Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Acfta Terhadap Sektor Pertanian Di Indonesia

Dampak Acfta Terhadap Sektor Pertanian Di Indonesia

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,860|Likes:
Published by rifkeeey

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: rifkeeey on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPendahuluan1.1
 
Latar Belakang
Perekonomian dunia mengalami proses liberalisasi perdagangan yangditandai dengan mulai terbentuknya General Agreement on Tariffs and Trade(GATT) pada tahun 1947 yang kini peranannya telah digantikan oleh World TradeOrganization (WTO). Perdagangan yang lebih liberal tampaknya menjadi tujuanhampir sebagian besar negara di dunia, dengan harapan liberalisasi dapatmeningkatkan volume dan nilai perdagangan yang pada akhirnya dapatmeningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Liberalisasiperdagangan salah satunya ditandai dengan penurunan atau bahkan penghapusanhambatan perdagangan, baik berupa tarif maupun non tarif. Hambatanperdagangan penting untuk dihapuskan karena tanpa hambatan dapat mendorongarus pergerakan barang dan jasa (flow of goods and services). Gencarnyaproses liberalisasi perdagangan yang dilakukan tentunya berkaitan dengan tujuanIndonesia untuk mendapatkan keuntungan (gains from trade) sehingga dapatmeningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui surplus neraca perdagangan. Namunperlu diingat bahwa proses liberalisasi perdagangan itu sendiri berhubungan eratdengan pembukaan akses pasar produk ekspor Indonesia ke dunia. Begitu jugasebaliknya, terbukanya akses pasar dunia, dalam arti bahwa pasar domestik Indonesia juga akan semakin terbuka bagi produk impor negara lain.Dalam perkembangan terakhir ini, banyak negara-negara di duniatermasuk Indonesia, mencoba alternatif ke arah liberalisasi melalui kawasanperdagangan bebas (Free Trade Area).
Kawasan perdagangan bebas yangdiikuti oleh Indonesia salah satunya adalah AFTA.
Perdagangan bebas dalamwadah AFTA yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 januari 2003 bagi enamnegara anggota lama ASEAN, yaitu Indonesia, Brunai Darussalam, Filipina,Malaysia, Singapura dan Thailand. Cepat atau lambat liberalisasi perdagangan akanmenyebabkan pasar disemua negara anggota ASEAN akan semakin terbuka,termasuk Indonesia.
 
2
Terkait dengan perdagangan bebas, kesepakatan ASEAN China FTA juga dapat
menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Dampak positif dari perjanjian ACFTA tersebut akan dinikmati langsung oleh sektor yangproduknya diekspor ke China,
sementara dampak negatif dirasakan olehprodusen dalam negeri yang produknya
sejenis dengan produk impor China,yang dipasarkan di dalam negeri dan memiliki tingkat daya saing yang relatif kurang kompetitif.Dengan berlakunya AC-FTA berbagai pengamat memprediksi bahwaproduk 
-produk yang ekspornya akan meningkat adalah kelompok produk pertanian, antara lain kelapa sawit, karet dan kopi. Kemudian produk yangdiprediksi akan terkena dampak negatif adalah produk yang pasarnya di dalamnegeri, antara lain garmen, elektronik,
sektor makanan, industri baja/besi, danproduk hortikultura.Kekhawatiran terhadap membanjirnya produk dari China pascaimplementasi AC-FTA timbul karena produk China selain dikenal murahharganya juga sudah banyak beredar di Indonesia sebelum implementasi AC-FTA. Pendapat tentang dampak negatif 
dari AC-FTA juga telah banyak dilontarkan oleh berbagai pihak dan arus menentang
kesepakatan AC-FTA jugatelah dilakukan oleh kalangan pelaku usaha.Penulis merasa tertarik untuk meneliti dampak perdagangan bebas AC-FTA terhadap produk pertanian Indonesia, yang meliputi padi, jagung, kedelai,gula dan ketela. Hal itu disebabkan oleh adanya kecenderungan bahwa negara-negara anggota ASEAN memproduksi jenis produk pertanian yang hampirsama, yang disebabkan oleh kondisi iklim dan kebudayaan yang hampir sama,sehingga apakah dengan memberlakukan kebijakan perdagangan bebasdapat menguntungkan atau justru akan mendatangkan kerugian.Oleh karenanya penulis melakukan penelitian ini dengan judul
“Damp
akAsean China Free Trade Area (AC-FTA) Terhadap komoditas Pertanian
Indonesia.”
 
3
1.2
 
Identifikasi Masalah
Menurut teori perdagangan internasional, perdagangan antar negara tanpahambatan akan memberikan keuntungan bagi negara tersebut melalui spesialisasiproduksi komoditas yang diunggulkan, dalam kasus ini adalah komoditi pertanian.Namun dalam kenyataan paling tidak dari penelitian empiris, denganmemberlakukan kebijakan perdagangan bebas tidak serta merta menciptakankeuntungan bagi negara-negara tersebut. Banyak hasil-hasil penelitian yangmenunjukkan bahwa kebijakan perdagangan bebas dapat menguntungkan tetapi juga dapat merugikan.
Secara spesifik masalah yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitianini adalah
apakah perdagangan bebas dalam AC-FTA dapat meningkatkanekspor komoditi pertanian, sehingga dapat menciptakan keuntungan bagi Indonesiayang digambarkan dengan surplus pada neraca perdagangan.
1.3
 
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini, antara lain:
 
1.
 
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi internasional, sebagai tugasindividu.2.
 
Untuk mengetahui apakah perdagangan bebas AC-FTA dapat meningkatkanekspor komoditi pertanian, sehingga dapat menciptakan keuntungan bagiindonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->