Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Stratifikasi Sosial (Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar)

Artikel Stratifikasi Sosial (Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar)

Ratings: (0)|Views: 2,160 |Likes:
Published by Gonzalo Chevion

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Gonzalo Chevion on Dec 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
-Tidak Untuk Disitasi-
Perilaku Mahasiswa Pemakai Kawat Gigi dan Pelaku Rebonding RambutDalam Kaitannya Dengan Stratifikasi Sosial
(
“Corat Coret” Dalam
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar )
Disusun Oleh:
Orang Iseng Mencoba Berkarya
 
-Tidak Untuk Disitasi-
Perilaku Mahasiswa Pemakai Kawat Gigi dan Pelaku Rebonding RambutDalam Kaitannya Dengan Stratifikasi SosialPENDAHULUAN
Lingkungan mencakup segala hal disekeliling kita, dimana kita terkait kepadanyasecara langsung atau tidak langsung, yang hidup dan kegiatan kita berhubungan dengannyadan bergantung padanya
(Ananichev, 1976)
. Dapat juga dikatakan bahwa lingkunganadalah keseluruhan faktor, kakas (
 force
), atau keadaan yang mempengaruhi atau berperanatas hidup dan kehidupan kita. Boleh juga disebutkan, lingkungan adalah segala gatraekologi ditinjau dari segi manusia.Lingkungan kampus merupakan salah satu contohnya. Didalam lingkungan kampusyang merupakan tempat berkumpulnya para kaum intelektual dengan berbagai dinamikadan status social antar individunya dengan berbagai keadaan yang juga salingmempengaruhi atau berperan atas hidup dan pergaulan para masyarakat kampus. Denganadanya keberagaman dan dinamika yang berada di lingkungan masyarakat kampus tersebutsecara tidak langsung di pengaruhi oleh suatu bentuk stratifikasi atau pelapisan social yangmerasuk di dalamnya.Fenomena kawat gigi dan rambut rebonding yang marak pada beberapa tahunterakhir ini juga menjalar, merasuk dan mempengaruhi beberapa masyarakat lingkungankampus khususnya para mahasiswa. Gaya hidup yang semakin modern membuat beberapaorang (mahasiswa) dengan kondisi keuangan yang memadai untuk sebisa mungkinmengikuti arus modernitas tersebut melalui penampilan tubuh, gaya berpakain, dandananyang sesuai dengan
style
saat ini agar tercipta suatu
image
sebagai mahasiswa yang lebihberkelas dan tidak di cap
katrok 
atau kampungan tentunya.Pada perkembangannya tujuan penggunaan kawat gigi tidak hanya menjadikan gigirapi, sehat, dan terawatt dikemudian hari, namun telah berubah menjadi sebuah gaya hidupmodern bagi kaum muda (mahasiswa) untuk mempercantik penampilan dan dapat
 
-Tidak Untuk Disitasi-
mencitrakan status penggunanya. Begitu pula yang terjadi pada rebonding rambut, dimanapara pelaku rebonding rambut memiliki tujuan untuk mempercantik penampilan sekaligusmengesankan suatu pencitraan status penggunanya.Adanya suatu rotasi fungsi dari penggunaan kawat gigi dan perilaku rebondingrambut ini telah menimbulkan suatu stratifikasi sosial dikalangan mahasiswa kampus.Penggunaan kawat gigi yang dapat menelan biaya jutaan rupiah untuk sekali pemasangantentu saja hanya dapat dinikmati oleh mahasiswa dengan stratifikasi sosial tertentu. Begitu juga dengan rebonding rambut. Tingkat stratifikasi sosial mempengaruhi perilaku anggotamasyarakat dari masing-masing strata. Seorang individu yang mempunyai stratifikasi sosialtertentu akan memiliki konsekuensi stratifikasi sosial yang salah satunya terkait dengantindakan melakukan pemasangan kawat gigi dan pelurusan rambut
(Soerjono, 2002)
.Abraham (1973:112) berpendapat bahwa teori stratifikasi sosial dari webwrsebenarnya merupakan suatu tanggapan terhadap ajaran
 – 
ajaran Marx mengenai masalahtersebut. Salah satu pokok permasalahannya adalah mengenai dimensi-dimensi startifikasisosial, yakni dimensi ekonomis, sosial, dan politis. Weber berpendapat bahwa didalamsetiap tertib social, warga-warga masyarakat terbagi dalam kelas kelas (ekonomis),kelompok status (sosial), dan partai-partai (politis). Hubungan antara ketiganya bersifattimbal balik. Mark menganggap bahwa dimensi ekonomis yang menentukan dimensi-dimensi lainnya.Lebih lanjut di jelaskan Abraham bahwa, setiap masyarakat senantiasa mempunyaipenghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu akan menempatkan hal tersebutpada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainnya. Jika suatu masyarakat lebihmenghargai kekayaan material daripada kehormatan, maka mereka yang lebih banyak mempunyai kekayaan material, akan menempati kedudukan yang lebih tinggi apabiladibandingkan dengan pihak - pihak lain. Gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakatmerupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yangberbeda-beda secara vertical
(Soekanto, 1993:227)
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->