Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO

ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO
Baca selengkapnya di http://www.contohmakalah77.com
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO
Baca selengkapnya di http://www.contohmakalah77.com

More info:

Published by: Contoh Makalah Skripsi dan Tesis on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Organisasi pemerintah merupakan salah satu bentuk organisasi non profit yang bertujuan meningkatan pelayanan kepada masyarakat umum yangdapat berupa peningkatan keamanan, peningkatan mutu pendidikan atau peningkatan mutu kesehatan dan lain-lain. Selain itu organisasi non profit inimerupakan organisasi yang orientasi utamanya bukan untuk mencari laba.Apabila dibandingkan dengan organisasi lain, organisasi pemerintahmemiliki karakteristik tersendiri yang lebih terkesan sebagai lembaga politik daripada lembaga ekonomi. Akan tetapi, sebagaimana bentuk-bentukelembagaan lainnya, lembaga / organisasi pemerintah juga memiliki aspek sebagai lembaga ekonomi. Lembaga pemerintahan melakukan berbagai bentuk pengeluaran guna membiayai kegiatan-kegiatan yang dilakukan di satusisi, dan di sisi lain lembaga ini harus melakukan berbagai upaya untuk memperoleh penghasilan guna menutupi seluruh biaya tersebut.Dalam melaksanakan aktivitas ekonominya, organisasi atau lembaga pemerintah membutuhkan jasa akuntansi untuk pengawasan dan menghasilkaninformasi keuangan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan-keputusan ekonominya. Akan tetapi, karena sifat lembaga pemerintahan
 
 berbeda dari sifat perusahaan yang bertujuan mencari laba, maka sifatakuntansi pemerintahan berbeda dari sifat akuntansi perusahaan. Denganadanya akuntansi pemerintahan maka pemerintah harus mempunyai rencanayang matang untuk suatu tujuan yang dicita-citakan sesuai dengan penerapanakuntansi pemerintahan di Indonesia.Dengan ditetapkannya Undang-Undang No. 22 tahun 1999 jo Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah serta Undang-Undang No. 25 tahun 1999 jo Undang-Undang No. 33 tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan antara pusat dan daerah akan dapat memberikankewenangan atau otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah secara secara proporsional. Hal ini diwujudkan dengan pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional, serta perimbangan keuangan daerah dan pusat secara demokratis, peran sertamasyarakat, pemerataan keadilan, serta memperhatikan potensi dankeragaman daerah, terutama kepada Pemerintah Kabupaten dan PemerintahKota. Tujuan pemberian keuangan dalam penyelenggaraan Otonomi Daerahadalah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan dan keadilansosial.Menurut Undang-Undang No. 32 tahun 2004 pasal 1 ayat 5. OtonomiDaerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakatsetempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berkaitan dengan haltersebut peranan pemerintah daerah sangat menentukan berhasil tidaknya
 
menciptakan kemandirian yang selalu didambakan Pemerintah Daerah.Terlepas dari perdebatan mengenai ketidaksiapan daerah di berbagai bidanguntuk melaksanakan kedua Undang-Undang tersebut, otonomi daerah diyakinimerupakan jalan terbaik dalam rangka mendorong pembangunan daerah.Menggantikan system pembangunan terpusat yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai penyebab lambannya pembangunannya di daerah dansemakin besarnya ketimpangan antar daerah.Di dalam pelaksanaan Otonomi Daerah terdapat empat elemen pentingyang diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah. Ke empatelemen tersebut menurut Cheema dan Rondinelli (dalam Anita Wulandari,2001:17), adalah Desentralisasi Politik , Desentralisasi Fiskal, DesentralisasiAdministrasi dan Desentralisasi Ekonomi. Keempat elemen tersebut menjadikewajiban daerah untuk mengelola secara efisien dan efektif. Sehingga dengandemikian akan terjadi kemampuan / kemandirian suatu daerah untumelaksanakan fungsinya dengan dengan baik. Salah satu elemen yangdiserahkan pemerintah pusat kepada pemerintah deerah adalah desentralisasifiskal. Desentralisasi fiskal yang merupakan komponen utama daridesentralisasi pelaksanaan otonomi daerah dan menandai dimulainya babak  baru dalam pembangunan daerah serta masyarakatnya dalam mengelolasumber daya / segenap potensi yang dimiliki untuk mewujudkan kesejahteraandan kemajuan daerah.Dengan adanya otonomi daerah, kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah akan semakin besar sehingga tanggung jawab yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->