BAB IITINJAUAN PUSTAKA
Pengeringan merupakan proses pemindahan air dari dalam bahan melaluipenguapan dengan menggunakan energi panas. Selama pengeringan berlangsung,energi panas dipindahkan (ditransfer) dari udara sekeliling ke permukaan bahan,sehingga terjadi peningkatan suhu dan terbentuknya uap air. Kandungan air daribagian dalam bahan berdifusi ke permukaan bahan, dan juga uap air yangterkandung didalam udara sekeliling bahan secara kontinyu dialirkan keluar darimesin pengering.Proses pengeringan di dalam industri pertanian merupakan salah satutahapan penting diantara beberapa satuan operasi lainnya dalam penangananbahan hasil pertanian. Pengeringan dapat membantu menghambat kerusakanbahan hasil pertanian, terutama yang disebabkan oleh proses fisiologis, biologis,dan kimiawi baik secara enzimatis maupun non-enzimatis.Pengurangan kadar air tersebut akan memberikan beberapa keuntungandan juga akan mempengaruhi proses selanjutnya. Hasil penurunan kadar air harusmempunyai kualitas yang tinggi seperti: kadar air yang rendah dan seragam,persentase biji yang rusak dan pecah rendah, biji tidak mudah pecah, berat tetaptinggi, hasil pati tinggi, minyak yang dapat diambil banyak, kualitas protein tinggi,kemampuan tumbuh tinggi, jumlah kapan rendah, dan nilai nutrisi tetap tinggi.Kandungan kadar air di dalam bahan hasil pertanian biasanya dinyatakandalam persentase basis basah (m) dan persentase basis kering (M). Kandungan airbasis basah dapat dinyatakan sebagai berikut :
Wd WmWmm
100
Sedangkan kandungan air basis kering dapat dinyatakan sebagai berikut :
Wd Wm M
100
mm M
100100
dimana :