Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aplikasi Teori Ida Jean Orlando-TIM

Aplikasi Teori Ida Jean Orlando-TIM

Ratings: (0)|Views: 705 |Likes:
Published by Haeruddin Syafaat

More info:

Published by: Haeruddin Syafaat on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

 
1
Aplikasi Teori Ida Jean Orlando
“ Nursing Procces Theory”
dalam Model Asuhan Keperawatan Profesional(MAKP) TimA.
 
Pendahuluan
Salah satu usaha untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesional adalahpenataan sistem pemberian pelayanan keperawatan melalui pengembangan model praktik keperawatan yang ilmiah yang disebut dengan Model Praktik Keperawatan Profesional(MPKP). Model ini sangat menekankan pada kualitas kinerja tenaga keperawatan yangberfokus pada profesionalisme keperawatan antara lain melalui penetapan dan fungsi setiap jenjang tenaga keperawatan, sistem pengambilan keputusan, sistem penugasan dan sistempenghargaan yang memadai.Model praktik keperawatan ini diyakini dapat menjadi salah satu daya ungkitpelayanan yang berkualitas, yang memungkinkan perawat profesional menata struktur(menentukan jumlah, jenis dan standar kebutuhan tenaga) serta menata proses pemberianasuhan keperawatan melalui hubungan perawat-pasien yang berkesinambungan sehinggamemungkinkan perawat primer bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas asuhankeperawatan yang diberikan kepada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.Di berbagai negara telah banyak dilakukan kegiatan untuk meningkatkan mutu asuhankeperawatan melalui pengembangan MPKP, keuntungan dari penerapan MPKP dapat dilihatdari penurunan angka kejadian infeksi pada kateter urin, penurunan jumlah pasien yangmengalami dekubitus, angka perpindahan perawat menurun, adanya kepuasan pasien dankepuasan perawat serta adanya hubungan perawat-pasien yang berkesinambungan.Pengembangan MPKP merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan kontribusiprofesi keperawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, melaluipengembangan MPKP ini masyarakat dapat melihat dan merasakan secara konkritpemberian pelayanan keperawatan yang profesional.Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorangperawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhankeperawatankelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaburatif ( Douglas, 1984).Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyaikontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbulmotivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan mutu asuhankeperawatan meningkat.Menurut Kron & Gray (1987) pelaksanaan model tim harus berdasarkan konsepberikut:a.
 
Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan tehnik kepemimpinan.b.
 
Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin.c.
 
Anggota tim menghargai kepemimpinan ketua tim.d.
 
Peran kepala ruang penting dalam model tim. Model tim akan berhasil baik bila didukungoleh kepala ruang.Metode ini di gunakan bila perawat pelaksana terdiri dari berbagai latar belakangpendidikan dan kemampuannya .
 
2Ketua tim mempunyai tanggung jawab untuk mengkordinasikan seluruh kegiatan asuhankeperawatan dalam tanggung jawab untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan asuhankeperawatan dalam tanggung jawab kegiatan anggota tim. Tujuan metode penugasankeperawatan tim untuk memberikan keperawatan yang berpusat pada pasien. Ketua timmelakukan pengkajian dan menyusun rencana keperawatan pada setiap pasien, dan anggotatim bertanggung jawab melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan rencana asuhankeperawatan yang telah di buat.Oleh karena kegiatan dilakukan bersama-sama dalamkelompok, maka ketua tim seringkali melakukan pertemuan bersama dengan anggota timnya(konferensi tim) guna membahas kejadian-kejadian yang di hadapi dalam pemberian askep.Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda- beda dalammemberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagimenjadi 2
 – 
3 tim/ group yang terdiri dari tenaga professional, tehnikal dan pembantu dalamsatu grup kecil yang saling membantu.B.
 
Peran dan Tanggungjawab
Peran kepala ruangan
:1.
 
Menetapkan standar kinerja yang diharapkan dari staf 2.
 
Membantu staf menetapkan sasaran dari unit/ruangan3.
 
Memberi kesempatan kepada ketua tim untuk pengembangan kepemimpinan4.
 
Mengorientasikan tenaga yang baru tentang fungsi metode tim keperawatan5.
 
Menjadi Narasumber bagi ketua tim6.
 
Mendorong staf untuk meningkatkan kemampuan melalui riset keperawatan7.
 
Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka
Tugas dan tanggung jawab ketua tim :
1.
 
Bertanggung jawab terhadap pengelolaan asuhan keperawatan klien sejak masuk sampai pulang2.
 
Mengorientasikan klien yang baru dan keluarganya3.
 
Mengkaji kondisi kesehatan klien dan keluarganya4.
 
Membuat diagnose keperawatan dan rencana keperawatan5.
 
Mengkomunikasikan rencana keperawatan kepada anggota tim6.
 
Mengarahkan dan membimbing anggota tim dalam melakukan tindakan keperawatan7.
 
Mengevaluasi tindakan dan rencana keperawatan8.
 
Melaksanakan tindakan keperawatan terntu
 
39.
 
Mengembangkan perencanaan pulang10.
 
Memonitor pendokumentasian tindakan keperawatan yang dilakukan oleh anggota tim11.
 
Melakukan/mengikuti pertemuan dengan anggota tim/tim kesehatan lainnya untuk membahas perkembangan kondisi pasien12.
 
Membagi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota kelompok danmemberikan bimbingan melalui konfrensi13.
 
Mengevaluasi pemberian Askep dan hasil yang di capai serta pendokumentasiannya
Tugas dan tanggung jawab anggota tim
1.
 
Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan ketua tim2.
 
Mendokumentasikan tindakan keperawatan yang dilakukan3.
 
Membantu ketua tim melakukan pengkajian, menentukan diagnose keperawatan danmembuat rencana keperawatan4.
 
Membantu ketua tim mengevaluasi hasil tindakan keperawatan5.
 
Membantu/bersama dengan ketua tim mengorientasikan pasien baru6.
 
Mengganti tugas pembantu keperawatan bila perlu
Tugas dan tanggung jawab pembantu keperawatan
1.
 
Membersihkan ruangan dan meja pasien2.
 
Menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk tindakan keperawatan3.
 
Membantu perawat dalam melakukan asuhan keperawatan4.
 
Membersihkan alat-alat yang telah digunakan5.
 
Mengurus pemberangkatan dan pemulangan pasien konsul6.
 
Mengatur urinal dan pispot ked an dari pasien.Dalam keperawatan tim, perawat profesional dapat mempraktekan kemampuankepemimpinannya secara maksimal. Kepemimpinan perawat ini menjadi kunci keberhasilanpraktek keperawatan dan menjamin asuhan keperawatan bermutu bagi pasien.
Struktur model Tim
Kepala ruanganKetua Tim - Ners Ketua Tim - Ners
Angg.Tim : Ners, Pr Dipl,Per. PembantuAngg.Tim : Ners, Pr Dipl,Per. Pembantu
PasienPasien

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ainiyah Annuri liked this
Viant's Okta liked this
Muhaimin Ashuri liked this
Amelia Ayu liked this
florentinustupen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->