Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi Al-Bid'ah Dan Al-Furqoh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

Definisi Al-Bid'ah Dan Al-Furqoh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

Ratings: (0)|Views: 380|Likes:
Published by Subuh Kurniawan

More info:

Published by: Subuh Kurniawan on Dec 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Setelah kita memahami As-Sunnah dan Al-Jama’ah, kita perlu memahami lawan dari keduanya; yaitual-bid’ah dan al-furqah. Dengan mengerti dan memahami apa itu bid’ah dan apa itu furqah, makadiharapkan kita dapat lebih berhati-hati dari kemungkinan terjatuh dalam perbuatan yang merupakan penyimpangan dari As-Sunnah dan Al-Jama’ah tersebut.ISLAM TELAH SEMPURNA DALAM SEGALA BIDANGHal yang perlu diingat dalam memahami agama Allah ini adalah kepastian dari Allah Ta`ala dan Rasul- Nya bahwa Islam adalah agama Allah yang telah sempurna segala bidangnya dan tidak membutuhkantambahan dari selain Allah dan Rasul-Nya di semua tempat di dunia ini dan di segala jaman. AllahTa`ala telah menegaskan kesempurnaan agama-Nya yang berarti juga kesempurnaan nikmat-Nyakepada kita:“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah sempurnakan pulanikmat-Ku atas kalian dan Aku telah restui Islam menjadi agama bagi kalian.” (Al-Ma’idah: 3).Al-Imam Al-Hafidh Abul Fida’ Isma’il bin Katsir Al-Qurasyi ketika menerangkan ayat ini menyatakan:“Ini adalah nikmat Allah yang paling besar terhadap ummat ini, dimana Allah telah menyempurnakanagama mereka sehingga mereka tidak lagi memerlukan agama lainnya, dan tidak pula memerlukan Nabi lainnya selain Nabi Muhammad shalawatullah wa salamuhu `alaihi. Oleh karena itu Allah jadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan Allah utus beliau kepada segenap manusia dan jin. Maka tidaklahdikatakan sesuatu itu sebagai perkara yang halal, kecuali apa yang telah dihalalkan olehnya. Demikian pula sesuatu itu tidaklah dikatakan sebagai perkara yang haram, kecuali apa yang telah diharamkanolehnya. Juga tidaklah dinamakan agama, kecuali apa yang telah disyari’atkannya. Dan segala perkarayang diberitakan olehnya, maka telah pasti dia itu adalah benar dan jujur, serta tidak ada unsur dustadan tidak pula ada unsur membikin-membikin berita tentang apa yang tidak pernah terjadi. Hal ini jugatelah diberitakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya:(ayat)“Dan telah sempurna agama Tuhanmu dengan jujur benar dan adil.” (Al-An’am: 115)Yakni jujur dan benar dalam beritanya dan adil dalam segala perintah dan larangannya. Maka ketikaAllah sempurnakan agama mereka, jadilah sempurna kenikmatan-Nya atas mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir  jilid 3 hal. 36).Dengan demikian, bila agama telah memberikan ketentuan apapun dalam suatu perkara, kita tidak membutuhkan tambahan dari ajaran lain dalam memahaminya dan dalam mengamalkannya. Juga,dalam memperjuangkan agama ini tidak alasan untuk kita mencari ajaran atau bimbingan dan cara perjuangan dari selain Allah dan Rasul-Nya. Adapun dalam perkara yang tidak dibahas oleh Allah danRasul-Nya, bila itu adalah dalam perkara dunia maka dipersilakan kita untuk mengambil inisiatif sendiri selama tidak melanggar batas-batas keharaman. Tetapi bila hal yang didiamkan itu dalam perkara ghaib atau selain perkara dunia, maka kita dilarang membahasnya atau membikin kesimpulan-kesimpulan tertentu yang tentunya hanya berdasarkan sangkaan belaka. Rasulullah shallallahu `alaihiwa alihi wa sallam bersabda:
 
