Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kriteria Imam dalam Shalat (Bagian 2)

Kriteria Imam dalam Shalat (Bagian 2)

Ratings: (0)|Views: 255|Likes:
Published by Hamba Tuhan
Baca juga: http://www.scribd.com/doc/76634628/Kriteria-Imam-dalam-Shalat-Bagian-1
Baca juga: http://www.scribd.com/doc/76634628/Kriteria-Imam-dalam-Shalat-Bagian-1

More info:

Published by: Hamba Tuhan on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/29/2011

pdf

text

original

 
 
 Booklet Da’wah
1
 
KRITERIA IMAM DALAM SHALAT 
(BAGIAN KEDUA)
ﺪﻌﺑﻭ ،ﻩﹶﻻﺍﻭ ﻦﻣ ﻭ ِﻪِﻟﺁ ٰﻰﻠﻋﻭ ِﷲﺍ ِﻝﻮﺳﺭ ﻰﻠﻋ ﻡﹶﻼﺴﻟﺍﻭ ﹸﺓﹶﻼﺼﻟﺍﻭ ِﷲِﺪﻤﺤﹾﻟﹶﺍ
:
 
Adab-Adab Imam Dalam Shalat.
Adab-adab imam dalam shalat adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan shalat dengan ringkas tetapi tetapsempurna dan optimal.
 Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullahbersabda:
،ﻒﻴﻌﻀﻟﺍﻭ ،ﲑﺒﻜﻟﺍﻭ ،ﲑﻐﺼﻟﺍ ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺈﻓ ؛ﻒﻔﺨﻴﻠﻓ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﻡﺃ ﺍﺫﺇﺾﻳﺮﳌﺍﻭ
]
ﺔﺟﺎﳊﺍ ﺍﺫﻭ
[
ﺎﺷ ﻒﻴﻛ ﱢﻞﺼﻴﻠﻓ ﻩﺪﺣﻭ ﻰﻠﺻ ﺍﺫﺈﻓﺀ
“Kalau salah seorang di antara kalian mengimami jamaah,hendaknya ia melakukannya dengan ringkas, karena di antara jamaah itu ada anak kecil, orang tua, orang lemah dan orang sakit (orang yang mempunyai kebutuhan). Tetapi kalau ia mau shalat sendiri silakan ia shalat sekehendak hatinya.” 
[Muttafaqun ‘alahi]
Juga berdasarkan hadits Jabir bin Abdillah yangmenceritakan bahwa Mu’adz bin Jabal pernah shalat Isyabersama Nabi, kemudian ia pulang dan mengimamipenduduk kampungnya. Beliau mengimami shalat Isya danmembaca surat Al-Baqarah. Kejadian itu terdengar olehRasulullah, maka beliau berkata kepada Mu’adz:
“Hai Mu’adz! Apakah engkau mau menjadi pembuat fitnah?” Begitu Rasulullah bertanya hingga tiga kali. Bacalah: “Wasy-Syamsi wa dhuhaaha, Sabbihismarabbikal a’la, dan wallaili idza yaghsya. Karena yang shalat bermakmum 
Berilmu Sebelum Berkata & Beramal
.: Jum’at, 16 Dzul-Qo’dah 1432H / 14 Oktober 2011
Jangan dibaca saat
Adzan 
berkumandang atau
Khatib 
sedang Khutbah!
 
 
 Booklet Da’wah
2
 
denganmu itu ada orang tua, orang lemah dan orang yang mempunyai kebutuhan.” 
[Muttafaqun ‘alahi]
 
Hadits lain adalah hadits Abu Mas’ud yang menceritakanbahwa ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullahdan berkata: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya sayapernah meninggalkan shalat Shubuh berjamaah karena sifulan shalat terlalu panjang mengimami kami.” Tak pernahkulihat Nabi demikian marah dalam memberikan nasihatseperti saat itu, beliau betul-betul marah. Beliaubersabda:
ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺈﻓ ؛ﻒﻔﺨﻴﻠﻓ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻡﺃ ﻢﻜﻳﺄﻓ ،ﻦﻳﺮﱢﻔﻨﻣ ﻢﻜﻨﻣ ﻥﺇ ،ﺱﺎﻨﻟﺍ ﺎﻬﻳﺃ
]
ﺾﻳﺮﳌﺍ
[
ﺔﺟﺎﳊﺍ ﺍﺫﻭ ،ﲑﺒﻜﻟﺍﻭ ،ﻒﻴﻌﻀﻟﺍﻭ ،
“Hai kaum muslimin sekalian! Ada di antara kalian yang membuat orang menjauh/lari. Kalau salah seorang di antara kalian mengimami jamaah, hendaknya ia melakukannya dengan ringkas, karena di antara jamaah itu ada (orang sakit), orang lemah, orang tua dan orang yang mempunyai kebutuhan.” 
[Muttafaqun ‘alahi]
 
