Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BELAJAR KONTEKSTUAL

BELAJAR KONTEKSTUAL

Ratings: (0)|Views: 141 |Likes:
Published by ifalutfiyyah

More info:

Published by: ifalutfiyyah on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
JPFI
Volume
4
Nornor2
September
2006, 101 202
179
MENINGKATKAN MOTlVASl DAN HASlL BELAJAR MATEMATIKA MELALUIPENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUALINCREASING MOTIVATION AND ACHIEVEMENT IN STUDYING MATHEMATICSTHROUGH CONTEXTUAL APPROACHOleh
Rini
AsnawatiStaf Pengajar pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKlP UnilaDiterirna
17
Juli 2006ldisetujui 25 Agustus 2006Abstract: The student's achievement of mathematics class at
SMP
Al-Azhar
3
Bandadamauna was not satisfvina. tt was assumed that motivation in leamina hasinfluenced he unsat~sfyin~esulk. ?he objeclive ofresearch was to improve the stu;dent'smolivalion and achievement in earning mathematics thmugh ContexlualApproach. Thedata on learning result andmotivation were collected hrough queslionnaire, test, and fieldrecord. The result of the research suoaested that Contextual AaaroaCh was able toimprove the student's motivation in--learning and the achievement in teamingmathematics.Key words: contextualapproach, earningmotivationPENDAHULUANKebijakan yang berlaku di negara kita, standar keberhasilan belajar siswa pada suatujenjang pendidikan berdasarkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang di-berikan pada jenjang pendidikan tersebut, yang saat ini diasumsikan terlihat nilai tes hasilbelajar yang diperoleh siswa dalam ujian nasional (UN). Oleh karena itu, semua sekolahberjuang keras untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yangdiberikan. Hal ini juga berlaku di SMP Al-Azhar 3 Bandarlarnpung. Namun kenyataannyanilai hasil belajar matematika siswa SMP Al-Azhar 3 Bandariampung belum mencapaistandar keberhasilan yang ditertapkan dalam kurikuium. Pada ujian akhir semester (UAS)genap tahun 200312004, di semua jenjang kelas, kurang dari 50% siswa yang memperolehnilai UAS 65; rneskipun hasil ini lebih baikdibanding ahun-tahun sebeiurnnya. Hasil belajaryang dicapai siswa tidakterlepasdariproses belajar yang terjadi di kelas.Pantauan dari guru matematika yang mengajar di kelas IB SMP Al-Azhar 3 Bandar-lampung, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar siswa memperhatikan apabila gurumenjelaskan rnateri pelajaran dan mau mengerjakan latihan soal-soal yang diberikanguru. Namun bila menghadapi soai latihan yang sulit, hanya sebagian kecil siswayang tertantang untuk menyelesaikannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa motivasibelajar matematika siswa rendah, karena menurut Sardiman (1994:
81)
ciri-ciri seseorangmemiliki motivasi belajar antara lain tekun menghadapi tugas, ulet rnenghadapi kesulitan,rnenunjukkan minat terhadap bermacam-rnacam masalah, cepat bosan pada tugas-tugas
 