“Sesungguhnya aku telah meninggalkan bagi kalian (agama ini, pent) seperti barang yang putih:Malamnya sama dengan siangnya (dalam kejelasan, pent), maka tidaklah akan menyimpang darinyakecuali dia binasa.” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam Sunnahnya jilid 1 halaman 67 riwayat ke 49 dariAl-‘Irbadl bin Sariyah).Juga beliau bersabda:“Tinggalkanlah aku (yakni jangan lagi menanyai aku, pent) dalam apa yang telah aku tinggalkan penjelasannya bagi kalian. Karena yang membinasakan ummat sebelum kalian adalah karena banyaknya mereka bertanya kepada para Nabi mereka dan banyaknya mereka menyelisihi para Nabiitu. Maka bila aku larang kalian tentang sesuatu, jauhilah apa yang telah dilarang itu. Dan bila aku perintah kalian tentang sesuatu, maka tunaikanlah perintah itu dengan sebesar kemampuan kalian.”(HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul I’tisham bil Kitab was Sunnah Bab Al-Iqtida’ bi SunaniRasulillah shallallahu `alaihi wa sallam hadits 7288 - Fathul Bari jilid 13 halaman 251).Dengan demikian, maka tidak ada alasan yang bisa diterima oleh logika Syari’ah Islamiyah bila orangmenganggap bahwa untuk memahami kebenaran Islam harus mencari tambahan keterangan ataucontoh pengamalan dari selain apa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.PENGERTIAN AL-BID’AHPrinsip keyakinan bahwa Islam telah sempurna dan tidak memerlukan tambahan kapan pun dan dimana pun, menolak adanya penambahan dan pengurangan dari selain apa yang telah diajarkan oleh Allah danRasul-Nya. Penambahan dan pengurangan yang demikian itu dalam agama dinamakan al-bid’ah.Dalam hal ini kita perlu menelaah lebih rinci lagi pengertian al-bid’ah itu agar kita memandang danmenyikapinya dengan benar. Untuk itu, kita bahas definisi al-bid’ah dari sabda Nabi Muhammadshallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dan dari keterangan para Ulama’ Salafus Shalih ridlwanullahi`alaihim ajma’in. Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda:“Dan hati-hatilah kalian dari perkara baru dalam agama. Karena segala perkara yang baru dalam agamaitu adalah bid’ah dan segala yang bid’ah itu adalah sesat.” (HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi danTirmidzi mengatakan: hadits hasan shahih)Mu’adz bin Jabal radliyallahu `anhu menasehatkan:“Waspadalah kalian dari perbuatan bid’ah yang telah dibikin, karena bid’ah yang manapun itu pastisesat.” (Riwayat Ibnu Batthah Al-Ukbari dalam Al-Ibanah Al-Kubra jilid 1 riwayat ke 204 halaman339).Juga Abdullah bin Umar bin Al-Khattab radliyallahu `anhuma telah menasehatkan:“Semua bid’ah itu sesat, walaupun banyak orang menilainya baik.” (Riwayat Ibnu Batthah Al-Ukbaridalam kitab yang sama jilid 1 halaman 339 no hadits 205 dari jalan Nafi’ dari Ibnu Umar radliyallahu`anhum).Demikian pula Abdullah bin Abbas radliyallahu `anhuma menasehatkan:“Wajib kamu beristiqamah (di atas ajaran Nabi shallallahu `alaihi wa sallam) dan mengikuti tuntunanatsar (yakni keterangan para Shahabat Nabi, pent), dan hati-hati kalian dari perbuatan bid’ah.” (HR.Ibnu Bathah dalam Al-Ibanah jilid 1 halaman 340 no hadits 206 dari jalan Utsman bin Hadlari Al-
 
