Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perdangan Internasional Lada

Perdangan Internasional Lada

Ratings: (0)|Views: 1,208|Likes:

More info:

Published by: Wendi Irawan Dediarta on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
TUGAS PERDAGANGAN INTERNASIONALPERDAGANGAN INTERNASIONAL KOMODITAS LADA
“Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perdagangan Internasional” 
Disusun Oleh : Kelompok 5Agribisnis DYogiandre Ravenalla150310080136Rina Paramita150310080139Sri Noor Cholidah150310080170Karnati150310080174PROGRAM STUDI AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARANJATINANGOR 2011
 
BAB IPENDAHULUAN
Sub sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting danstrategis dalam pemabngunan nasional Negara Indonesia. Peranannya terlihatnyata dalam penerimaan devisa negara melalui ekspor, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku berbagai industridalam negeri, perolehan nilai tambah dan daya saing serta optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan.Peranan sektor pertanian sub sektor perkebunan bagi perekonomiannasional tercermin dari realisasi pencapaian PDB yang mencapai Rp. 106,19trilyun (atas dasar harga berlaku) pada tahun 2008 atau berkontribusi 14,89% daritotal PDB sektor pertanian secara luas.Lada termasuk hasil komoditas pertanian sub sektor perkebunan. Ekspor komoditas perkebunan yang di dalamnya termasuk di dalamnya komoditas ladasecara umum pada tahun 2008 memberikan sumbangan surplus neraca perdagangan bagi sektor pertanian sebesar US$ 22,83 milyar dimana sub sektor lainnya mengalami defisit.Hasil komoditas lada di setiap Negara berbeda-beda. Antara Negara maju, berkembang, dan terbelakang mempunyai hasil produksi yang bervariasi.Perkembangan komoditas di setiap negara akan memperlihatkan pertumbuhanekonomi Negara tersebut dalam hal Groos National Product atau Gross DomesticProduct.
 
BAB IIPEMBAHASAN2.1Keadaan Umum Komoditas Lada
Lada atau merica (
 Piper nigrum
L.) adalah tumbuhan penghasil rempah-rempah yang berasal dari bijinya. Lada sangat penting dalam komponen masakandunia. Pada masa lampau harganya sangat tinggi sehingga memicu penjelajahEropa berkelana untuk memonopoli lada dan mengawali sejarah kolonisasiAfrika, Asia, dan Amerika (Wilkipedia, 2009). Sejak jaman dahulu kala,Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah yang terkenal,sebagian besar rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia adalah lada (
 Peper nigrum Linn
).Produksi lada pada satu dekade terakhir ini mengalami fluktuasi yangcukup drastis dan cenderung semakin menurun, bahkan semakin sulit menembusdan bersaing dalam perdagangan internasional. Apalagi rendahnya mutu lada yangdihasilkan oleh petani menyebabkan lada asal Indonesia sering mengalami penahanan (
detention
) oleh
 Food and Drugs Administrantion
(FDA) di AmerikaSerikat. Penahanan tersebut terjadi karena adanya pencemaran olehmikroorganisme, bahan asing, kadar air, dan kadar minyak lada yang tidak memenuhi syarat.Permasalahan di atas disebabkan karena mayoritas masyarakat petani ladadi Indonesia masih menggunakan teknologi tradisional, baik dalam budidayanyamaupun dalam penanganan pasca panennya. Disamping faktor teknologi tersebut, perangkat sistem dan kebijakan yang ada juga tidak mendukung bagi terciptanyasuatu mekanisme pasar yang kondusif (Mulyono D, 2002).Di pasar internasional, lada Indonesia mempunyai kekuatan dan daya jualtersendiri karena cita rasanya yang khas. Lada Indonesia dikenal dengan nama
Muntok white pepper 
untuk lada putih dan
 Lampung black pepper 
untuk ladahitam. Peranan Indonesia sebagai penghasil dan pengekspor lada hitam telahdigeser oleh Vietnam, sementara lada putih masih bisa dipertahankan namun tetapharus waspada. Agar dapat bersaing di pasar dunia maka harus dilakukan efisiensi budidaya lada Indonesia dan pengembangan diversifikasi produk lada.Dari sisi teknologi salah satunya adalah dikembangkannya varietas
 Natar I 
yang cocok untuk ditanam di Lampung (Manohara Dyah, dkk, 2009).Diversifikasi produk diperlukan bila produk utama harganya jatuh. Disampingmengembangkan lada pada lahan yang sesuai, serta menerapkan teknologirekomendasi dan efisiensi biaya produksi juga perlu ditingkatkan perankelembagaan mulai dari kelembagaan di tingkat petani (KUD, APLI, kelompok tani) sampai kelembagaan pemasaran seperti AELI dan IPC (Yuhono, JT. 2009).

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Yulia Darsih liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->