Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Proposal

Tugas Proposal

Ratings: (0)|Views: 308 |Likes:
Published by Vivi Sri Mulia

More info:

Published by: Vivi Sri Mulia on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Minyak bumi merupakan salah satu materi kimia yang dipelajari dikelas X semester 2 SMA. Materi ini banyak mengandung konsep yangberkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mempelajari materi ini siswadituntut untuk dapat memahami dengan memikirkan, menyelidiki danmenemukan sendiri konsep yang dipelajarinya.Untuk itu guru sebagai salah satu komponen utama dalam prosespembelajaran diharapkan memiliki
 
kemampuan yang profesional dalammenjalankan tugasnya. Kemampuan profesional yang dimaksudkan adalahseorang guru harus ahli dalam bidangnya, hal ini mencakup bagaimanaseorang guru dapat menerapkan strategi, pendekatan dan metode dalampembelajaran sehingga terciptanya pembelajaran yang efektif. Hal inidikemukakan oleh Slameto (2003:
74) “Belajar yang efektif dapat membantu
siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuaninstruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan cara belajar yangefektif perlu memperhatikan beberapa hal yaitu kondisi internal, kondisieksternal, strategi bel
ajar dan metode belajar”.
Dalam kenyataannyapembelajaran yang efektif belum tercapai dengan maksimal, karena interaksiantara guru dan siswa kurang berjalan dengan harmonis.1
 
2Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Kimia yang mengajar diSMA, pembelajaran efektif belum berhasil dicapai dalam prosespembelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak siswa yang kurangmempersiapkan diri sebelum belajar bahkan tugas yang diberikan belummaksimal dikerjakan. Kurangnya persiapan dan keseriusan siswa berakibatkurang baik dalam proses belajar, terlihat dari proses belajar yang masihberpusat pada guru dan siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran.Dari hasil wawancara dengan beberapa siswa dalam waktu yang sama,terungkap bahwa permasalahan di atas disebabkan oleh kurangnya minatuntuk belajar, bosan ketika mengikuti proses pembelajaran, danketidakmengertian mereka pada materi yang diajarkan. Selain itu tugas rumahyang diberikan oleh guru jarang diberi nilai sehingga membuat siswa malasuntuk mengerjakannya. Semua ini mengakibatkan rendahnya hasil belajarkimia siswa sehingga tidak dapat mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah pada umumnya.Dalam menciptakan pembelajaran yang efektif guru harus bisamemilih model pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah model pembelajaran
Gal’Perin
yang merupakan gabungan dari beberapa metode mengajar.Beberapa metodenya yaitu metode ceramah dan metode diskusi. Gabunganmetode ini dapat meningkatkan minat dan interaksi siswa serta menuntutketerlibatan siswa secara aktif. Jadi kelemahan metode yang satu dapat ditutupoleh metode lainnya.
 
3Wulandari (2009) telah membuktika
n “Penerapan model pembelajaran
 
Gal’Perin
dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasanKelarutan dan hasil Kali Kelarutan (K
sp
)
”. Keunggulan dari model
pembelajaran
Gal’Perin
ini adalah memperlihatkan proses belajar yang efektif sehingga dapat membantu dalam pencapaian kemampuan pada tingkat yanglebih tinggi. Menurut Tjipto Utomo dan Kees Ruijter (1991: 86) menyatakan :
Keuntungan teori belajar Gal’perin adalah :
 a.
 
Teori ini baik, memperlihatkan proses belajar maupunmemberikan pengarahan kepada pengajar, teori-teori yanglain biasanya diarahkan pada proses belajar saja.b.
 
Teori ini berlaku untuk pencapaian kemampuan padatingkat yang lebih tinggi.Dalam model pembelajaran
Gal’Perin
, siswa dibagi menjadi beberapakelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Pembelajaran ini terdiri dari tahaporientasi, tahap latihan, umpan balik (mendiskusikan hasil latihan), dantahapan lanjutan yang berupa pemberian sanksi yang mendidik bagi kelompok yang tidak serius dalam proses pembelajaran.Meskipun demikian, Utomo dalam Asmiyanto (2009) mengungkapkanadanya kelemahan dari model pembelajaran
Gal’Perin
 
yaitu “
Modelpembelajaran
Gal’Peri
n memerlukan waktu yang panjang, dan waktu sering
terbuang jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan”.
 Untuk mengatasi kelemahan model pembelajaran
Gal’Perin tersebut
maka siswa diberi tugas rumah membuat ringkasan agar mereka menguasaiterlebih dahulu materi pelajaran yang akan dipelajari. Tugas rumah yangdiberikan oleh guru haruslah ada penilaiannya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->