Juga hadits Abu Qatadah , dari Nabi diriwayatkanbahwa beliau bersabda:
“Saya pernah berdiri untuk shalat dan sudah berniat untuk melakukan shalat panjang, tapi tiba- tiba saya mendengar suara bayi menangis, maka saya pun melakukannya dengan ringkas (meringankan sholat), karena saya tidak suka memperberat ibu anak itu.” 
[HR. Al-Bukharino.707,709 dan Muslim no.473]
 Juga berdasarkan hadits Utsman bin Abul Ash yangmenceritakan:
،ﺾﻳﺮﳌﺍ ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺇﻭ ،ﲑﺒﻜﻟﺍ ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺈﻓ ؛ﻒﻔﺨﻴﻠﻓ ﹰﺎﻣﻮﻗ ﻡﺃ ﻦﻤﻓ ،ﻚﻣﻮﻗ ﻡﺃ ﻞﺼﻴﻠﻓ ﻩﺪﺣﻭ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﻰﻠﺻ ﺍﺫﺇﻭ ،ﺔﺟﺎﳊﺍ ﺍﺫ ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺇﻭ ،ﻒﻴﻌﻀﻟﺍ ﻢﻬﻴﻓ ﻥﺇﻭﻛﺀﺎﺷ ﻒﻴ 
“Imamilah jamaah. Barangsiapa yang mengimami jamaah shalat hendaknya ia melakukan shalatnya dengan ringkas.Karena di antara jamaah ada orang tua, di antara mereka  juga ada orang sakit, di antara mereka juga ada orang lemah dan di antara mereka juga ada orang yang memiliki 
 
 
 Booklet Da’wah
3
 
keperluan. Tetapi kalau ia shalat sendirian, silakan ia shalat sekehendak hatinya.” 
[HR. Muslim no.468]
 Yang lainnya adalah hadits Anas yang menceritakan:
Rasulullah biasa melakukan shalat dengan ringkas tapi sempurna.” 
 
[Muttafaqun ‘alahi]
Shalat ringkas itu sendiri bersifat relatif, dan itu dikembalikanpraktek yang dilakukan oleh Nabi dan secara konsistenbeliau laksanakan. Sementara petunjuk yang secarakonsisten beliau lakukan itu merupakan ‘solusi’ dariperbedaan pendapat di kalangan ulama. Banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan bacaan Nabi dalam shalatlima waktu. Hal itu telah dijelaskan dalam tata cara shalat.Yang biasa dilakukan Nabi adalah shalat ringkas yangbeliau perintahkan. Oleh sebab itu Ibnu Umarmenyatakan:
“Rasulullah memerintahkan kami untuk shalat dengan ringkas, tetapi beliau sendiri mengimami kami dengan membaca Ash-Shaffat (jumlah ayat 182 ayat).” 
 
[HR.An-Nasa’i no.826 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albanidalam Sunan An-Nasa’i 1:272]
Sementara Ibnul Qayyim menegaskan: “Membaca suratAsh-Shaffat dalam shalat itu termasuk kategori shalat ringkasyang diperintahkan oleh Nabi . Wallahu a’lam.”
[ZaadulMa’ad 1:214]
 Shalat ringkas yang dituntut dari seorang imam itu terbagimenjadi dua:
Pertama:
Shalat ringkas standar. Yakni tidak lebih dari yangdijelaskan dalam ajaran sunnah. Kalau melebihi dari yangdijelaskan dalam ajaran sunnah berarti terlalu panjang.Dalilnya adalah sabda Nabi :
ﻒﻔﺨﻴﻠﻓ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﻡﺃ ﺍﺫﺇ
“Kalau salah seorang di antara kalian mengimami jamaah,hendaknya ia melakukan shalatnya dengan ringkas.” 
[HR. Al-Bukhari no.703 dan Muslim no.467]
 
Kedua:
Ringkas insidentil. Yakni shalat ringkas karenaadanya sebab tertentu, misalnya adalah hal yangmengharuskan si imam shalat lebih ringkas lagi dari yangditegaskan dalam ajaran sunnah, ia terpaksa melakukanshalat lebih ringkas. Dalilnya adalah ketika Nabi melakukan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->