180,
JPP,
Volume
4 Nornor
2,
September
2006, 101
-
202
yang rutin, senang mencari dan memecahkan masalah/soal-soal. Rendahnya motivasibelajar siswa diduga kuat merupakan penyebab belum tercapainya standar keberhasilanyang ditetapkan kurikulum, sebab motivasi belajar merupakan faktor yang membangkit-kan minat anak untuk belajar atau yang memberi alasan dasar untuk belajar (Sardiman,1994: 29). Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa harus disertaidengan upaya meningkatkan motivasi belajarsiswa.Banyak cara menumbuhkan motivasi belajar, antara lain menumbuhkan kesadaran padadiri siswa akan manfaat pengetahuan yang diperolehnya Sardiman (1994:81).Hal iniakan terjadi apabila materi pelajaran dikaitkan dengan masalah-masalah yang mungkinditemui siswa dalam kehidupan mereka. Tetapi yang selama ini terjadi di kelas
I
SMPAI-Azhar 3 Bandarlampung, pembahasan materi pelajaran matematika kurang dikaitkandengan contoh-contoh di sekitar siswa, konsep dan aturan dalam matematika umunyalangsung diberikan secara simbolik dalam algoritma baku. Dengan demikian perlu ada-nya perubahan pendekatan dalam pembeiajaran matematika di keias IB SMPAl-Azhar 3Bandarlampung, ke pendekatan yang melibatkan dan menonjolkan keterkaitan antararnateri pelajaran yang dipelajari di sekolah dengaan konteks yang relevan, lebih me-nekankan pentingnya siswa menemukan pemahaman sendiri melalui proses yang alami,agar proses belajar ebih bermakna.Tindakan yang dipilih untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswakelas IB SMP Al-Azhar 3 Bandarlampung adalah penerapan pendekatan kontekstual.Alasannya, karena pendekatan kontekstual merupakan gagasan yang melibatkan danmenonjoikan keterkaitan antara materi pelajaran yang dipelajari di sekolah dengankonteks yang relevan, sehingga proses belajar lebih bermakna (Subandar, 2003: 6).Selain itu, pendekatan kontekstual memiliki 7 (tujuh) karakteristik yang memungkinkantercapainya motivasi dan hasil belajar yang tinggi, yaitu a) konstruktivisme, b) inkuiri,
c)
bertanya, d) komunitas belajar, e) peniiaian otentik,
f)
refleksi, dan g) pemodelan (Team-CStars University ofwashington, dalam Subandar, 2003:
5
6).Konstruktivisme merupakan landasan berpikir kontekstual, yakni siswa (manusia) mem-bangun pengetahuannya sendiri, secara sedikit demi sedikit yang hasilnya diperiuasmelalui konteks terbatas dan tidak sekonyong-konyong (Nurhadi; Yasin dan Senduk,2004: 33). Menurut konstruktivisme, guru dan siswa mempunyai wawasan yang berbedasehingga seringkali informasi yang disampaikan guru tidak dipahami siswa; oleh karenaitu guru perlu memanfaatkan pengaiaman dan interaksi teman sebaya agar siswa dapatberkembang secara optimal (Underhill dan Tech, 1993: 472). Hal ini menunjukkan perlunyakomunitas belajar.Komunitas belajar berpengaruh terhadap hasil belajar, karena siswa akan lebih mudahmeningkatkan pengetahuan dan keterampilannya apabila bekerjasama dengan siswayang lain (Subandar, 2003: 6). Adanya komunitas belajar akan meningkatkan motivasibelajar, karena dapat merangsang siswa untuk berdiskusi dengan temannya dan
 
Motivasl dan Hasil Belajar
....
Rini Asnawati).
181
mendorong seseorang untuk lebih giat belajar, sebab biasanya orang ingin dihargaidalam komunitasnya.Proses inkuiri sangat penting dalam pembelajaran karena pemahaman harus ditemukansendiri oleh siswa melalui proses yang dimulai dari pengamatan. Sedangkan penemuanhanya mungkin terjadi apabila siswa bertanya (Subandar, 2003: 6). Penilaian otentik dankegiatan refleksi dalam pembelajaran dapat memberikan gambaran tentang hal-ha1 yangterjadi selama pembelajaran, baik hasil, kelebihan maupun kekurangannya; sehinggaakan memudahkan guru maupun siswa memperbaiki kinerjanya dalam pembelajaranberikutnya.Pemodelan (Modelling) adalah tiruan langsung dari perilaku yang dapat diamati oranglain. Cara yang paling sering digunakan siswa untuk belajar adalah dengan mengamatidan meniru perilaku orang lain (Kauchak dan Eggen, 1993: 112
-
113). Pemodelanmerupakan acuan pencapaian kompetensi siswa (Nurhadi; Yasin dan Senduk, 2004:
49).
Dengan demikian, adanya pemodelan akan mempermudah tercapainya kompetensi yangdiharapkan, sehingga tercapai hasil belajaryang inggi.Kelebihan dari pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika terlihat pula darihasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan, di antaranya: (1) Pendekatan kontekstualdengan model kooperatif ipe STAD dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajarmatematika siswa kelas IVB
SDN
2 Labuhanratu Bandarlampung (Asnawati, 2005: 12),(2) Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematikasiswa kelas VD SDAl-Azhar 1 Way Halim Bandarlampung (Astuti, 2006: 40).Uraian di atas menunjukkan bahwa secara teoretik dan empirik penerapan pembelajarankontekstual dapat menjadi alternatif yang tepat untuk meningkatkan motivasi dan pe-nguasaan materi pelajaran, termasuk pemahaman bilangan. Oleh karena itu, dilakukanpenelitian tindakan kelas dengan penerapan pembelajaran kontekstual. Tujuan penelitianini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IB SMP Al-Azhar 3Bandarlampung.lndikator keberhasilan yang diharapkan dalam penelitian ini: 1) minimal 70% siswa me-miliki motivasi belajar yang tergolong tinggi dan 2) minimal
85
%
siswa memiliki nilai hasilbelajar
265.
METODE PENELlTlANPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dengantiga siklus dan sembilan kali pertemuan. Pada setiap siklus dilakukan
4
tahap kegiatan,yaitu perencanaan, implementasi indakan, pengumpulan data penelitian serta analisis danrefleksi. Kegiatan pada tahap persiapan di antaranya menyusun instrumen penelitian,melaksanakan tes awal guna pembentukan kelompok heterogen, dan pembagian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->