Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nutritional Status in Denture Wearers-makalah

Nutritional Status in Denture Wearers-makalah

Ratings: (0)|Views: 358|Likes:
Published by Hendry C R Ulaen

More info:

Published by: Hendry C R Ulaen on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
1 |Page 
BAB ITINJAUAN KASUS
STATUS NUTRISI PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN
Hubungan antara keadaan gigi geligi, fungsi pengunyahan dan asupan gizi sangatlahpenting. Faktor makanan berhubungan dengan penyebab dan pencegahan penyakit-penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung koroner, katarak. Pasien lanjut usia pemakaigigi tiruan rentan terhadap penurunan kesehatan karena beberapa faktor termasuk fisiologis,psikososial, oral, fungsional, medis dan suplemen makanan. Pengarahan pola makanmerupakan salah satu bagian perawatan yang diperlukan untuk pemakai gigi tiruan.Efek tidak adanya gigi pada gizi dan status kesehatan merupakan kasus kesehatanyang penting, tapi sering diabaikan. Penggunaan gigi tiruan lengkap dapat memiliki efek merugikan pada kesehatan mulut dan jaringan pendukung gigi tiruan.
 
Menurunnyakemampuan mengunyah dapat mengarah pada perubahan pemilihan makanan untuk pasiendengan resiko status nutrisi yang terganggu, khususnya pada pasien lanjut usia yangmenggunakan gigi tiruan lengkap
Dampak kesehatan mulut pada gizi pemakai gigi tiruan
Kesehatan mulut merupakan faktor penting bagi gizi seseorang. Terdapat potensiyang jelas bahwa kondisi mulut dan gigi memiliki efek merugikan pada gizi pasien.Berdasarkan studi, dilaporkan bahwa satu dari lima orang tua memiliki keadaan mulut yangmenghalangi mereka memakan makanan yang mereka pilih, 15% membutuhkan waktuyang lebih lama untuk menghabiskan makanan mereka dan kenikmatan makanan tersebutberkurang karena kondisi mulut mereka, 5% menghindari makan makanan tertentu karenamasalah pengunyahan.Gejala sisa dari perawatan dengan gigi tiruan penuh mungkin memiliki efek merugikan pada kesehatan mulut dan jaringan pendukung gigi tiruan. Efeknya dapat berupaefek langsung maupun tak langsung. Efek langsung dapat berupa : stomatitis, iritasi,hiperplasia, ulkus traumatik, flabby ridge, resorpsi residual ridge, ulserasi mukosa, persepsirasa yang berubah, sindrom mulut terbakar dan tersedak. Efek tidak langsung berhubungandengan berkurangnya kemampuan mengunyah disertai berkurangnya fungsi dan kapasitaskeseluruhan dari tubuh. Berlanjutnya menu makanan yang tidak cukup dapat mengarah keberkurangnya toleransi jaringan ,sehingga menyebabkan adaptasi gigi tiruan yang kurangbaik.
 
2 |Page 
Faktor-faktor yang mempengaruhi menu makanan dan status gizi
Efek gigi tiruan pada status nutrisi berbeda-beda tiap individu. Rusaknya keadaandalam mulut mempengaruhi makanan dan gizi karena perubahan kemampuan mengecap,menggigit, mengunyah dan menelan makanan. Gigi tiruan mempunyai efek yangmerugikan pada kemampuan mengunyah. Para orang tua cenderung menggunakan lebihbanyak kekuatan dan mengunyah lebih lama sebelum bisa menelannya. Berdasarkan studi,efisiensi mastikasi pada pengguna gigi tiruan penuh sekitar 80% lebih rendah daripadaorang dengan gigi yang lengkap.Sensitivitas rasa akan menurun dan sulit untuk menemukan makanan dalam mulutkarena palatum tertutup seperti pada kasus gigi tiruan penuh pada rahang atas dan masalahini akan semakin parah pada kasus gigi tiruan penuh. Jika dibandingkan dengan persepsisensoris orang dewasa bergigi atau pengguna gigi tiruan sebagian lepasan, perkiraan rasa,penerimaan tekstur makanan dan kemudahan mengunyah pada pengguna gigi tiruanlengkap adalah yang terendah. Ketidakmampuan membedakan kualitas sensori makananmengurangi kenikmatan pasien untuk makan sehingga menyebabkan asupan kaloriberkurang.Kenyamanan penggunaan gigi tiruan tergantung pada kemampuan atau efek pelumas dari saliva dalam rongga mulut. Xerostomia juga dapat mengganggu retensi gigitiruan lengkap dan menyebabkan kesulitan dalam mengunyah dan menelan sehingga dapatmempengaruhi pemilihan makanan dan hal inilah yang berperan dalam terjadinya statusgizi buruk. Masalah dalam pelumasan, pengunyahan, pengecapan, dan penelanan makananberperan dalam manifestasi penuaan fisiologis dan psikologis.Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan sehubungan dengan xerostomiaini,seperti yang dilakukan oleh Rhodus dan Brown dilaporkan bahwa rasa dan persepsimakanan berkurang secara signifikan pada lansia yang memiliki xerostomia. Padapenelitian Locker pada populasi lansia, dilaporkan hampir seperlima partisipan mengalamikekeringan. Mereka mengeluhkan beberapa gejala, seperti rasa yang tidak enak padamulut, sensasi terbakar pada lidah dan beberapa tempat pada mulut,rasa sakit yang timbuldari gigi tiruan dan sulit menelan.Penelitian juga mengindikasikan bahwa hilangnya gigi menyebabkan menurunnyafungsi pengunyahan bahkan setelah gigi tiruan dipakai. Menurunnya kemampuanpengunyahan menyebabkan perubahan pemilihan makanan dengan resiko rusaknya statusgizi pasien. Beberapa orang mengatasi penurunan kemampuan pengunyahan denganmemilih makanan yang dimasak daripada makanan segar. Yang lainnya menyingkirkanbeberapa jenis makanan dari menu mereka. Terdapat bukti bahwa orang menyesuaikankehilangan gigi dengan mengubah pola makan untuk mengatasi kesulitan makan yang
 
