Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Darisman Broto - Virus Salafi (Artikel REVISI Akhir 20121216) (2)

Darisman Broto - Virus Salafi (Artikel REVISI Akhir 20121216) (2)

Ratings: (0)|Views: 602|Likes:
Published by Rahmat Ali
FENOMENA pengkafiran di antara sesama umat Islam sudah lama terjadi yang digambarkan oleh penulis buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram bahwa sekte Salafi Wahabi bukan saja mengkafirkan golongan Islam lainnya yang tidak sejalan dan sepaham, bahkan membuat tindakan kekerasan sampai membunuhi bagi yang tidak mau mengikutinya. Dengan bukti-bukti sejarah dan kitab-kitab sirah dari sekte Salafi Wahabi sendiri, dengan sangat gamblang sang penulis membeberkannya.
Perpaduan kolaborasi pemangku paham Salafi Wahabi dan pemerintahan Saudi Arabia sebagai pemegang kekuasaan Baitul Makkah, saat ini, menjadi simbol representasi masyarakat Islam di seluruh dunia. Namun demikian, paham atau golongan Islam lainnya menolak sebagian paham Salafi Wahabi sebagai acuan Islam yang kâffah. Termasuk yang menolak tersebut yaitu yang mengaku dirinya Ahlussunah waljama’ah (Suni).
Tidak banyak orang yang tahu bahwa keluarga Saud yang kini menjadi “kuncen” Makkah itu adalah masih memiliki hubungan darah dan emosional dengan Yahudi Arab. Jadi, tidak ada sama sekali hubungannya dengan “keturunan” Rasulullah saw. yang di Indonesia dikenal dengan para “Habib”.
FENOMENA pengkafiran di antara sesama umat Islam sudah lama terjadi yang digambarkan oleh penulis buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram bahwa sekte Salafi Wahabi bukan saja mengkafirkan golongan Islam lainnya yang tidak sejalan dan sepaham, bahkan membuat tindakan kekerasan sampai membunuhi bagi yang tidak mau mengikutinya. Dengan bukti-bukti sejarah dan kitab-kitab sirah dari sekte Salafi Wahabi sendiri, dengan sangat gamblang sang penulis membeberkannya.
Perpaduan kolaborasi pemangku paham Salafi Wahabi dan pemerintahan Saudi Arabia sebagai pemegang kekuasaan Baitul Makkah, saat ini, menjadi simbol representasi masyarakat Islam di seluruh dunia. Namun demikian, paham atau golongan Islam lainnya menolak sebagian paham Salafi Wahabi sebagai acuan Islam yang kâffah. Termasuk yang menolak tersebut yaitu yang mengaku dirinya Ahlussunah waljama’ah (Suni).
Tidak banyak orang yang tahu bahwa keluarga Saud yang kini menjadi “kuncen” Makkah itu adalah masih memiliki hubungan darah dan emosional dengan Yahudi Arab. Jadi, tidak ada sama sekali hubungannya dengan “keturunan” Rasulullah saw. yang di Indonesia dikenal dengan para “Habib”.

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Rahmat Ali on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

