Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perspektif Berfikir Dalam Al-Quran PDF

Perspektif Berfikir Dalam Al-Quran PDF

Ratings: (0)|Views: 1,202|Likes:
Published by RulHas SulTra
Secara fitrah, Manusia dan Hewan sama-sama mempunyai kemampuan persepsi indrawi. Akan tetapi, Allah SWT menganugerahkan juga akal kepada manusia. Dengan akal itulah manusia dapat melampaui segala sesuatu yang dapat dipersepsi. Manusia dapat memikirkan pengertian-pengertian yang abstrak. Misalnya tentang kebaikan dan keburukan, keutamaan dan kehinaan serta kebenaran dan kebatilan.
Secara fitrah, Manusia dan Hewan sama-sama mempunyai kemampuan persepsi indrawi. Akan tetapi, Allah SWT menganugerahkan juga akal kepada manusia. Dengan akal itulah manusia dapat melampaui segala sesuatu yang dapat dipersepsi. Manusia dapat memikirkan pengertian-pengertian yang abstrak. Misalnya tentang kebaikan dan keburukan, keutamaan dan kehinaan serta kebenaran dan kebatilan.

More info:

Published by: RulHas SulTra on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
 
PTIQ
2010/2011
Mahasiswa Institut PTIQ Jakarta
 Artikel 
Karya Ilmiah
Oleh
 
Perspektif Berfikir dalam Al-Quran
 
 
Artikel
|
 Perspektif Berfikir dalam Al-Quran 
 
2
Kritik dan Saran 
(rul.19bs1@gmail.com)
 
ecara fitrah, Manusia dan Hewan sama-sama mempunyai kemampuanpersepsi indrawi. Akan tetapi, Allah SWT menganugerahkan juga akalkepada manusia. Dengan akal itulah manusia dapat melampaui segalasesuatu yang dapat dipersepsi. Manusia dapat memikirkan pengertian-pengertianyang abstrak. Misalnya tentang kebaikan dan keburukan, keutamaan dan kehinaanserta kebenaran dan kebatilan. Hanya saja, kemampuan akal manusia dalampersepsi dan pengetahuan itu terbatas. Dalam Al-
Qur’an, tema persepsi manusia
diangkat dan digabungkan dalam penceritaan sebuah peristiwa historis. Dalamkisah Nabi Musa a.s. misalnya, tatkala Musa tampil dengan mukzijat yang
dianugrahkan Allah padanya. Raja Fir’aun mempersepsikan sebagai korban sihir 
sebagaimana ia sering saksikan. Surat Al-I
sraa’ ayat 101 memperje
las:
ُن َ ِفُه ََل َ َف ُَء َجذِإَ ِئاَ ِإ  ِ َبلَ  َفٍت َ  َبٍت َآَع  ِ  َ ُ  َ  َآد َ ََاًر ُح  َ  َ ُ  َ َك ُظََ  ِإ﴿ءاا:١٠١
 Artinya:
“Dan Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa
sembilan buah mukjizat yang nyata, Maka Tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aunberkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, Hai Musa seorang yang kena sihir".
Persepsi adalah tindak lanjut dari
 sensasi
. Tidak ada persepsi tanpa sensasikarena persepsi adalah pemberian makna pada stimulus yang ditangkap olehalat-alat indra. Persepsi dan sensasi amat bergantung pada fakta
 personal
dan
situasional
. Persepsi membantu manusia bertindak dan memahami duniasekelilingnya karena persepsi adalah mata rantai terakhir dalam suatu peristiwayang saling terkait.
Sekuler dan Blake
(1985:1) memaparkan bahwa
“perception
is the final linkin a chin of related events.
Mata rantai itu dimulai dari faktoreksternal yang ditangkap oleh organ-organ indra, selanjutnya dikirim dandiproses didalam otak untuk mendapat kopi arsip yang telah tersimpan.Namun, hasil persepsi mengandung dua kemungkinan:
 bisa benar atau salah
.Persepsi dianggap benar jika ada kesesuaian antara apa yang dipahami
S
 
 
 
Artikel
|
 Perspektif Berfikir dalam Al-Quran 
 
3
Kritik dan Saran 
(rul.19bs1@gmail.com)
 
(dipersepsikan) dengan stimulus atau obyek sebenarnya dan persepsi salah apabilatidak ada sinkronitas antara keduanya.Di dalam Al-Quran, kata
‘aql
tidak ditemukan dalam bentuk kata benda.Tetapi dalam bentuk 
kata kerja
, baik bentuk lampau (fī’l ma
dhi) maupun sedang
dan yang akan datang ( fī’
l mudhari ). Hal ini dapat dipahami bahwa akalharuslah berfungsi karena yang bermakna bagi kehidupan adalah
aktivitasnya
.Orang yang tidak mau memfungsikan akalnya dalam menalar berbagai peristiwadisekelilingnya dicela oleh Al-
Qur’an. Beberapa ayat dalam masalah ini dapat
dibaca, misalnya surat: (2:44,171); (5:58); (6:32); (12:109); (28:60); (29:63).Sebaliknya Al-
Qur’an sangat bersimpati kepada orang yang mau menggunakan
akalnya untuk memikirkan fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah. DalamSurat Al-baqarah ayat 164, Allah menjelaskan hal tersebut:
 
 ِف يِ  َ  ِ ّاِك  ُاَِر َّاَِ  ّاِْَ ِ اَِخرَاَِتاَ َ ّاِ  َ  ِفّنِإ َلَز َأ  َََسّاُع َ  َ  َ ِبِ ح َا َ ِ  ََد  َبَخرَاِه ِب  َ َ َفٍء َ ِِء َ ّاَ ِُه ّا ِخرَاَِء َ ّاَ  َبِ ّ َ ُاِ َح ّاَِ َ اِ ِ  َ َٍ ّباَو ُ  ِ  َ ِفّ َبَ َن ُ ِ  َ ٍم َ ِٍت َ َ﴿ةا:١٦٤
 
 Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih
bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allahturunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Diahidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan dibumi itu segala jenis hewan, dan pengeseran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat)tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang
memikirkan”.
 

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Iistiqommahh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->