3 |Page 
semakin meningkat walaupun fungsi mastikasi sudah digantikan dengan gigi tiruan.Keadaan pengunyahan selanjutnya berpengaruh pada kelainan gastrointestinal.Papas dkk. melaporkan bahwa pengguna gigi tiruan penuh mengkonsumsi kalorilebih kecil dan beberapa zat gizi dalam jumlah yang lebih rendah daripada orang yangmenggunakan gigi tiruan sebagian atau yang tidak menggunakan. Greksa dkk.menyimpulkan yang memakai gigi tiruan penuh mengkonsumsi vitamin A dan C lebihsedikit daripada yang memiliki gigi. Norlen dkk. menyatakan wanita yang tidak bergigiasupan lemak yang tinggi dan konsumsi kopi yang lebih tinggi daripada yang memilikigigi.Berbagai macam penelitian melibatkan faktor makanan dalam penyebab danpencegahan penyakit-penyakit penting, termasuk kanker, penyakit jantung koroner, katarak.Pengukuran biokimia dari plasma askorbat dan plasma retinol berhubungan dengan statusgigi-geligi. Namun, status gigi tidak secara signifikan berhubungan dengan pengukuranhistologis dan biokimia untuk zat gizi kunci lainnya yang pasokannya bervariasi sesuaikesehatan mulut. Hubungan antara status gigi dan vitamin C sepertinya jelas dan pentinguntuk kesehatan umum. Jumlah plasma askorbat dan plasma retinol yang kurang ini dapatmengganggu kulit dan penglihatan. Berkurangnya vitamin C dapat dihubungkan dengankatarak.Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lansia tak bergigi memiliki prevalensi tipeII diabetes lebih tinggi daripada yang memiliki gigi atau yang tidak memiliki sebagian gigi.Laki-laki tak bergigi mengkonsumsi buah, sayuran dan serat lebih sedikit dibandingkandengan laki-laki bergigi dan wanita tak bergigi memiliki konsumsi lemak lebih tinggidaripada wanita bergigi. Kurangnya konsumsi serat dapat mengarah pada bertambahnyaresiko kolorektal adenoma. Makanan mengandung lebih sedikit sayuran dan kurang karotinserta serat berhubungan dengan bertambahnya resiko kanker dan penyakit jantung. Fungsimulut yang kurang baik dapat menjadi faktor resiko untuk patologi gastrointestinal.Resiko penyakit jantung juga bertambah pada pasien tak bergigi. Johanansson dkk.membandingkan pola makan dan tingkat faktor resiko kardiovaskular pada individu usiamenengah yang tak bergigi dan individu dengan usia dan jenis kelamin yang sama dengangigi asli. Mereka melaporkan bahwa pasokan energi tidak berbeda dalam dua kelompok itu,tapi laki-laki dan perempuan tak bergigi makan lebih banyak makanan ringan/camilanmanis dibandingkan dari yang memiliki gigi. Selanjutnya, laki-laki dan wanita tak bergigimenjadi lebih gemuk dan memiliki konsentrasi serum HDL-kolesterol lebih rendah. Penulismendukung hipotesis bahwa individu dewasa tak bergigi memiliki lebih banyak faktorresiko penyakit jantung.
Petunjuk pedoman nutrisi
Pedoman pola makan, berdasarkan penilaian riwayat gizi dan makanan, pasien tak bergigi seharusnya menjadi bagian utuh dari perawatan komprehensif prostodontik.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ricko Yuwanda liked this
Ari Wahyuda liked this
InaYah RaHma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->