 
مسبميحر ّ لا نحر ّ لا هلا
ٰ
.د
،
 ركلا هلو ىع ى ّ ص 
ٰ
 ــص 
Virus Salafi Wahabi Mewabah Indonesia
Oleh
Darisman Broto
FENOMENA pengkafiran di antara sesama umat Islam sudah lama terjadi yangdigambarkan oleh penulis buku
Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
karya Syaikh Idahram bahwa sekte Salafi Wahabi bukan saja mengkafirkan golongan Islam lainnya yang tidak sejalandan sepaham, bahkan membuat tindakan kekerasan sampai membunuhi bagi yang tidak maumengikutinya. Dengan bukti-bukti sejarah dan kitab-kitab sirah dari sekte Salafi Wahabi sendiri,dengan sangat gamblang sang penulis membeberkannya.Perpaduan kolaborasi pemangku paham Salafi Wahabi dan pemerintahan Saudi Arabiasebagai pemegang kekuasaan Baitul Makkah, saat ini, menjadi simbol representasi masyarakatIslam di seluruh dunia. Namun demikian, paham atau golongan Islam lainnya menolak sebagian paham Salafi Wahabi sebagai acuan Islam yang
kâffah
. Termasuk yang menolak tersebut yaituyang mengaku dirinya
 Ahlussunah waljama’ah
(Suni).Tidak banyak orang yang tahu bahwa keluarga Saud yang kini menjadi “kuncen” Makkahitu adalah masih memiliki hubungan darah dan emosional dengan Yahudi Arab. Jadi, tidak adasama sekali hubungannya dengan “keturunan” Rasulullah saw. yang di Indonesia dikenal dengan para “Habib”.
Fatwa Kafir Oleh Siapa Untuk Siapa?
Tidak sadar tokoh-tokoh ulama kita di Indonesia yang sangat jelas mempertontonkan perilaku pengkafiran umat Islam golongan lain yang tidak sejalan dan sepaham. Salah satucontoh adalah fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) dalam MUNAS II tahun 1980 yangmenyatakan bahwa Ahmadiyah adalah kelompok di luar Islam, sesat, dan menyesatkan.Keputusan fatwa ini ditegaskan lagi dalam MUNAS MUI VI di Jakarta tahun 2005.Sang penulis buku
Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
Syaikh Idahram, pada halaman81—82, mengutip dua buah hadis dari riwayat Bukhari dan Muslim yang menegaskan siapa yangdapat dikatakan Muslim atau bukan.Berikut hadisnya:Artinya, “Barangsiapa yang shalat seperti shalat kita, menghadap kiblat seperti kiblatkita, dan makan sembelihan seperti (cara) menyembelihnya kita, maka dia adalah seorangmuslim yang dilindungi Allah dan rasul-Nya. Maka, janganlah kalian merusa perlindungan Allah.” (HR 
 Bukhari
).
 
Artinya, “Siapa saja yang berkata «
 Laa ilaaha illa 'l-Laah
» dan mengingkari ‘ibadahkepada selain Allah’, maka haram harta dan darahnya. Adapun perhitungannya ada di sisiAllah.” (HR 
Muslim
).Jika saja, MUI menggunakan metode dua hadis di atas, maka tidak akan keluar fatwa pengkafiran, sesat-menyesatkan terhadap warga muslim Ahmadiyah seperti itu.Kanjeng Nabi Muhammad-Rasulullah saw. telah memberikan suatu jalan yang simpleuntuk mencirikan seseorang itu muslim atau bukan. Tanpa harus membuka sembilan kitabsebagaimana rujukan untuk memutuskan suatu fatwa terhadap Ahmadiyah, para ulama MUIdapat datang dan melihat di mana warga Ahmadiyah shalat Jumat di mesjid mereka berada.Apakah mereka shalatnya sama seperti yang dipraktekan Rasulullah saw.? Dan apakahmenghadap kiblat? Dan apakah memakan sembelihan (cara) seperti umat muslim umumnya? Halini dapat dibuktikan dengan sangat simple.Bapak-bapak ulama MUI dapat menyuguhkan kepada warga muslim Ahmadi berupasate ayam atau gule kambing yang dipotong oleh Bapak-bapak sendiri dengan ucapan basmalah.Silakan Bapak-bapak lihat, apakah orang-orang muslim Ahmadi mau memakan hidangan sateayam atau gule kambing yang disediakan Bapak-bapak—yang terhormat anggota MUI. Adakahmetode lain yang cukup
Qa
ṭ 
’i
selain metode yang sudah digariskan Penghulu segala Nabi yaituMuhammad saw. dalam memfatwakan seseorang atau golongan itu muslim atau kafir?
 Al 
amdu li'l-Lāh!
Ada sebagian ulama di beberapa daerah yang langsung melihat danshalat bersama dengan warga muslim Ahmadi yang akhirnya mengerti dan paham akankemusliman warga Ahmadiyah.
Pembunuhan Berbungkus Syariat
Apa yang sudah terjadi dalam sejarah berdarah sekte Salafi Wahabi sudah sangat jelasgamblang dilihat dan dipertontonkan di mata umat. Bukan saja muslim Ahmadiyah dikafirkansecara resmi oleh lembaga yang bernama MUI, bahkan sudah terjadi pembunuhan atas orang-orang muslim Ahmadiyah oleh sekelompok orang yang mengaku dirinya muslim. Unggahan
Youtube.com
telah mempertontonkan secara internasional tragedi penyerangan warga muslimAhmadiyah di kampung Peundeuy, desa Umbulan, kecamatan Cikeusik, kabupaten Padeglang, provinsi Banten, hari Ahad tanggal 6 Februari 2011, dengan secara biadab oleh warga muslimlainnya. Setelah dibunuh, mayatnya masih diinjak-injak dan dipukuli dengan batang bambu.Perkampungan muslim Ahmadiyah di kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa TenggaraBarat, dirusak dan dibakar oleh umat yang juga menamakan diri muslim. Sehingga, sejak 4Februari 2006 sampai sekarang, warga muslim Ahmadiyah Lombok menjadi pengungsi dinegerinya sendiri.Mesjid warga muslim Ahmadiyah di kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, KecamatanCiampea, Kabupaten Bogor, 1 Oktober 2010, juga dibakar masa yang menamakan dirinyamasyarakat muslim. Di desa Parakansalak, kabupaten Sukabumi, mesjid warga muslimAhmadiyah juga dihancurkan dan dibakar oleh massa muslim, sejak 28 April 2008 hingga kini,mesjid tersebut tidak boleh dibangun kembali oleh aparat setempat.Dan masih banyak lagi tindakan kekerasan yang dialami warga muslim Ahmadiyah diwilayah Indonesia yang didokumentasi oleh Komnas HAM, SETARA, Wahid Institut, KontraS,
 