Azadi dari Ibnu Abbas radliyallahu `anhu)Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menerangkan:“Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengajarkan tuntunan berIslam dan juga para penguasasepeninggal beliau (yakni para Khulafa’ Ar-Rasyidin, pent) telah pula mengajarkannya. Berpegangdengan segenap ajaran itu adalah berarti membenarkan Kitabullah (yakni Al-Qur’an) dan berarti pulamenyempurnakan ketaatan kepada Allah serta menjadi kekuatan dalam berpegang dengan agamaAllah. Barangsiapa yang mencari petunjuk dengan tuntunan itu, maka sungguh dia akan mendapatkan petunjuk. Dan barangsiapa yang mencari kemenangan dengan tetap berpegang dengan tuntunantersebut, maka sungguh dia akan dimenangkan oleh Allah. Tetapi barangsiapa yang menyelisihi berbagai tuntunan itu, dan mengikuti jalan beragama selain jalan kaum Mukminin (yakni kaumMukminin dari kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, pent) maka Allah akansesatkan dia kepada jalan kesesatan yang ditempuhnya dan akhirnya nanti akan dikembalikan dia keneraka jahannam sebagai tempat kembali yang paling jelek.” (Riwayat Ibnu Batthah Al-Ukbari dalamkitab yang sama halaman jilid 1 halaman 352 riwayat ke 231 dari Umar bin Abdul Aziz)Demikianlah pengertian bid’ah itu, yang bila kita ambil kesimpulan dari berbagai keterangan tersebut,maka kriteria bid’ah itu adalah:1). Ajaran agama yang baru sepeninggal Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dansepeninggal para Shahabat beliau. Yakni ajaran agama yang tidak pernah dikenal oleh Rasulullahshallallahu `alaihi wa sallam dan tidak pernah dikenal pula oleh para Shahabat beliau. Atau dengan katalain, ajaran agama yang tidak merujuk kepada ajaran beliau dan tidak pula merujuk kepada keterangan para Shahabat beliau.2). Ajaran agama yang bertentangan dengan apa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dan bertentangan pula dengan apa yang pernah diterangkan oleh para Shahabat beliau.3). Semua kebid’ahan itu sesat. Dan anggapan baik kebanyakan orang, tidaklah merubah kedudukan bid’ah itu sebagai amalan yang sesat.4). Orang yang berbuat bid’ah, bila tidak bertaubat daripadanya sehingga mati di atas kebid’ahan itu,niscaya tempat kembalinya di neraka. Dan amalan agamanya yang disertai perbuatan bid’ah itu, sia-siadan tertolak di sisi Allah Ta`ala.PENGERTIAN AL-FURQAHAdapun pengertian al-furqah itu, secara bahasa artinya ialah perpecahan. Sedangkan pengertiannyadalam istilah Syari’ah Islamiyah ialah “berpisah dari Al-Jama’ah”. Berpisah dari Al-Jama’ah itu bisadalam bentuk pemahaman dan pengamalan agama yang tidak merujuk kepada Al-Jama’ah, dan bisa juga dalam bentuk menumpahkan darah kaum Muslimin dalam rangka memberontak kepada pemerintah Muslimin atau melakukan pemberontakan kepada penguasa di negeri Muslimin sehinggatentunya akan menumpahkan darah kaum Muslimin. Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi sallam telahmengingatkan ummatnya dari bahaya al-furqah ini dalam sabda-sabda beliau berikut ini:“Orang-orang Yahudi telah terpecah atas tujupuluh satu atau tujupuluh dua pecahan dan orang-orang Nashara telah terpecah atas tujupuluh satu atau tujupuluh dua pecahan, dan ummatku akan terpecahdalam tujupuluh tiga pecahan.” (HR. Al-Aajurri dalam Asy-Syari’ah jilid 1 hal. 306 riwayat ke 22 dariAbi Hurairah).Al-Imam Al-Aajurri rahimahullah membawakan keterangan Al-Imam Yusuf bin Asbath rahimahullahtentang furqah ini sebagai berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->