Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengeringan Kadar Air Bahan Hasil Pertanian

Pengeringan Kadar Air Bahan Hasil Pertanian

Ratings: (0)|Views: 1,277 |Likes:

More info:

Published by: Wendi Irawan Dediarta on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUMTEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIANPENGERINGAN (KADAR AIR BAHAN)
Oleh :Nama : Wendi Irawan DediartaNPM : 150310080137Hari, Tanggal Praktikum : Rabu, 27 April 2011Waktu : 15.00
 – 
16.00Co. Ass. : Citra PratiwiWince Widaningsih
LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANENJURUSAN AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARAN2011
 
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Proses pengeringan di dalam industri pertanian merupakan salah satutahapan yang cukup penting dari beberapa proses lainnya dalam penangananbahan hasil pertanian. Pengeringan dapat membantu menghambat kerusakan yangterjadi pada bahan hasil pertanian, karena bahan yang telah dipanen masihmelakukan proses respirasi sehingga bila disimpan dalam waktu yang lama akanmengalami pembusukan. Dengan proses pengeringan, kadar air bahan hasilpertanian dapat dikurangi sampai tingkat kadar air kesetimbangan dengan kondisiudara luar normal atau tingkat kadar air yang setara dengan aktivitas air sehinggabahan hasil pertanian akan aman dari kerusakan mekrobiologi, enzimatis dankimiawi.Kadar air bahan hasil pertanian biasanya dinyatakan dalam persentasebasis basah (m) dan persentase basis kering (M). Dalam perhitungan-perhitunganteknik, kadar air basis kering lebih sering dipakai karena pembagi padaperhitungan kadar air basis kering adalah bahan setelah dikeringkan yang tidak mengandung air sehingga beratnya konsisten dan perubahan penurunankandungan air lebih terlihat dengan jelas. Penentuan kadar air dapat dilakukandengan menggunakan dua metode, yaitu metode praktis dan metode dasar.
1.2
 
Tujuan Percobaan
Mengukur kadar air bahan dengan menggunakan metode dasar (metodeoven).
 
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
Pengeringan merupakan proses pemindahan air dari dalam bahan melaluipenguapan dengan menggunakan energi panas. Selama pengeringan berlangsung,energi panas dipindahkan (ditransfer) dari udara sekeliling ke permukaan bahan,sehingga terjadi peningkatan suhu dan terbentuknya uap air. Kandungan air daribagian dalam bahan berdifusi ke permukaan bahan, dan juga uap air yangterkandung didalam udara sekeliling bahan secara kontinyu dialirkan keluar darimesin pengering.Proses pengeringan di dalam industri pertanian merupakan salah satutahapan penting diantara beberapa satuan operasi lainnya dalam penangananbahan hasil pertanian. Pengeringan dapat membantu menghambat kerusakanbahan hasil pertanian, terutama yang disebabkan oleh proses fisiologis, biologis,dan kimiawi baik secara enzimatis maupun non-enzimatis.Pengurangan kadar air tersebut akan memberikan beberapa keuntungandan juga akan mempengaruhi proses selanjutnya. Hasil penurunan kadar air harusmempunyai kualitas yang tinggi seperti: kadar air yang rendah dan seragam,persentase biji yang rusak dan pecah rendah, biji tidak mudah pecah, berat tetaptinggi, hasil pati tinggi, minyak yang dapat diambil banyak, kualitas protein tinggi,kemampuan tumbuh tinggi, jumlah kapan rendah, dan nilai nutrisi tetap tinggi.Kandungan kadar air di dalam bahan hasil pertanian biasanya dinyatakandalam persentase basis basah (m) dan persentase basis kering (M). Kandungan airbasis basah dapat dinyatakan sebagai berikut :
WWmWmm
100
 Sedangkan kandungan air basis kering dapat dinyatakan sebagai berikut :
Wd Wm M 
100
 
mm M 
100100
 dimana :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->