dan Muslim Moderat Society yang konsen dengan perdamaian dan persatuan umat Islam yangdipimpin intelektual Muda NU Zuhairi Misrawi.Pemerintah Indonesia belum lama ini dikejutkan dengan eksekusi mendadak atas pemancungan Muslimah Sumiati TKW asal Bekasi oleh pemerintah Saudi Arabia. Bukan sajaumat yang seiman bergejolak hatinya, namun umat yang diluar Islam pun dengan rasa sebangsasetanah air akan mengutuk tindakan pemerintah Saudi Arabia. Satu-satunya ulama PengurusBesar di NU Masdar F. Mas’udi yang berani berteriak atas perlakuan ketidakadilan atasMahkamah Arab Saudi di harian umum
 Kompas
. Yang lainnya bungkam seribu bahasa. Menjadi pertanyaan secara teologis syariati: Apakah pantas seorang muslimah yang mempertahankankehormatannya diganggu oleh seorang laki-laki yang dirasuki nafsu setan kemudian denganterpaksa harus membunuh lalu dihukum kisas?Tindakan penghukuman pancung terhadap Sumiati tak pelak mengukuhkan hukum Islamdi Saudi Arabia yang masih menganggap pembantu atau babu atau TKW sebagai budak yang berhak diapakan saja oleh sang majikan. Kiranya, tidak berlebihan jika kaum “kafir” di luar sanamemberikan sindiran yang melecehkan terhadap Islam Saudi Arabia: “Babi haram, tapi babuhalal”. Penghalalan hubungan intim terhadap para budak yang mereka miliki begitu
letterlijk 
dimaknai pada QS
 Al-Mu'minūn
ayat 5—6.Sejatinya Sumiati divonis bebas murni sebab dalam kondisi seperti itu dia dalam kondisi perang (jihad) melawan hawa nafsu bejad sang majikan.Tak sedikit kisah para TKW yang pulang dengan menenteng anak balita berwajah Arabtanpa Bapak yang sah, dan tidak ada cerita hukum rajam serta pengusiran dari kampungnyadiberlakukan atas majikannya.
Wahai para pengusung tegaknya syariat Islam di negeri ini, apakah hukum syariat Islam seperti itu yang akan kalian berlakukan di negeri Indonesia tercinta ini?
Penghancuran rumah Allah
Berkenaan dengan penghancuran mesjid-mesjid warga muslim Ahmadiyah, seorang daimuda berkomentar di suatu media televisi dengan lancangnya menisbatkan kepada suatu peristiwa di zaman Rasulullah saw.. Pernah beliau saw. meruntuhkan bangunan mesjid orang-orang munafik.Mari kita baca dan telaah Surah dan ayat yang berkaitan dengan peristiwa tersebut:Artinya, «Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikanmesjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafirandan memecahbelah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orangyang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu
[660]
. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwasesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS [
 At-Taubah
] 9:107)
Catatan kaki pada Alquran dan terjemah Depag RI nomor 660 bahwa yang dimaksud dengan “orang yangmemerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu” ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu Amir, yang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->