﻟﺍ
 
ﹸ
ﻞ 
ﻫﺃ
 
ﻖ 
ﻠ ﹸﺔﻳﺪﻳﹺﺮﺗﺎﹶﳌﺍﻭ
 
ﹸﺓﺮﻋﺎﺷ
“Jika dikatakan Ahlussunnah wal Jama’ah, maka yang dimaksud adalah
al-Asy’ariyyah
dan
al-Maturidiyyah
“.
(al-Ithaf, juz 2 hlm 6)
 
 Jadi aqidah yang benar dan diyakini oleh para ulama salaf yang shalih adalahaqidah yang diyakini oleh
al-Asy’ariyyah
dan
al-Maturidiyyah
. Karena sebenarnyakeduanya hanyalah meringkas dan menjelaskan aqidah yang diyakini oleh para nabidan rasul serta para sahabat. Aqidah Ahlusssunnah adalah aqidah yang diyakinioleh ratusan juta umat Islam, mereka adalah para pengikut madzhab Syafi’i, Maliki,

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rina HS liked this
lembusuro1 liked this
zainalklj liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->