P. 1
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I

ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I

Ratings: (0)|Views: 2,508 |Likes:
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I
Baca selengkapnya di http://www.contohmakalah77.com
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I
Baca selengkapnya di http://www.contohmakalah77.com

More info:

Published by: Contoh Makalah Skripsi dan Tesis on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG MASALAH
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai olehanggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi(Sumarsono, 2004: 18). Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakanseseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepadaorang lain. Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapatmelakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kitamengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kitaselalu membutuhkan bahasa.Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa. Seseorangmungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya. Yang lebih terbiasa ialah bahwa dia belajar bahasakedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.Tidak dapat di sangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorongyang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuatuntuk mempelajari bahasa tersebut.Oleh karena kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-cirikonstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalamkerangka masyarakat (Hamdani, 2004: 7). Maka seseorang yang ingin
1
 
mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing di tuntut untuk memilikiketerampilan-keterampilan berbahasa, yang mana keterampilan ini dapat diakembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasinya dalam mempelajari bahasa keduanya.Rajiman membagi keempat keterampilan tersebut di atas kepadaketerampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca,dan keterampilan menulis (Tarigan 1986 :1). Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.Bahasa asing dapat dengan mudah dipelajari bila dibandingkandengan mempelajari bahasa dari suatu daerah. Dengan maksud, para pembelajar dapat mempergunakan empat keterampilan berbahasadilingkungan penuturnya. Oleh karena itu, empat keterampilan berbahasa inidapat dipelajari dan dipergunakan.Menyimak dalam proses berbahasa merupakan keterampilan pemula yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang mempelajari suatu bahasa. Keterampilan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Hal ini dipertegas olehDawson sebagaimana yang di kutip oleh Tarigan bahwa melatihketerampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir”.(Tarigan, 1986:1)Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang lambat launmulai dipelajari oleh para pembelajar di dunia. Di Indonesia pun bahasa inimulai dipelajari, terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakatnya beragamaIslam, yang mana mereka memiliki kitab Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab.Salah satu perbedaan bahasa Arab dengan bahasa lainnya yaitu bahwa bahasa ini memiliki banyak kata-kata ambigu, dan tidak jarang satukata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tapi, dalam saat yang
2
 
sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung kecuali satumakna yang pasti saja. (Shihab, 2001: 98)Bagi pembelajar Indonesia, menyimak bukanlah suatu hal yangdapat di anggap mudah. Hal ini dikarenakan dalam setiap harinyakesempatan untuk menyimak bahasa Arab sangatlah sedikit. Dan bagi pembelajar bahasa Arab, masalah yang dihadapi pada saat mempelajariIstima’ biasanya adalah suara, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya.Selain kesulitan dalam hal berbahasa, banyak kesulitan lain yangmuncul dalam mempelajari Istima. Kesulitan ini dapat berupa permasalahan yang berasal dari diri pribadinya (instrinsik) dan darilingkungan (ekstrinsik), kesulitan lainnya pun dapat disebabkan dari hal-halyang menghambat pada Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti kurangnyafasilitas pendukung kelancaran PBM, terlampau banyaknya jumlahmahasiswa dalam satu kelas, kurangnya motivasi, ketidakhadiran dosen dansebagainya.Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian seputar kesulitan mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini berangkat dari pengalaman penulis yang kerap kali mendapatkan kesulitandalam mempelajari bahasa Arab dalam mata kuliah Istima’. Dengan alasaninilah, maka peneliti memberi judul penelitian: Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah IstimaI (Studi Analisis Deskriptif Terhadap Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan2004/2005 ______________________).
B.RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini yang hanyaakan membahas mengenai hal-hal yang menjadi permasalahan bagimahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab _____ yang meliputi:
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->