Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tuberculosis (TBC)

Tuberculosis (TBC)

Ratings: (0)|Views: 1,312|Likes:
Published by Sulaiman Gayo

More info:

Published by: Sulaiman Gayo on Dec 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/17/2013

pdf

text

original

 
Etiologi
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
 Mycobacteriumtuberculosis
. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Selain itu,TBC dapat juga menyerang kulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak. TBC menularmelalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Pada sedikit kasus, TBC jugaditularkan melalui susu. Pada keadaan yang terakhir ini, bakteri yang berperan adalah
 Mycobacterium bovis
.Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam padapewarnaan (Basil Tahan Asam). Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung tetapidapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembek. Dalam jaringan tubuh,kuman ini dapat dorman selama beberapa tahun. Kuman dapat disebarkan dari penderita TBBTA positif kepada orang yang berada disekitarnya, terutama yang kontak erat.TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius. Seorang penderita TBC dapat menularkanpenyakit kepada 10 orang di sekitarnya. Menurut perkiraan WHO, 1/3 penduduk dunia saatini telah terinfeksi
 M. tuberculosis
. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi
 M.tuberculosis
tidak selalu menderita penyakit TBC. Dalam hal ini, imunitas tubuh sangatberperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC.
Cara Penularan Penyakit TBC 
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
 Mikobakteriumtuberkulosa
yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumberinfeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Lingkungan hidup yang sangat padatdan pemukiman di wilayah perkotaan kemungkinan besar telah mempermudah prosespenularan dan berperan sekali atas peningkatan jumlah kasus TB. Proses terjadinya infeksioleh M. tuberculosis biasanya secara inhalasi sehingga TB paru merupakan manifestasi klinisyang paling sering dibanding organ lainnya. Penularan penyakit sebagian besar melaluiinhalasi basil yang mengandung droplet nuclei, khususnya yang didapat dari pasien TB parudengan batuk berdarah atau berdahak yang mengandung basil tahan asam (BTA).
Klasifikasi
Tuberkulosis Paru
Tuberkulosis paru adalah tuberculosis yang menyerang jaringan paru,tidak termasuk pleura(selaput paru).Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak,TB Paru dibagi dalam :1.Tuberkulosis Paru BTA Positif.
 
*Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif.*Satu spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan foto rontgen dada menunjukkangambaran tuberculosis aktif.2.Tuberkulosis Paru BTA Negatif.Pemeriksaan 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA negatif dan foto rontgen dadamenunjukkan gambaran tuberculosis aktif.TB Paru BTA Negatif Rontgen Positif dibagi berdasarkan tingkat keparahanpenyakitnya,yaitu bentuk berat dan ringan.Bentuk berat bila gambaran foto rontgen dadamemperlihatkan gambaran kerusakan paru yang luas dan/atau keadaan umum penderitaburuk.
Tuberkulosis Ekstra Paru
Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya pleura, selaput otak,selaput jantung (pericardium), kelenjar limfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, salurankencing, alat kelamin, dan lain-lain.TB Ekstra Paru dibagi berdasarkan pada tingkat keparahan penyakitnya, yaitu :1.TB Ekstra Paru RinganMisalnya : TB kelenjar limfe,pleuritis eksudativa unilateral,tulang (kecuali tulang belakang),sendi dan kelenjar adrenal.2.TB Ekstra Paru BeratMisalnya : meningitis,milier, perikarditis, peritonitis, pleuritis eksudativa duplex, TB tulangbelakang, TB usus,TB saluran kencing dan alat kelamin.Yang dimaksud dengan TB Paru adalah TB dari parenkim paru. Sebab itu,TB dari pleura ataukelenjar hilus tanpa ada kelainan radiologis dari paru, dianggap sebagai penderita TB EkstraParu.Bila seorang penderita TB Paru juga mempunyai TB Ekstra Paru,maka untuk kepentinganpencatatan, penderita tersebut hanya dicatat sebagai penderita TB Paru.Bila seorang penderita TB Ekstra Paru dari beberapa organ, maka dicatat sebagai TB EkstraParu dari organ yang penyakitnya paling berat.TIPE PENDERITA
 
Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya.Ada beberapa tipependerita yaitu :A. Kasus BaruAdalah penderita yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OATkurang dari satu bulan (30 dosis harian).B. Kambuh (Relaps)Adalah penderita tuberculosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberculosisdan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap,kemudian kembali lagi berobatdengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif.C. Pindahan (Transfer In)Adalah penderita yang sedang mendapat pengobatan di suatu kabupaten lain dan kemudianpindah berobat ke kabupaten ini.Penderita pindahan tersebut harus membawa suratrujukan/pindah.D. Kasus Berobat Setelah Lalai (Pengobatan setelah default/drop-out)Adalah penderita yang kembali berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif setelahputus berobat (drop-out) 2 bulan atau lebih.E. Gagal* Adalah penderita BTA positif yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif padaakhir bulan ke-5 atau lebih.* Adalah penderita BTA negatif Rontgen positif yang menjadi BTA positif pada akhir bulanke-2 pengobatan.F. Lain-lainSemua penderita lain yang tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas. Termasuk dalamkelompok ini adalah Kasus Kronik (Yang dimaksud dengan Kasus Kronik adalah penderitayang masih BTA positif setelah menyelesaikan pengobatan ulang dengan kategori 2).
Patofisiologi
A. TUBERKULOSIS PRIMERKuman tuberkulosis yang masuk melalui saluran napas akan bersarang di jaringan parusehingga akan terbentuk suatu sarang pneumoni, yang disebut sarang primer atau afek primer.Sarang primer ini mungkin timbul di bagian mana saja dalam paru, berbeda dengan sarangreaktivasi. Dari sarang primer akan kelihatan peradangan saluran getah bening menuju hilus(limfangitis lokal). Peradangan tersebut diikuti oleh pembesaran kelenjar getah bening dihilus (limfadenitis regional). Afek primer bersama-sama dengan limfangitis regional dikenal

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Anindya Novika liked this
wsumeken liked this
Ervin Celalu liked this
Anggun Layuck liked this
Marham liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->