Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bela Negara

Bela Negara

Ratings: (0)|Views: 340 |Likes:
Published by Dedek Putri

More info:

Published by: Dedek Putri on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

 
Latar Belakang
 
Landasan hukum dan pelaksanaan bela negara sejalan dengan situasi dan kondisi sertaancaman terhadap negara. Di sisi lain, situasi yang dihadapi oleh penyelenggarakekuasaan di Indonesia terbagi dalam beberapa periode, sehingga bentuk ancaman darimasing-masing periode akan mencerminkan landasan hukum dan pelaksanaan belanegara.
 
Pada periode orde lama ancaman yang dihadapi berupa ancaman fisik, baik yangberasal dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalam berupa pemberontakan-pemberontakan, sedangkan ancaman dari dalam berupa serangan tentara sekutu danBelanda serta Dainipon. Sehubungan dengan ancaman tersebut maka pada tahun 1954lahir undang-undang tentang pokok-pokok perlawanan rakyat (PPPR) no. 29 tahun 1954.Sebagai realisasi, maka diselenggarakan pendidikan pendahuluan perlawanan rakyat,yang menghasilkan organisasi perlawanan rakyat (OPR) pada tingkat desa, yangkemudian berkembang menjadi organisasi keamanan desa (OKD). Di sekolah-sekolahterbentuk organisasi keamanan sekolah (OKS).Pada periode orde lama dan reformasi bentuk ancamannya berupa tantangan nonfisik dan gejolak sosial. Permasalahan bela negara menyangkut berbagai aspek kehidupannasional yang tidak terlepas dari lingkungan strategi baik dalam maupun luar, langsungmaupun tidak langsung. Rumusan tentang bela negara : menumbuhkan rasa cinta tanahair, bangsa, dan negara.Sesuai dengan berkembangnya periode, maka UU no. 29 tahun 1954 diganti denganUU no. 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertahanan keamanan negaraRepublik Indonesia. Sebagai realisasi telah diselenggarakan pendidikan pendahuluanbela negara (PPBN), mendahului obyek sasaran di lingkungan pekerjaan, lingkunganmasyarakat dan lingkungan pendidikan.
 
Pengertian bela negara
 
Menurut UU no. 20 tahun 1982 Bab I pasal 1 ayat 2,
 bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaanuntuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun
 
 dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan, serta nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
 
Bela negara secara fisik dapat didefinisikan sebagai "segala upaya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkankesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaanterhadap tanah air sertaberperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara". Bela negara secara fisik keterlibatan warga negara sipil dalam upaya pertahanan negara merupakan hak dankewajiban konstitusional setiap warga negara Republik Indonesia. Tapi, seperti diaturdalam UU no 3 tahun 2002dan sesuai dengan doktrin sistem pertahanan semesta, makapelaksanaannya dilakukan oleh rakyat terlatih (ratih) yang terdiri dari berbagai unsurmisalnya resimen mahasiswa, perlawanan rakyat, pertahanan sipil, mitra babinsa, okpyang telah mengikuti pendidikan dasar militer dan lainnya. Rakyat terlatih mempunyaiempat fungsi yaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat danperlawanan rakyat. Tiga fungsi yang disebut pertama umumnya dilakukan pada masadamai atau pada saat terjadinya bencana alam atau darurat sipil, di mana unsur-unsurrakyat terlatih membantu pemerintah daerah dalam menangani keamanan dan ketertibanmasyarakat, sementara fungsi perlawanan rakyat dilakukan dalam keadaan daruratperang di mana rakyat terlatih merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan regulerTNI dan terlibat langsung di medan perang.apabila keadaan ekonomi nasional telahpulih dan keuangan negara memungkinkan, maka dapat pula dipertimbangkankemungkinan untuk mengadakan wajib militer bagi warga negara yangmemenuhi syaratseperti yang dilakukan di banyak negara maju di barat. Mereka yang telah mengikutipendidikan dasar militer akan dijadikan cadangan tentara nasional Indonesia selamawaktu tertentu,dengan masa dinas misalnya sebulan dalam setahun untuk mengikutilatihan atau kursus-kursus penyegaran.Ddalam keadaan darurat perang, mereka dapatdimobilisasi dalam waktu singkat untuk tugas-tugas tempur maupun tugas-tugasteritorial. rekrutmen dilakukan secara selektif, teratur dan berkesinambungan.penempatan tugas dapat disesuaikan dengan latar belakang pendidikan atau profesimereka dalam kehidupan sipil misalnya dokter ditempatkan di rumah sakit tentara,pengacara di dinas hukum, akuntan di bagian keuangan, penerbang di skwadronangkutan, dan sebagainya.Gagasan ini bukanlah dimaksudkan sebagai upaya militerisasimasyarakat sipil, tapi memperkenalkan "dwi-fungsisipil". maksudnya sebagai upayasosialisasi "konsep bela negara" di mana tugas pertahanan keamanan negara bukanlahsemata-mata tanggung jawab TNI, tapi adalah hak dan kewajiban seluruh warga negaraRepublik Indonesia.Bela negara secara non-fisik di masa transisi menuju masyarakat madani sesuai
 
tuntutan reformasi saat ini, justru kesadaran bela negara ini perlu ditanamkan gunamenangkal berbagai potensi ancaman, gangguan,hambatan dan tantangan baik dari luarmaupun dari dalam seperti yang telah diuraikan di atas. Sebagaimana telah diungkapkansebelumnya, bela negara tidak selalu harus berarti "memanggul bedil menghadapimusuh". Keterlibatan warga negara sipil dalam bela negara secara non-fisik dapatdilakukan dengan berbagai bentuk, sepanjang masa dan dalam segala situasi, misalnyadengan cara:
 
Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati artidemokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakankehendak 
 
 
Menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian yang tulus kepadamasyarakat
 
 
Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata(bukan retorika)
 
 
Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang danmenjunjung tinggi hak azasi manusia. Pembekalan mental spiritual di kalanganmasyarakat agar dapat menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia dengan lebih bertaqwakepada Allah swt melalui ibadah sesuai agama/kepercayaan masing- masing.Apabila seluruh komponen bangsa berpartisipasi aktif dalam melakukan bela negarasecara non-fisik ini, maka berbagai potensi konflik yang pada gilirannya merupakanancaman, gangguan,hambatan dan tantangan bagi keamanan negara dan bangsa kiranyaakan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali. Kegiatan bela negara secaranon-fisik sebagai upaya peningkatan ketahanan nasional juga sangat penting untuk menangkal pengaruh budaya asing di era globalisasi abad ke 21 di mana arus informasi(atau disinformasi) dan propaganda dari luar akan sulit dibendung akibat semakincanggihnya teknologi komunikasi.
 
DASAR HUKUM BELA NEGARA
 
Amandemen pasal 27 dan pasal 30 UUD 1945 dan UU no. 39 tahun 1999 tentangHAM.
 

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Andik Sutrisno liked this
Ahmad Yuhardi liked this
mukhlisoharifah liked this
Mohaemien Wahid liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->